Polisi Akan Periksa Sekuriti yang Tangkap Pasien RSJ Soeharto Heerdjan

Kompas.com - 11/12/2019, 21:03 WIB
Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr. Soeharto Heerdjan di Grogol, Jakarta Barat, Selasa (10/12/2019) Kompas.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARRumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr. Soeharto Heerdjan di Grogol, Jakarta Barat, Selasa (10/12/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Polsek Tanjung Duren, Jakarta Barat akan memanggil dan memeriksa petugas sekuriti Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr. Soeharto Heerdjan.

Hal ini guna menindaklanjuti tindakan represif petugas sekuriti saat menangkap pasien berinisial F (27) yang kabur dari RSJ.

"Iya akan kami periksa hari ini, kami buat berita wawancara dulu. Kita periksa dulu apa ada unsur kesengajaan apa tidak," kata Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren, AKP Mubarak saat dihubungi, Rabu (11/12/2019).

Bukan hanya petugas sekuriti, Mubarak juga mengatakan akan memanggil pihak keluarga F.

Baca juga: Kronologi dan Fakta di Balik Penangkapan Pasien RSJ Dr Soeharto Heerdjan

Pemanggilan ini bertujuan untuk menanyakan apakah pihak keluarga bersedia meneruskan kasus ini ke jalur hukum atau tidak.

"Selain petugas sekuriti, kita nanti juga akan panggil pihak keluarganya mau tidak buat laporan, supaya nanti orang yang sakit ini (F) kan sudah dipulangin ke rumah karena sudah 75 persen sehat dan dia sudah bayar, enggak ada tunggakan," ucap Mubarak.

Sebelumnya, beredar video di media sosial memperlihatkan seorang pria diamankan oleh petugas keamanan.

Baca juga: Hadapi Pasien ODGJ, Direktur RSJ Grogol: Sekalipun Dipukul, Kita Tidak Bisa Memukul Balik

Di video tersebut, pasien mengenakan baju lengan panjang berwarna hijau dan celana biru diamankan dengan sedikit tindakan kekerasan.

Dalam unggahan akun Instagram @makassar_iinfo pria yang duduk di kursi disebut kabur dari rumah sakit.

Kejadian tersebut terjadi di kawasan Grogol, Jakarta Barat pada Selasa (10/12/2019).



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Patungan Rp 5.000 Tiap Rumah, Jadilah Pos Wifi Gratis untuk Siswa di Pondok Kopi

Patungan Rp 5.000 Tiap Rumah, Jadilah Pos Wifi Gratis untuk Siswa di Pondok Kopi

Megapolitan
Polisi Ungkap Peran 3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Polisi Ungkap Peran 3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Megapolitan
Tenaga Kesehatan di 5 Puskesmas Kota Bogor Positif Covid-19

Tenaga Kesehatan di 5 Puskesmas Kota Bogor Positif Covid-19

Megapolitan
Kuasa Hukum Sebut Putra Siregar Tidak Tahu Ponsel yang Dijualnya Ilegal

Kuasa Hukum Sebut Putra Siregar Tidak Tahu Ponsel yang Dijualnya Ilegal

Megapolitan
Jumlah Penumpang KRL Malah Turun Selama Penerapan Ganjil Genap Jakarta

Jumlah Penumpang KRL Malah Turun Selama Penerapan Ganjil Genap Jakarta

Megapolitan
Disebut Punya Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Jabar, Walkot Bekasi: Wajar karena Dekat Jakarta

Disebut Punya Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi di Jabar, Walkot Bekasi: Wajar karena Dekat Jakarta

Megapolitan
3 Lagi Pegawai PN Jakarta Barat Terpapar Covid-19

3 Lagi Pegawai PN Jakarta Barat Terpapar Covid-19

Megapolitan
Jelang Pilkada Depok, PSI: Prioritas Kami Mengakhiri Rezim PKS

Jelang Pilkada Depok, PSI: Prioritas Kami Mengakhiri Rezim PKS

Megapolitan
3 Pelaku Penembakan secara Acak di Tangsel Beraksi 7 Kali, 8 Pengendara Jadi Korban

3 Pelaku Penembakan secara Acak di Tangsel Beraksi 7 Kali, 8 Pengendara Jadi Korban

Megapolitan
Pemkot Depok Optimalkan Kampung Siaga Covid-19, Setiap RW Dapat Rp 2 Juta

Pemkot Depok Optimalkan Kampung Siaga Covid-19, Setiap RW Dapat Rp 2 Juta

Megapolitan
Struktur Bata di Bawah Stasiun Bekasi Diduga Bekas Markas di Zaman Jepang

Struktur Bata di Bawah Stasiun Bekasi Diduga Bekas Markas di Zaman Jepang

Megapolitan
Tak Ada Lonjakan Jumlah Penumpang MRT Saat Penerapan Ganjil Genap Jakarta

Tak Ada Lonjakan Jumlah Penumpang MRT Saat Penerapan Ganjil Genap Jakarta

Megapolitan
5 Karyawan Positif Covid-19, LKBN Antara Ditutup Sehari

5 Karyawan Positif Covid-19, LKBN Antara Ditutup Sehari

Megapolitan
Kronologi Penangkapan 3 Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Kronologi Penangkapan 3 Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel

Megapolitan
Diduga Korsleting, Rumah Dua Lantai di Pademangan Timur Terbakar

Diduga Korsleting, Rumah Dua Lantai di Pademangan Timur Terbakar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X