Kiprah Marco Kusumawijaya: Tim Anies-Sandiaga, Sindir Risma, hingga Mundur dari TGUPP

Kompas.com - 11/12/2019, 11:00 WIB
Ketua Tim Gubernur Bidang Pengelolaan Pesisir Marco Kusumawijaya di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (26/6/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Ketua Tim Gubernur Bidang Pengelolaan Pesisir Marco Kusumawijaya di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (26/6/2018).
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Marco Kusumawijaya mengundurkan diri sebagai Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan ( TGUPP) DKI Jakarta Bidang Pengelolaan Pesisir.

Marco adalah seorang arsitek, peneliti, dan perencana perkotaan yang aktif di organisasi Rujak Center for Urban Studies.

Sebelum menjadi bagian dari TGUPP, Marco merupakan salah satu anggota tim sinkronisasi Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebelum keduanya dilantik menjadi gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta.

Baca juga: Ketua TGUPP Marco Kusumawijaya Mengundurkan Diri

Berikut kiprah seorang Marco Kusumawijaya.

1. Anggota tim sinkronisasi Anies-Sandiaga

Marco menjadi satu dari delapan orang tim sinkronisasi yang dibentuk Anies-Sandiaga pada 8 Mei 2017.

Tim sinkronisasi dibentuk untuk menyusun program-program janji kampanye Anies-Sandiaga pada Pilkada DKI Jakarta 2017 agar dapat langsung direalisasikan saat keduanya resmi menjabat pada Oktober 2017.

Pemprov DKI Jakarta melibatkan tim sinkronisasi ini saat membahas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2018.

2. Ketua TGUPP Bidang Pengelolaan Pesisir

Saat resmi menjabat sebagai gubernur-wakil gubernur, Anies-Sandiaga membentuk TGUPP. Anies-Sandiaga membagi TGUPP era kepemimpinan mereka dalam beberapa bidang.

Salah satunya bidang pengelolaan pesisir yang dibentuk Juni 2018. Marco dipercaya Anies-Sandiaga untuk memimpin tim itu.

Baca juga: Marco Kusumawijaya Mundur di Tengah Gaduh TGUPP

"Sudah ada (terbentuk) bidang itu, (ketuanya) Pak Marco," ujar Ketua TGUPP Amir Subekti pada 25 Juni 2018.

3. Penyusun raperda reklamasi

Gubernur Anies menghentikan proyek reklamasi di Teluk Jakarta pada 2018 dengan mencabut 13 izin pulau yang belum dibangun.

Namun, ada empat pulau yang izinnya tidak dicabut karena sudah telanjur dibangun, yakni Pulau C, D, G, dan N.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 14 Agutstus: Bertambah 11, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 678

UPDATE 14 Agutstus: Bertambah 11, Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Kini Ada 678

Megapolitan
Selain Bom Molotov, Polisi Sita Bendera Anarko dari Gerombolan yang Ingin Susupi Demo di DPR

Selain Bom Molotov, Polisi Sita Bendera Anarko dari Gerombolan yang Ingin Susupi Demo di DPR

Megapolitan
Alun-alun Bekasi Menyimpan Kisah Tuntutan Rakyat Pisahkan Diri dari Batavia

Alun-alun Bekasi Menyimpan Kisah Tuntutan Rakyat Pisahkan Diri dari Batavia

Megapolitan
Diizinkan Kemendikbud, Puluhan Sekolah di Kabupaten Bekasi Akan Gelar KBM Tatap Muka

Diizinkan Kemendikbud, Puluhan Sekolah di Kabupaten Bekasi Akan Gelar KBM Tatap Muka

Megapolitan
Diduga Penyusup, Ratusan Orang Ditangkap Polisi Saat Ingin Gabung Demo di Depan DPR

Diduga Penyusup, Ratusan Orang Ditangkap Polisi Saat Ingin Gabung Demo di Depan DPR

Megapolitan
UPDATE 14 Agustus: Bertambah 10 Kasus Positif Covid-19 dan 17 Pasien Sembuh di Tangsel

UPDATE 14 Agustus: Bertambah 10 Kasus Positif Covid-19 dan 17 Pasien Sembuh di Tangsel

Megapolitan
Dapat Rekomendasi PKS di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Bakal Lebih Gencar Cari Dukungan

Dapat Rekomendasi PKS di Pilkada Tangsel, Azizah-Ruhamaben Bakal Lebih Gencar Cari Dukungan

Megapolitan
2 Cara Tebus SIM di Kejaksaan yang Tak Perlu Antre, Bahkan SIM Dikirim ke Rumah

2 Cara Tebus SIM di Kejaksaan yang Tak Perlu Antre, Bahkan SIM Dikirim ke Rumah

Megapolitan
Anies Lantik Kepala Badan Pendapatan Daerah dan Kepala Biro Kerjasama Daerah yang Baru

Anies Lantik Kepala Badan Pendapatan Daerah dan Kepala Biro Kerjasama Daerah yang Baru

Megapolitan
Pemuda 19 Tahun Tewas Tertabrak Kereta di Menteng, Tinggalkan Sepucuk Surat Wasiat

Pemuda 19 Tahun Tewas Tertabrak Kereta di Menteng, Tinggalkan Sepucuk Surat Wasiat

Megapolitan
Susul Demokrat, PKS Resmi Dukung Azizah Ma'ruf-Ruhamaben di Pilkada Tangsel

Susul Demokrat, PKS Resmi Dukung Azizah Ma'ruf-Ruhamaben di Pilkada Tangsel

Megapolitan
11.000 Warga Antre di Kejari Jakbar, Pelayanan Dibatasi karena Khawatir Covid-19

11.000 Warga Antre di Kejari Jakbar, Pelayanan Dibatasi karena Khawatir Covid-19

Megapolitan
Cerita di Balik Monumen Kali Bekasi, tentang Pembantaian Tentara Jepang dan Sungai yang Memerah

Cerita di Balik Monumen Kali Bekasi, tentang Pembantaian Tentara Jepang dan Sungai yang Memerah

Megapolitan
BKD Depok Telah Pakai Rp 90 M untuk Tangani Covid-19

BKD Depok Telah Pakai Rp 90 M untuk Tangani Covid-19

Megapolitan
Ada Panjat Pinang Virtual di #PestaSatu7an dari Grab, Ikut Yuk

Ada Panjat Pinang Virtual di #PestaSatu7an dari Grab, Ikut Yuk

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X