Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/12/2019, 21:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan mengomentari kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim tentang penghapusan Ujian Nasional.

"Saya menghormati Menteri Pendidikan dan sebagai mantan Menteri Pendidikan, saya tidak ikut mengomentari," kata Anies di Pura Segara, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (11/12/2019).

Anies mengatakan, ia menolak berkomentar karena secara etika  Gubernur tidak layak mengomentari kebijakan Menteri

"Saya tidak komentar soal kebijakan Menteri, karena saya ingin mengahargai etikanya ya begitu," ujar Anies.

Baca juga: Nadiem Hapus UN, Muhadjir: Yang Penting Niatnya Bukan untuk Gagah-gagahan

Sebelumnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim kembali menegaskan bahwa Ujian Nasional (UN) 2020 akan menjadi pelaksanaan ujian kelulusan yang terakhir digelar secara nasional.

Dia pun memastikan UN 2020 akan digelar dengan mekanisme lama seperti yang selama ini dilakukan.

"Pada 2020 UN akan dilaksanakan seperti tahun sebelumnya. Tapi, itu adalah UN terakhir (untuk metode) yang seperti sekarang dilaksanakan," ujar Nadiem saat memaparkan program "Merdeka Belajar" di depan kepala dinas pendidikan seluruh Indonesia di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).

Baca juga: Mendikbud Nadiem Hapus UN, KPAI: UN Jadi Momok, Hapus Saja!

Adapun wacana penghapusan UN ini pernah mencuat ketika Anies menjabat sebagai Mendikbud di tahun 2015.Menurut dia, kementerian akan mengubah konsep UN.

Sehingga, UN tidak lagi menjadi instrumen yang digunakan sebagai indikator kelulusan, tetapi justru menggunakan UN sebagai alat pembelajaran.

"Saat UN menjadi satu-satunya penentu kelulusan, banyak siswa yang distress dan penuh dengan tekanan. Hal itu akhirnya memicu terjadinya kecurangan-kecurangan, itulah yang ingin kami evaluasi," ucap Anies pada 23 Januari 2015 silam.

Namun wacana ini tidak terealisasi hingga Anies direshuffle oleh Presiden Joko Widodo di tahun 2016.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sisi Gelap Anggota TNI yang Bunuh Warga Aceh Terkuak: Sudah Lama Jadi Tukang 'Palak', Korbannya Tak Hanya Imam Masykur

Sisi Gelap Anggota TNI yang Bunuh Warga Aceh Terkuak: Sudah Lama Jadi Tukang "Palak", Korbannya Tak Hanya Imam Masykur

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Periksa Seluruh Bangunan Rusun Marunda, Anggota DPRD DKI: Inspeksi Itu Mutlak

Pemprov DKI Diminta Periksa Seluruh Bangunan Rusun Marunda, Anggota DPRD DKI: Inspeksi Itu Mutlak

Megapolitan
Fakta Baru Oknum TNI yang Culik dan Bunuh Imam Masykur: Ada Korban Lain Sesama Pedagang Kosmetik

Fakta Baru Oknum TNI yang Culik dan Bunuh Imam Masykur: Ada Korban Lain Sesama Pedagang Kosmetik

Megapolitan
Cerita Petugas Stasiun Pasar Minggu Selamatkan Ibu yang Hendak Ajak Bayinya Bunuh Diri

Cerita Petugas Stasiun Pasar Minggu Selamatkan Ibu yang Hendak Ajak Bayinya Bunuh Diri

Megapolitan
Imbas Rekayasa Lalin KTT ASEAN, Pengendara Motor Pun Ikut Terjebak Macet 1 Jam

Imbas Rekayasa Lalin KTT ASEAN, Pengendara Motor Pun Ikut Terjebak Macet 1 Jam

Megapolitan
Hasil Visum Imam Masykur Tunjukkan Asfiksia, Calon Tunangan: Almarhum Tak Punya Penyakit Pernapasan

Hasil Visum Imam Masykur Tunjukkan Asfiksia, Calon Tunangan: Almarhum Tak Punya Penyakit Pernapasan

Megapolitan
PKS DKI Desak Pemprov Remajakan Bangunan Rusun yang Sudah Tua dan Rusak

PKS DKI Desak Pemprov Remajakan Bangunan Rusun yang Sudah Tua dan Rusak

Megapolitan
Kesaksian Calon Tunangan Lihat Jasad Imam Masykur di RSUD Karawang, Wajah Membiru dan Ada Lubang di Dada Kiri

Kesaksian Calon Tunangan Lihat Jasad Imam Masykur di RSUD Karawang, Wajah Membiru dan Ada Lubang di Dada Kiri

Megapolitan
Minta Pemprov DKI Cek Semua Rusun di Jakarta, F-PKS: Banyak Bangunan Tua dan Rusak

Minta Pemprov DKI Cek Semua Rusun di Jakarta, F-PKS: Banyak Bangunan Tua dan Rusak

Megapolitan
Atap Rusun Marunda Ambruk, Pemprov DKI Diminta Pastikan Keamanan Sisi Lain Bangunan

Atap Rusun Marunda Ambruk, Pemprov DKI Diminta Pastikan Keamanan Sisi Lain Bangunan

Megapolitan
Modern dan Canggih, LRT Jakarta Jadi Transportasi Publik Andal Mengatasi Macet serta Polusi

Modern dan Canggih, LRT Jakarta Jadi Transportasi Publik Andal Mengatasi Macet serta Polusi

Megapolitan
Jalur MT Haryono hingga Kapten Tendean Macet Imbas Penutupan Jalan KTT ASEAN

Jalur MT Haryono hingga Kapten Tendean Macet Imbas Penutupan Jalan KTT ASEAN

Megapolitan
3 Jam Terjebak Macet di Tol Dalam Kota, Pekerja Terlambat ke Kantor

3 Jam Terjebak Macet di Tol Dalam Kota, Pekerja Terlambat ke Kantor

Megapolitan
Pengamat Transportasi Sesalkan Ukuran Pintu LRT Tidak Standar Internasional

Pengamat Transportasi Sesalkan Ukuran Pintu LRT Tidak Standar Internasional

Megapolitan
Jalan Tendean Macet Parah Imbas Penutupan Jalan di Rasuna Said dan Gatot Soebroto

Jalan Tendean Macet Parah Imbas Penutupan Jalan di Rasuna Said dan Gatot Soebroto

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com