Pemkot Minta PD Pasar Jaya Percepat Penataan Pasar Baru Metro Atom untuk PKL Senen

Kompas.com - 16/12/2019, 10:42 WIB
Pasar Baru Atom, tempat relokasi para PKL Senen, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVAPasar Baru Atom, tempat relokasi para PKL Senen, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Jakarta Pusat meminta PD Pasar Jaya sebagai pengelola untuk mempercepat penataan Pasar Baru Metro Atom, tempat relokasi pedagang kaki lima (PKL) Senen.

"Ya semoga penataannya dipercepat ya, saya minta PD Pasar Jaya mempercepat penataannya," ujar Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi, saat dikonfirmasi, Senin (16/12/2019).

Menurut Irwandi, penataan Pasar Baru Metro Atom harus dipercepat agar para PKL Senen bisa segera berjualan di pasar itu.

Ia mengatakan, saat ini pengelola dibantu petugas dari Pemkot Jakpus bersama-sama menata Pasar Baru Metro Atom.

Irwandi menargetkan penataan itu rampung pada pekan ini.

Baca juga: Pemkot Jakpus Sayangkan PKL Senen Masih Berusaha Dagang di Jalanan

"Ya semoga pekan ini lah selesai ya, coba tanyain juga sama PD Pasar Jaya," tuturnya.

Adapun sebelumnya, Kompas.com telah menyambangi Pasar Baru Metro Atom pada Rabu (11/12/2019) lalu.

Lantai empat eks biilliard Pasar Baru Metro Atom yang jadi tempat relokasi PKL Senen ini tampak belum ditempati para pedagang.

Belum ada PKL Senen yang berjualan di tempat relokasi itu. Hanya ada PKL Senen korban kebakaran yang lebih dahulu menempati Pasar Baru ini.

Ex Billiard itu tampak baru mulai dirapikan oleh petugas yang sibuk naik ke atas plafon untuk memasang listrik.

Baca juga: Belum Ada PKL Senen yang Pindah ke Pasar Baru Metro Atom

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begini Mekanisme Pemilihan Wagub DKI di Tengah Pandemi Covid-19

Begini Mekanisme Pemilihan Wagub DKI di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Polisi Tindak Warga Berkerumun meski Belum Ditetapkan PSBB, Ini Penjelasan Kepolisian

Polisi Tindak Warga Berkerumun meski Belum Ditetapkan PSBB, Ini Penjelasan Kepolisian

Megapolitan
11 Pasar Tradisional Kota Bekasi Sergera Terapkan Sistem Jual Beli Online

11 Pasar Tradisional Kota Bekasi Sergera Terapkan Sistem Jual Beli Online

Megapolitan
Gedung Bekas Rumah Sakit Akan Dijadikan Ruang Isolasi Kasus Covid-19, Warga Kedaung Pamulang Menolak

Gedung Bekas Rumah Sakit Akan Dijadikan Ruang Isolasi Kasus Covid-19, Warga Kedaung Pamulang Menolak

Megapolitan
1.151 Pasien Positif Covid-19 Tersebar di 202 Kelurahan, Ini Rinciannya

1.151 Pasien Positif Covid-19 Tersebar di 202 Kelurahan, Ini Rinciannya

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 di Jakarta: 1.151 Positif, 64 Sembuh, 123 Meninggal

[UPDATE] Covid-19 di Jakarta: 1.151 Positif, 64 Sembuh, 123 Meninggal

Megapolitan
Kisah Kevin, Jadi Petugas Misa Live Streaming untuk Pelayanan Umat yang Berada di Rumah

Kisah Kevin, Jadi Petugas Misa Live Streaming untuk Pelayanan Umat yang Berada di Rumah

Megapolitan
Di Tengah Pandemi Corona, Pemilihan Wagub DKI Tetap Dilaksanakan Siang Ini

Di Tengah Pandemi Corona, Pemilihan Wagub DKI Tetap Dilaksanakan Siang Ini

Megapolitan
Awas, Lupa Pakai Masker Bakal Dilarang Naik MRT

Awas, Lupa Pakai Masker Bakal Dilarang Naik MRT

Megapolitan
Pemkot Bekasi Akan Tangkap Masyarakat yang Nekat Nongkrong di Luar Rumah

Pemkot Bekasi Akan Tangkap Masyarakat yang Nekat Nongkrong di Luar Rumah

Megapolitan
Hari Ini Jangan Lupa Pakai Masker Sebelum Naik MRT

Hari Ini Jangan Lupa Pakai Masker Sebelum Naik MRT

Megapolitan
Pemkot Tangerang Keluarkan Seruan Penggunaan Masker di Luar Rumah

Pemkot Tangerang Keluarkan Seruan Penggunaan Masker di Luar Rumah

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 5 April di Depok: 64 Pasien Positif, 8 Meninggal

[UPDATE] Covid-19 5 April di Depok: 64 Pasien Positif, 8 Meninggal

Megapolitan
BMKG: Bekasi, Depok, dan Bogor Berpeluang Hujan Siang-Sore Nanti

BMKG: Bekasi, Depok, dan Bogor Berpeluang Hujan Siang-Sore Nanti

Megapolitan
[UPDATE] Covid-19 Depok: 126 dari 2.747 Warga Positif, Versi Rapid Test

[UPDATE] Covid-19 Depok: 126 dari 2.747 Warga Positif, Versi Rapid Test

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X