Kata Lurah soal Rumah Ko Ayun yang Dikepung Proyek, Sebut Sulit Lakukan Mediasi

Kompas.com - 11/12/2019, 20:40 WIB
Kondisi rumah Ko Ayun yang dikelilingi pembangunan proyek gudang milik PT Hengtraco, Selasa (10/12/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAKondisi rumah Ko Ayun yang dikelilingi pembangunan proyek gudang milik PT Hengtraco, Selasa (10/12/2019).
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Rumah milik Lie Yun Bun (50) alias Ko Ayun di kawasan Mangga Besar Selatan terkepung oleh proyek pembangunan gudang PT Hengtraco Protecsindo.

Akibatnya, Ko Ayun dan keluarga kesulitan untuk keluar masuk rumah. Bahkan, jika proyek pembangunan itu rampung, akses keluar masuk rumahnya terancam ditutup.

Sandri, menantu Ko Ayun mengatakan, selama 30 tahun tinggal di Jalan Mangga Besar Dalam, mertua dan keluarganya melintas lewat jalanan sepetak yang ada di depan rumahnya.

Jalanan sepetak itu awalnya bisa digunakan untuk umum. Bahkan jadi akses keluar masuk rumah Tabani, tetangganya terdahulu.

Namun, kini semuanya telah berubah sejak kepemilikan lahan rumah Tabani kini jatuh ke tangan PT Hengtraco.

PT Hengtraco malah menggarap akses keluar masuk satu-satunya keluarga Ko Ayun hingga hampir tak bersisa.

Kata Lurah Mangga Besar Selatan

Menanggapi itu, Lurah Mangga Besar Selatan, Setiyanto mengaku belum mengetahui legalitas lahan akses keluar masuk di depan rumah Ko Ayun.

Baca juga: Menengok Rumah Ko Ayun yang Dikepung Proyek Bangunan, Hanya Tersisa Celah Seukuran Badan

Sebab menurut dia, dahulu akses tersebut bisa digunakan untuk umum.

"Ya dulu memang bisa digunakan untuk umum bareng-bareng. Cuma semenjak ada proyek pembangunan itu malahan ditutup aksesnya," ujar Setiyanto saat dihubungi, Rabu (11/12/2019).

Ia pun belum melihat dan mengetahui sertifikat hak milik Tabani yang mengklaim jika akses keluar masuk itu miliknya.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Agar Tetap Bisa Makan, Kurir Barang Bekerja walau Ada Wabah Covid-19

Agar Tetap Bisa Makan, Kurir Barang Bekerja walau Ada Wabah Covid-19

Megapolitan
Polres Jakarta Utara Pakai Water Cannon Untuk Semprot Cairan Disinfektan di Jalanan

Polres Jakarta Utara Pakai Water Cannon Untuk Semprot Cairan Disinfektan di Jalanan

Megapolitan
Kekhawatiran DKI jika Bus AKAP Tetap Beroperasi Angkut Warga ke Luar Jakarta

Kekhawatiran DKI jika Bus AKAP Tetap Beroperasi Angkut Warga ke Luar Jakarta

Megapolitan
Tewas Ditabrak Mobil saat Sedang Jogging di Karawaci, Andre Sempat Selamatkan Anaknya

Tewas Ditabrak Mobil saat Sedang Jogging di Karawaci, Andre Sempat Selamatkan Anaknya

Megapolitan
Cegah Covid-19, Puluhan Titik Jalan di Jakarta Timur Disemprotkan Disinfektan

Cegah Covid-19, Puluhan Titik Jalan di Jakarta Timur Disemprotkan Disinfektan

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Bawaslu Tangsel Tunda Tahapan Pilkada 2020

Pandemi Covid-19, Bawaslu Tangsel Tunda Tahapan Pilkada 2020

Megapolitan
Perempuan yang Tabrak Pria Paruh Baya di Karawaci Konsumsi Soju Sebelum Kejadian

Perempuan yang Tabrak Pria Paruh Baya di Karawaci Konsumsi Soju Sebelum Kejadian

Megapolitan
Kualitas Udara Jakarta Tak Membaik Selama Masa Social Distancing

Kualitas Udara Jakarta Tak Membaik Selama Masa Social Distancing

Megapolitan
Keluarga Korban Tabrakan di Karawaci: Setelah Tabrak, Pelaku Aniaya Istri Korban

Keluarga Korban Tabrakan di Karawaci: Setelah Tabrak, Pelaku Aniaya Istri Korban

Megapolitan
Karena Covid-19, Taman Margasatwa Ragunan Revisi Target Pengunjung Tahun 2020

Karena Covid-19, Taman Margasatwa Ragunan Revisi Target Pengunjung Tahun 2020

Megapolitan
Wacana Karantina Wilayah di Jakarta, Warga Minta Ada Bantuan Pemerintah karena Mata Pencaharian Hilang

Wacana Karantina Wilayah di Jakarta, Warga Minta Ada Bantuan Pemerintah karena Mata Pencaharian Hilang

Megapolitan
Kualitas Udara di Jakarta Disebut Akan Semakin Membaik jika Karantina Wilayah Diterapkan

Kualitas Udara di Jakarta Disebut Akan Semakin Membaik jika Karantina Wilayah Diterapkan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Perpanjang Penutupan Tempat Hiburan, Bioskop, hingga Apartemen Harian

Pemkot Bekasi Perpanjang Penutupan Tempat Hiburan, Bioskop, hingga Apartemen Harian

Megapolitan
Cegah Penyebaran Covid-19, Warga Jati Pulo dan Kota Bambu Utara Pasang Pagar Besi di Perbatasan Wilayah

Cegah Penyebaran Covid-19, Warga Jati Pulo dan Kota Bambu Utara Pasang Pagar Besi di Perbatasan Wilayah

Megapolitan
Cegah Corona, PT MRT Jakarta Bagikan Paket Masker dan Hand Sanitizer ke Penumpang

Cegah Corona, PT MRT Jakarta Bagikan Paket Masker dan Hand Sanitizer ke Penumpang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X