Alasan Keamanan, Tol Layang Japek Khusus Kendaraan Golongan I Non-bus

Kompas.com - 15/12/2019, 18:45 WIB
Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek memiliki beberapa fitur keselamatan untuk keadaan darurat. Kementerian PUPRJalan Tol Layang Jakarta-Cikampek memiliki beberapa fitur keselamatan untuk keadaan darurat.
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek Djoko Dwijono mengatakan, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek dikhususnya untuk kendaraan golongan I atau kendaraan kecil.

Sementara itu, kendaraan golongan I seperti bus dan truk dilarang melintasi ruas jalan tol tersebut.

"Untuk saat ini, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated hanya untuk kendaraan tujuan jarak jauh, khusus untuk kendaraan golongan I non-bus dan non-truk," ujar Djoko dalam siaran pers, Minggu (15/12/2019).

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek dikhususnya untuk kendaraan kecil dengan tujuan demi menjamin keamanan pengendara di tol layang tersebut.

Baca juga: Tol Layang Japek Akan Dilengkapi Parking Bay untuk Kondisi Darurat

"Untuk tingkat safety, keberadaan Japek elevated hanya diperuntukan untuk golongan I," kata Djoko.

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek dapat diakses melalui dua pintu masuk dan keluar, yakni Simpang Susun Cikunir dan Karawang Barat.

Jalan tol layang tersebut dilengkapi fitur keselamatan berupa delapan titik emergency u-turn dan 113 unit kamera closed circuit television (CCTV).

Jalan tol layang itu juga dilengkapi dengan beberapa armada kendaraan, yaitu mobil derek, patroli jalan raya, patroli layanan jalan tol, rescue, dan ambulans.

Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek mulai dibuka untuk umum pada Minggu ini, pukul 06.00 WIB. Pengendara bisa melintasi jalan tol tersebut secara gratis untuk sementara waktu.

Baca juga: Besok Pukul 06.00 Tol Layang Japek Bisa Dilintasi Mobil, Tarif Gratis



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSI Nilai Sikap Anies soal Toa dalam Hadapi Banjir Tak Konsisten dan Coba-coba

PSI Nilai Sikap Anies soal Toa dalam Hadapi Banjir Tak Konsisten dan Coba-coba

Megapolitan
Pemprov DKI Masih Kaji Perlombaan yang Boleh Diadakan Saat 17 Agustus

Pemprov DKI Masih Kaji Perlombaan yang Boleh Diadakan Saat 17 Agustus

Megapolitan
UPDATE 8 Agustus: Tambah 721 Kasus Positif Covid-19, DKI Kembali Catat Lonjakan Tertinggi

UPDATE 8 Agustus: Tambah 721 Kasus Positif Covid-19, DKI Kembali Catat Lonjakan Tertinggi

Megapolitan
Saluran Injeksi Bocor, Sebuah Truk Terbakar di Pinggir Tol Cakung

Saluran Injeksi Bocor, Sebuah Truk Terbakar di Pinggir Tol Cakung

Megapolitan
Sekelompok Warga Datangi Rumah Sakit di Grogol Minta Jenazah Dikeluarkan

Sekelompok Warga Datangi Rumah Sakit di Grogol Minta Jenazah Dikeluarkan

Megapolitan
Bantah Pasar Jaya, Pihak Keluarga Pastikan Satu Pedagang Pasar Mayestik Meninggal karena Covid-19

Bantah Pasar Jaya, Pihak Keluarga Pastikan Satu Pedagang Pasar Mayestik Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Hemat Pengeluaran Kuota Internet, Guru Diminta Manfaatkan Wifi Sekolah

Hemat Pengeluaran Kuota Internet, Guru Diminta Manfaatkan Wifi Sekolah

Megapolitan
Pemprov DKI Sebut Flyover Tapal Kuda Lenteng Agung dan Tanjung Barat Bisa Jadi Ikon Jakarta

Pemprov DKI Sebut Flyover Tapal Kuda Lenteng Agung dan Tanjung Barat Bisa Jadi Ikon Jakarta

Megapolitan
Kisah Surjana, Penjual Bendera Musiman yang Merantau ke Jakarta Sejak Umur 10 Tahun

Kisah Surjana, Penjual Bendera Musiman yang Merantau ke Jakarta Sejak Umur 10 Tahun

Megapolitan
Syarat Jadi Agen Detektif Wanita: Cantik dan Pintar Berkamuflase untuk Uji Kesetiaan Lelaki

Syarat Jadi Agen Detektif Wanita: Cantik dan Pintar Berkamuflase untuk Uji Kesetiaan Lelaki

Megapolitan
Pemkot Bekasi Bagikan Ribuan Paket Sembako kepada Korban PHK Selama Pandemi

Pemkot Bekasi Bagikan Ribuan Paket Sembako kepada Korban PHK Selama Pandemi

Megapolitan
Sebuah Gudang di Penjaringan Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Sebuah Gudang di Penjaringan Terbakar, Diduga akibat Korsleting

Megapolitan
Jasa Detektif Wanita, Lihai Menggoda Pria-pria Nakal yang Tak Setia

Jasa Detektif Wanita, Lihai Menggoda Pria-pria Nakal yang Tak Setia

Megapolitan
Harga Bendera Merah Putih di Pinggir Jalan, Paling Murah Rp 15.000

Harga Bendera Merah Putih di Pinggir Jalan, Paling Murah Rp 15.000

Megapolitan
Diduga Korsleting, Rumah Dua Lantai di Penjaringan Terbakar

Diduga Korsleting, Rumah Dua Lantai di Penjaringan Terbakar

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X