Harga Daging Ayam Naik Jelang Natal Akibat Ketergantungan Pakan Impor

Kompas.com - 16/12/2019, 13:36 WIB
Auditor Ahli Madya Inspektorat Jenderal II Kementerian Perdagangan, Malahyati saat ditemui di Pasar Anyar Kota Tangerang, Senin (16/12/2019) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOAuditor Ahli Madya Inspektorat Jenderal II Kementerian Perdagangan, Malahyati saat ditemui di Pasar Anyar Kota Tangerang, Senin (16/12/2019)

TANGERANG, KOMPAS.com - Auditor Ahli Madya Inspektorat Jenderal II Kemendag, Malahyati mengatakan, salah satu penyebab harga daging ayam naik adalah pakan ayam yang masih tergantung pada impor.

"Karena pakan juga, dari impor sehingga mahal," ujar Malahyati saat ditemui Kompas.com selepas operasi pasar di Pasar Anyar Kota Tangerang, Senin (16/12/2019).

Selain itu, harga daging ayam potong meningkat juga disebabkan permintaan yang tinggi menjelang natal dan tahun baru.

Meski cenderung meningkat, Malahayati mengatakan harga daging ayam masih dalam batas toleransi.

Saat ini, lanjut dia, harganya masih bisa terjangkau masyarakat.

"Kami berharap sih kalau bisa jangan sampai ada kenaikan lagi sehingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhan untuk hari besar," kata dia.

Selain itu, Malahyati mengatakan jika masyarakat mendapatkan harga bahan pokok yang tak wajar menjelang Natal dan Tahun Baru, bisa langsung melaporkan temuan itu ke Inspektorat Jenderal Kementerian Perdagangan atau Disperindag Kota Tangerang dan PD Pasar Jaya Kota Tangerang.

"Juga sebagaimana kita ketahui bahwa kita punya aplikasi, aplikasi Segar (Aplikasi Pemkot Tangerang) jadi mungkin untuk masyarakat bisa terinformasi untuk update harga setiap hari," pungkas dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geliat UMKM Kota Tangerang Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

Geliat UMKM Kota Tangerang Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

Megapolitan
KPAI Terima 224 Pengaduan Terkait PPDB 2020, Jakarta Terbanyak

KPAI Terima 224 Pengaduan Terkait PPDB 2020, Jakarta Terbanyak

Megapolitan
Warga Bekasi Diimbau Tiadakan Lomba 17-an

Warga Bekasi Diimbau Tiadakan Lomba 17-an

Megapolitan
UPDATE 5 Agustus: 4 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 604

UPDATE 5 Agustus: 4 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 604

Megapolitan
Kritik Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta, F-Gerindra: Kembalikan Saja Sistem WFH

Kritik Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta, F-Gerindra: Kembalikan Saja Sistem WFH

Megapolitan
Kemendikbud Minta Pemkot Bekasi Hentikan Simulasi KBM Tatap Muka

Kemendikbud Minta Pemkot Bekasi Hentikan Simulasi KBM Tatap Muka

Megapolitan
Tak Lagi Jabat Sekda Tangsel dan Mundur sebagai ASN, Muhamad Akan Jadi Kader PDI-P

Tak Lagi Jabat Sekda Tangsel dan Mundur sebagai ASN, Muhamad Akan Jadi Kader PDI-P

Megapolitan
Pasien Covid-19: Corona is Real, Kalau Ingin Have Fun Pikir Lagi!

Pasien Covid-19: Corona is Real, Kalau Ingin Have Fun Pikir Lagi!

Megapolitan
Polisi: Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Depok Ditangkap di Bekasi

Polisi: Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Depok Ditangkap di Bekasi

Megapolitan
Video Anji dan Hadi Pranoto soal Temuan Antibodi Covid-19 Disebut Punya Kepentingan Penjualan Obat Herbal

Video Anji dan Hadi Pranoto soal Temuan Antibodi Covid-19 Disebut Punya Kepentingan Penjualan Obat Herbal

Megapolitan
Total 2.483 Orang Dirawat, Pasien Covid-19 di Jakarta Tebanyak Sejak Awal Pandemi

Total 2.483 Orang Dirawat, Pasien Covid-19 di Jakarta Tebanyak Sejak Awal Pandemi

Megapolitan
Kasus Jenazah Hilang di TPU Karang Bahagia, Polisi Temukan Potongan Tengkorak di Septic Tank

Kasus Jenazah Hilang di TPU Karang Bahagia, Polisi Temukan Potongan Tengkorak di Septic Tank

Megapolitan
Motor Pengantar Tabung Gas Terbakar di Jatinegara

Motor Pengantar Tabung Gas Terbakar di Jatinegara

Megapolitan
Positivity Rate Covid-19 di Jakarta 7,8 Persen Selama Sepekan Terakhir

Positivity Rate Covid-19 di Jakarta 7,8 Persen Selama Sepekan Terakhir

Megapolitan
Penyintas Covid-19 Sebut Mereka yang Abai Protokol Kesehatan sebagai Orang Arogan

Penyintas Covid-19 Sebut Mereka yang Abai Protokol Kesehatan sebagai Orang Arogan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X