Sejarah Pasar Senen, Bekas Tempat Tuan Tanah Belanda hingga PKL Era Ali Sadikin

Kompas.com - 11/12/2019, 20:07 WIB
Pasar Senen diabadikan pada tahun 1970-an Creative Common Tropen Museum via WikipediPasar Senen diabadikan pada tahun 1970-an

JAKARTA,KOMPAS.com - Pasar Senen yang dibangun pada 30 Agustus 1735 menyimpan banyak sejarah. Pasar tersebut berdiri di atas lahan milik tuan tanah asal Belanda, Justinus Vinck.

Itu yang menjadikan awal nama pasar yang berada di jantung Ibu Kota menjadi Vinckepasser, yang kemudian berubah menjadi Pasar Senen.

Penamaan Pasar Senen tak luput dari aktivitasnya yang dulu hanya dibuka pada hari Senin. Karena ada minat besar masyarakat, akhirnya pasar itu dibuka pada hari-hari lain.

Baca juga: PKL Senen Boleh Pindah ke Pasar Senen Blok III, Asal Beli Kios

Aktivitas perdagangan itu pun berlangsung hingga saat ini. Namun seiring berkembang, para pedagang Pasar Senen harus bersaing dengan pertumbuhan mall di Jakarta dengan berbagai cara.

Tak lagi berjualan pada tempatnya, seakan menjadi cara mereka untuk menjemput bola. Sehingga sejumlah pedagang kaki lima (PKL) banyak berjualan di kawasan bahu Jalan Raya Senen, Jakarta Pusat.

Mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.KOMPAS/JB SURATNO Mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sudah ada sejak Ali Sadikin

Ternyata para PKL dan pedagang sayur yang menbandel di Pasar Senen seakan sudah membudaya.

Sejak era Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, tepatnya tahun 1957, sejumlah PKL juga berdagang luar pasar juga sudah terjadi.

Bahkan, Ali sempat meninjau langsung ke Pasar Senen.

Agar tak diketahui, Ali yang datang secara mendadak memberhentikan mobil tepat di belakang proyek Senen, di mana saat itu sedang dilakukan pembangunan.

Kedatangan Ali pun mengagetkan kepala pasar yang langsung menjemput ke pintu mobil.

Baca juga: Ironi Emas di Monas: Sumbangan, Ambisi Soekarno, dan Pemborosan

 

Ali semula yang ingin melihat proyek pembangunan menyempatkan diri melihat pedagang sayur yang berjualan di luar Pasar Senen.

"Apakah sebabnya para penjual sayur mayur pikulan ini tidak diletakan ditempatnya yang telah disediakan?" tanya Ali kepada Kepala Pasar seperti dikutip Harian Kompas edisi 2 November 1957 di artikel "Dialog Dengan Gubernur di Projek Senen".

Saat itulah para pedagang sayur yang berdagang di bahu jalan langsung ditertibkan oleh polisi yang diperintahkan.

"Bongkar seluruh bangunan liar itu, dari pada nanti Polisi dikira melindungi," kata Ali.

Kebakaran Pasar Senen pada 2014.KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Kebakaran Pasar Senen pada 2014.

Masih berlangsung

Sampai saat ini, para PKL yang menjajakan dagangannya di bahu jalan kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat masih berlangsung.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun menanggapi perihal adanya para PKL yang berdagang di trotar jalan.

Menurut Anies, dibolehkannya PKL berjualan di trotoar berpijak pada prinsip kesetaraan bagi warga Ibu Kota.

Namun, Anies merespons pihak yang kontra dengan kebijakan memperbolehkan PKL berjualan di trotoar.

Baca juga: Kilas Balik Banjir Jakarta 2007: 70 Persen Wilayah Terendam, Ibu Kota Lumpuh, 48 Orang Tewas

 

“Kita lihat satu adalah kita ingin Jakarta dibangun dengan prinsip keadilan, kesetaraan. Kesetaraan kesempatan dalam semua aspek, lalu yang kedua ada ketentuan hukumnya jadi kita akan bekerja mengikuti ketentuan hukum yang ada,” ujar Anies di Pantai Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (14/9/2019).

“Jangan sampai kita diskriminatif pada mereka yang masih lemah, sudah terlalu banyak kebijakan kita itu yang diskriminatif pada yang lemah dan justru fungsinya pemerintah itu adalah memberikan kesempatan yang kecil untuk jadi yang lebih besar,” lanjutnya.

Pemprov DKI akan menentukan titik-titik PKL boleh berjualan di trotoar.

Pasar Senen diabadikan pada tahun 1976KOMPAS/JB SURATNO Pasar Senen diabadikan pada tahun 1976

 

Akan direlokasi

Para PKL yang menjajakan dagangannya di bahu jalan kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, akan direlokasi.

