Kompas.com - 12/12/2019, 08:45 WIB
Ketua GP PP Ansor, Saiful Rahmat Dasuki ,(tengah) di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019) KOMPAS.COM/WALDA MARISONKetua GP PP Ansor, Saiful Rahmat Dasuki ,(tengah) di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua GP PP Ansor Saiful Rahmat Dasuki mengapresiasi dua anggota Banser NU yang mengalami persekusi pada Selasa (10/11/2019) lalu.

Saiful menilai, kedua anggota Banser tersebut mencontohkan sikap yang tenang dan tidak terprovokasi dengan intimidasi yang dilakukan oleh pelaku.

"Kami mengapresiasi sikap mereka berdua yang menujukkan sikap tawadu dengan tetap tenang," kata Saiful saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019).

"Mereka tetap mengedepankan akhlak yang tinggi sehingga provokasi yang dilakuakan oknum tersebut tidak berubah menjadi hal yang lebih buruk lagi," ucap dia.

Baca juga: Kronologi Persekusi terhadap Dua Anggota Banser NU di Pondok Pinang

Kini, pihak GP Ansor menyerahkan seluruh proses hukum ke pihak Polres Jakarta Selatan Jakarta. Mereka berharap pelaku bisa ditangkap dan mendapatkan hukuman yang setimpal.

Sebelumnya, dalam video yang berdurasi satu menit tiga detik ini, terlihat seorang anggota Banser yang diketahui bernama Eko dan temanya mendapatkan tindak persekusi dari seseorang yang belum diketahui identitasnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Awlanya pria yang memegang kamera tersebut berusaha meminta identitas kedua anggota Banser secara paksa.

"Mana KTP lo, gue mau lihat, mana sini identitas lo, ngapain di Jakarta, tanah gue?" tanya dia.

Eko pun dengan tenang menjawab.

"Gue tugas di sini, ngawal Gus Muwafiq," ucapnya.

Tidak lama berselang, dia pun mengajak Eko dan satu anggota Banser yang lain untuk mengucapkan Takbir. Namun Eko dan temanya bergeming.

Baca juga: Fakta Viralnya Persekusi Banser NU, Diintimidasi hingga Melapor ke Polisi

Sontak pria misterius itu marah kepada Eko.

Eko dan kedua temanya pun sempat dilarang untuk pergi. Pria yang melakukan persekusi bahkan mengancam jika akan dianiaya oleh "jawara" yang siap menghadang.

Pascadipersekusi, mereka langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Begal Motor Beraksi Dini Hari di Bintaro, Korban Alami Luka Bacok

Megapolitan
Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Anies Disuntik Vaksin Covid-19 AstraZeneca Dosis Kedua

Megapolitan
3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

3.362 Orang Kunjungi TMII, Taman Burung Paling Diminati

Megapolitan
Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Kasus Aktif Covid-19 Jakarta Turun, Positivity Rate Sepekan Terakhir 1,3 Persen

Megapolitan
Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Soal Penetapan Tersangka Korupsi Damkar Depok, Kejari Masih Lengkapi Alat Bukti

Megapolitan
Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Viral Video Polisi Diduga Aniaya Pengendara Mobil, Kakorlantas: Pengendara dan Petugas Diperiksa

Megapolitan
Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Anies Pecat PNS DKI yang Korupsi Sumbangan Anak Yatim

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Tangsel Bertambah 19

Megapolitan
UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

UPDATE 18 September: Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Bertambah 19

Megapolitan
Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Hari Kedua Ganjil Genap di TMII, Masih Ada Kendaraan yang Diputar Balik

Megapolitan
Soal Penyebab Kecelakaan 'Adu Banteng' di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Soal Penyebab Kecelakaan "Adu Banteng" di Pinang, Polisi Masih Selidiki

Megapolitan
Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Anies: Mari Kurangi Jejak Emisi Karbon dari Diri Kita Sendiri

Megapolitan
Motor 'Adu Banteng', Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Motor "Adu Banteng", Saksi Sebut Salah Satu Pengendara Menyalip di Tikungan

Megapolitan
Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Terus Berkurang, Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Sudah di Bawah 500 Orang

Megapolitan
Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi Toko yang Pajang Reklame Rokok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.