Polisi Gandeng Telkomsel untuk Sediakan SIM Card 4G Body Camera

Kompas.com - 12/12/2019, 10:50 WIB
Kamera portabel yang biasa disebut body camera. Foto diambil di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2019). KOMPAS.COM/ RINDI NURIS VELAROSDELAKamera portabel yang biasa disebut body camera. Foto diambil di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan bekerja sama dengan BUMN, PT Telekomunikasi Seluler ( Telkomsel), untuk menyediakan layanan fitur seluler 4G pada body camera.

Pasalnya, kamera portabel berteknologi canggih itu dapat menggunakan celluler-based (kartu seluler) atau WiFi-based (jaringan Wi-Fi).

"Kalau ditanya ini paket datanya gimana? Nanti saat dibagikan, polisi akan kerja sama dengan BUMN dari Telkomsel untuk menyokong ini," kata Kasatgas ETLE Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Arif Fazlurrahman, Kamis (12/12/2019).


Baca juga: 16 Body Camera Berbasis Internet Telah Dibagi kepada Polisi Patroli Jalan Raya

Arif mengungkapkan, body camera dilengkapi fitur koneksi internet dengan kecepatan tinggi yang memungkinkan beradaptasi pada kondisi darurat.

Jika jaringan internet mengalami gangguan, maka body camera akan merekam data secara otomatis.

"( Body camera) menggunakan jaringan broadband (internet dengan kecepatan tinggi), dalam kondisi situasional dia bisa merekam dan mem-back-up sewaktu-waktu," ungkap Arif.

Untuk diketahui, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menargetkan pembagian 100 unit body camera atau biasa disebut bodycam kepada anggota patroli jalan raya ( PJR) pada awal tahun 2020.

Saat ini, 16 body camera telah dibagikan kepada anggota PJR.

Baca juga: Mengenal Body Camera Anggota PJR yang Dilengkapi Fitur GPS hingga Emergency Button

Body camera memiliki sejumlah fitur, di antaranya mampu merekam aktifitas anggota PJR saat bertugas. Kamera portabel itu mampu merekam selama 20 jam.

Alat komunikasi berupa kamera portabel itu dapat dipasang pada saku baju anggota.

Pengadaan kamera portabel berteknologi tinggi itu bertujuan untuk mengantisipasi aksi tindak pidana yang biasa terjadi di dalam tol dan memantau aktifitas anggota di lapangan.

Semua kegiatan dan percakapan petugas dan pengemudi yang melanggar lalu lintas juga dapat terekam sehingga bisa mencegah aksi pungutan liar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X