Rencananya mereka akan direlokasi ke Pasar Kenari dan Pasar Baru Metro Atom.

Namun, sampai saat ini hanya ada lima dari total 104 PKL yang baru mendaftar untuk direlokasi ke Pasar Baru Metro Atom tersebut.

"Baru ada lima pedagang yang daftar dan penerima pendaftaran dari UMKM (usaha mikro kecil menengah),” ujar Lurah Senen, Sauri.

Menurut Sauri, sedikitnya para PKL yang mendaftar karena masih ada beberapa yang masih bersikeras untuk tidak dipindah.

Spanduk sosialisasi pun telah disiapkan oleh Pemkot Jakpus agar pelanggan mengetahui adanya relokasi itu.

“Iya tunggu perkembangan saja,” kata Sauri.

Padahal, PKL Senen ke Pasar Baru tidak akan membuat rugi para pedagang.

“Banyak yang dulu korban kebakaran di Pasar Baru apalagi sudah ada asosiasinya di sana. Tujuan sasaran pelangggan pun sudah sesuai segmen, jangan khawatir pindah,” kata Sauri.

Sauri pun berharap para PKL segera menempati Pasar Baru Metro Atom, tempat relokasi yang telah disiapkan Pemkot Jakpus.

Adapun sejumlah PKL Senen memakai badan jalan hingga mengakibatkan arus lalu lintas mengarah Jalan Kramat menjadi padat dan macet.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Kali Kecelakaan dalam 39 Hari, Komisi B Kembali Panggil Transjakarta

4 Kali Kecelakaan dalam 39 Hari, Komisi B Kembali Panggil Transjakarta

Megapolitan
Mobil Dinas TNI Terguling hingga Ringsek di Jatinegara

Mobil Dinas TNI Terguling hingga Ringsek di Jatinegara

Megapolitan
2 Korban Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber adalah Siswa SMK Taruna Bhakti Depok

2 Korban Tewas dalam Kebakaran Gedung Cyber adalah Siswa SMK Taruna Bhakti Depok

Megapolitan
Ironi Petugas Damkar: Diandalkan di Segala Situasi, tapi Bekerja Ganda dengan Gaji Tak Seberapa

Ironi Petugas Damkar: Diandalkan di Segala Situasi, tapi Bekerja Ganda dengan Gaji Tak Seberapa

Megapolitan
Ketika Reuni 212 Ditolak dan Diblokade, Panitia: Jangan Anggap Kami Seperti Musuh...

Ketika Reuni 212 Ditolak dan Diblokade, Panitia: Jangan Anggap Kami Seperti Musuh...

Megapolitan
Atasi Genangan di Jalan RE Martadinata Ancol, SDA Pademangan Bangun Kolam Olakan

Atasi Genangan di Jalan RE Martadinata Ancol, SDA Pademangan Bangun Kolam Olakan

Megapolitan
4 Masalah Transjakarta dalam 39 Hari Terakhir, Kecelakaan hingga Bus Berasap

4 Masalah Transjakarta dalam 39 Hari Terakhir, Kecelakaan hingga Bus Berasap

Megapolitan
Polisi Bakal Olah TKP Kasus Kebakaran Gedung Cyber

Polisi Bakal Olah TKP Kasus Kebakaran Gedung Cyber

Megapolitan
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Gedung Cyber yang Tewaskan Dua Orang

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Gedung Cyber yang Tewaskan Dua Orang

Megapolitan
Tragedi dalam Kebakaran Gedung Cyber, Teknisi Terjebak di Kepulan Asap Hitam hingga Tewas

Tragedi dalam Kebakaran Gedung Cyber, Teknisi Terjebak di Kepulan Asap Hitam hingga Tewas

Megapolitan
Cerita Petugas Damkar Tantang Maut demi Evakuasi Korban Kebakaran Gedung Cyber

Cerita Petugas Damkar Tantang Maut demi Evakuasi Korban Kebakaran Gedung Cyber

Megapolitan
 Reuni 212 Tahun 2021, Ketika Peserta Datang dari Segala Penjuru tapi Tak Bisa Sampai di Patung Kuda

Reuni 212 Tahun 2021, Ketika Peserta Datang dari Segala Penjuru tapi Tak Bisa Sampai di Patung Kuda

Megapolitan
Ini Alasan Polisi Tak Izinkan Aksi 212 tapi Demo Buruh Tetap Bisa Berjalan

Ini Alasan Polisi Tak Izinkan Aksi 212 tapi Demo Buruh Tetap Bisa Berjalan

Megapolitan
UPDATE 2 Desember: Tambah 4 Kasus di Kota Tangerang, 19 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 2 Desember: Tambah 4 Kasus di Kota Tangerang, 19 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
UPDATE 2 Desember: Tambah 5 Kasus di Tangsel, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 2 Desember: Tambah 5 Kasus di Tangsel, 39 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.