Bina Marga: Banyak Warga Setuju dengan PKS Revitalisasi Trotoar Kemang

Kompas.com - 10/12/2019, 20:44 WIB
kondisi parkiran yang menyempit karena pembangunan trotoar di ruko Kemang 15, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019) KOMPAS.COM/WALDA MARISONkondisi parkiran yang menyempit karena pembangunan trotoar di ruko Kemang 15, Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, klaim bahwa banyak pengusaha dan warga yang tidak keberatan dengan pengerjaan revitalisasi trotoar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Dia bahkan menyatakan banyak pengusaha setuju dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bina Marga dan warga Kemang soal revitalisasi tersebut.

"Kalau bicara presentase lebih banyak yang menerima (PKS) dari pada yang tidak. Tapi kalau presentasi angkanya saya belum menghitung. Yang jelas sebagian besar menerima," kata Hari di Jakarta, Selasa (10/12/2019)

Dia menyebutkan, banyaknya pihak yang menerima PKS dapat dilihat dari berlanjutnya revitalisasi trotoar di Kemang.

Baca juga: Ada Pembangunan Trotoar, Tempat Parkir Ruko di Kawasan Kemang Menyempit

 

Namun, dia juga tidak menutup mata bagi pengusaha yang resah dengan pembangunan revitalisasi Kemang tersebut.

Hingga saat ini dia masih menerima keluhan dari para pengusaha yang merasa terganggu karena lahanya dipakai untuk pelebaran trotoar. Mereka yang menolak masih dalam tahap negosiasi dengan Bina Marga.

"Yang menolak itu kami ajak, yuk sama-sama dalam membangun Kemang sebagai wisata kuliner. Kami harus kolaborasi jangan pemerintah saja," ujar dia.

Sebelumnya, sejumlah pengusaha mengeluhkan pembangunan dan pelebaran trotoar yang memakan lahan usaha mereka. Hal tersebut dikatakan Kamilus Elu, selaku kuasa hukum dari perwakilan pengusaha di kawasan Kemang.

Karena pelebaran trotoar tersebut, aktivas usaha warga di sana terganggu.

Para pengusaha itu juga mengaku telah mendapat draf PKS dari Binamarga DKI Jakarta selaku pihak yang mengerjakan trotoar.

Baca juga: Pengusaha Merasa Dipaksa Tanda Tangan PKS Revitalisasi Trotoar di Kemang

Namun dalam draf tersebut tidak dijelaskan soal penggatian kompensasi jika lahan pengusaha digunakan pihak Bina Marga untuk membangun trotoar.

"Intinya Pemda DKI tetap menggunakan lahan warga untuk trotoar. Yang digantikan tidak ada. Jadi kompensasi untuk pemilik lahan tidak jelas," kata Kamilus.

Karena itu, dia menyebutkan PKS tersebut cacat hukum karena Pemda DKI membangun aset berupa trotoar di atas tanah yang bukan milik pemerintah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Depok Minim Septic Tank, Paling Sedikit di Kecamatan Pancoran Mas

Depok Minim Septic Tank, Paling Sedikit di Kecamatan Pancoran Mas

Megapolitan
Serahkan Dua Nama Cawagub, Anies Harap DPRD Segera Proses Pemilihan Wakilnya

Serahkan Dua Nama Cawagub, Anies Harap DPRD Segera Proses Pemilihan Wakilnya

Megapolitan
Mal Cipinang Indah Masih Tutup karena Masalah Listrik, Ini Kata PLN

Mal Cipinang Indah Masih Tutup karena Masalah Listrik, Ini Kata PLN

Megapolitan
Perebutan Kursi Wagub DKI Jakarta, Pertaruhan Koalisi PKS dengan Gerindra

Perebutan Kursi Wagub DKI Jakarta, Pertaruhan Koalisi PKS dengan Gerindra

Megapolitan
Polisi Sita 1 Ton Ganja Sejak Desember 2019

Polisi Sita 1 Ton Ganja Sejak Desember 2019

Megapolitan
Ini Jenis Pelanggaran yang Akan Tertangkap Kamera ETLE untuk Pengendara Motor

Ini Jenis Pelanggaran yang Akan Tertangkap Kamera ETLE untuk Pengendara Motor

Megapolitan
Begini Desain Skybridge Penghubung Stasiun MRT ASEAN-Halte Transjakarta CSW

Begini Desain Skybridge Penghubung Stasiun MRT ASEAN-Halte Transjakarta CSW

Megapolitan
Melihat Lokasi Eksploitasi Seksual Anak di Kawasan Lokalisasi Gang Royal

Melihat Lokasi Eksploitasi Seksual Anak di Kawasan Lokalisasi Gang Royal

Megapolitan
Kelenteng Boen Tek Bio Siapkan 10.000 Hio untuk Sembahyang Saat Imlek

Kelenteng Boen Tek Bio Siapkan 10.000 Hio untuk Sembahyang Saat Imlek

Megapolitan
MRT-Transjakarta Terintegrasi, Anies Bilang Pembangunan di Indonesia Harus sebagai Kesatuan

MRT-Transjakarta Terintegrasi, Anies Bilang Pembangunan di Indonesia Harus sebagai Kesatuan

Megapolitan
Berlaku Februari, Ini Lokasi Tilang Elektronik bagi Pengendara Sepeda Motor

Berlaku Februari, Ini Lokasi Tilang Elektronik bagi Pengendara Sepeda Motor

Megapolitan
Jika Yasonna Tak Minta Maaf dalam Kurun 2x24 Jam, Ini yang Akan Dilakukan Warga Tanjung Priok

Jika Yasonna Tak Minta Maaf dalam Kurun 2x24 Jam, Ini yang Akan Dilakukan Warga Tanjung Priok

Megapolitan
Harga Cabai 'Meroket', Pedagang di Pasar Induk Kramat Jati Mengaku Omzet Turun 40 Persen

Harga Cabai 'Meroket', Pedagang di Pasar Induk Kramat Jati Mengaku Omzet Turun 40 Persen

Megapolitan
Gerindra Pastikan Usung Pradi Supriatna sebagai Wali Kota Depok di Pilkada 2020

Gerindra Pastikan Usung Pradi Supriatna sebagai Wali Kota Depok di Pilkada 2020

Megapolitan
Korban Ledakan akibat Gas Bocor Lari Minta Tolong dalam Kondisi Penuh Luka Bakar

Korban Ledakan akibat Gas Bocor Lari Minta Tolong dalam Kondisi Penuh Luka Bakar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X