Colosseum Jakarta, Diskotek Terbaik Dunia Tempat Manggung DJ Top hingga Digerebek Narkoba

Kompas.com - 18/12/2019, 14:20 WIB
Suasana interior Colosseum Jakarta. Website Colosseum JakartaSuasana interior Colosseum Jakarta.
Penulis Dean Pahrevi
|

Dikutip dari laman web International Nightlife Association, Diskotek Colosseum Jakarta menempati peringkat 22 dari 100 klub terbaik dunia tahun 2019.

Baca juga: Pemprov DKI Belum Putuskan Nasib Diskotek Colosseum Setelah Ditemukan Narkoba

Bahkan pada 2018, diskotek itu tembus peringkat 11 klab terbaik dunia.

Diskotek Colosseum memiliki luas arena hiburan sekitar 1.000 meter persegi.

Berdasarkan web resmi Colosseum, diskotek itu juga memiliki langit-langit atau plafon setinggi 16 meter yang tidak dimiliki klab lainnya.

Sistem audio yang ada di diskotek itu juga disebut yang terbaik di dunia. Sistem pencahayaan didesain langsung oleh desainer pencahayaan yang mendesain klab terbaik dunia lainnya seperti di Ibiza dan New York.

Menampilkan DJ terbaik dunia

Berdasarkan informasi dari salah satu majalah musik elektronik terbaik dunia DJ Mag, Diskotek Colosseum mampu menampung 2.000 pengunjung.

Colosseum juga masuk daftar 100 klab terbaik dunia versi DJ Mag. Diskotek itu menempati peringkat 97 dunia.

Baca juga: Fraksi PDI-P DPRD DKI Sebut Anies Cuci Tangan dalam Masalah Colosseum

Tiap minggunya, diskotek itu selalu menampilkan atraksi panggung yang memukau.

Konser musik elektronik kerap digelar di diskotek tersebut dengan menampilkan pertunjukkan dari sejumlah Disk Jockey (DJ) ternama seperti Zedd, Sam Feldt, Cosmic Gate, Paul Van Dyk, dan lainnya.

Hingga ditemukan narkoba

Semua kejayaan Colosseum Jakarta itu kini berbalik sejak BNNP DKI merazia Diskotek Colosseum 1001 pada 8 September 2019.

Hasilnya, mereka mengamankan 34 pengunjung yang kedapatan positif mengonsumsi narkotika usai dites urinenya.

Kepala BNNP DKI Brigjen Tagam Sinaga mengatakan, pihaknya sudah memberikan rekomendasi ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terkait temuan itu.

"Sejak beberapa pekan lalu surat rekomendasi sudah kami berikan. Seperti yang sudah-sudah, kalau ada narkoba pasti akan dilakukan penutupan," kata Tagam dalam keterangan tertulis.

Diketahui, Diskotek Colosseum 1001 menjadi satu dari tiga klub malam yang direkomendasikan untuk ditutup oleh BNNP DKI Jakarta untuk ditutup karena ditemukan adanya pengguna yang menggunakan narkoba.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Imam Budi Minta Kepastian Nasib Pilkada Depok di Tengah Pandemi Covid-19

Imam Budi Minta Kepastian Nasib Pilkada Depok di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Angkot Hanya Bisa Angkut 5 Penumpang Saat PSBB Jakarta, Melanggar Kena Sanksi hingga Rp 150 Juta

Angkot Hanya Bisa Angkut 5 Penumpang Saat PSBB Jakarta, Melanggar Kena Sanksi hingga Rp 150 Juta

Megapolitan
Polisi Periksa Rekaman CCTV Bandara Soetta Berkait Pelecehan Seksual Saat Rapid Test

Polisi Periksa Rekaman CCTV Bandara Soetta Berkait Pelecehan Seksual Saat Rapid Test

Megapolitan
Polda Metro Bentuk Tim Khusus Buru Bandar Narkoba yang Kabur dari Lapas Tangerang

Polda Metro Bentuk Tim Khusus Buru Bandar Narkoba yang Kabur dari Lapas Tangerang

Megapolitan
Pemprov DKI Kian Masif Gerebek Lumpur Jelang Musim Hujan

Pemprov DKI Kian Masif Gerebek Lumpur Jelang Musim Hujan

Megapolitan
Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri di Tempat Tak Memadai Akan Dijemput ke Stadion Patriot Chandrabaga

Pasien Covid-19 yang Isolasi Mandiri di Tempat Tak Memadai Akan Dijemput ke Stadion Patriot Chandrabaga

Megapolitan
Polisi Tangkap Pelaku Penusukan yang Viral di Media Sosial

Polisi Tangkap Pelaku Penusukan yang Viral di Media Sosial

Megapolitan
Siap Terapkan Protokol Kesehatan, Benyamin Davnie Tak Setuju Pilkada Tangsel Ditunda

Siap Terapkan Protokol Kesehatan, Benyamin Davnie Tak Setuju Pilkada Tangsel Ditunda

Megapolitan
Belum Bayar Uang Kos, Motif Pasangan Kekasih Fajri dan Laeli Mutilasi Rinaldi

Belum Bayar Uang Kos, Motif Pasangan Kekasih Fajri dan Laeli Mutilasi Rinaldi

Megapolitan
369 Karyawan Pabrik Epson Cikarang Terpapar Covid-19

369 Karyawan Pabrik Epson Cikarang Terpapar Covid-19

Megapolitan
Siti Nur Azizah Tak Masalah jika Pilkada Tangsel Ditunda demi Keselamatan Rakyat

Siti Nur Azizah Tak Masalah jika Pilkada Tangsel Ditunda demi Keselamatan Rakyat

Megapolitan
RSD Wisma Atlet Dikabarkan Penuh Pasien Covid-19, Begini Faktanya

RSD Wisma Atlet Dikabarkan Penuh Pasien Covid-19, Begini Faktanya

Megapolitan
Napi Bandar Narkoba Lapas Tangerang Rencanakan Pelarian Sejak 6 Bulan Lalu

Napi Bandar Narkoba Lapas Tangerang Rencanakan Pelarian Sejak 6 Bulan Lalu

Megapolitan
Tak Gunakan Masker Medis dan Kain, Penumpang KRL di Stasiun Bogor Dilarang Masuk

Tak Gunakan Masker Medis dan Kain, Penumpang KRL di Stasiun Bogor Dilarang Masuk

Megapolitan
Pasangan Kekasih Pelaku Mutilasi Sempat Tidur dengan Jasad Korban di Apartemen

Pasangan Kekasih Pelaku Mutilasi Sempat Tidur dengan Jasad Korban di Apartemen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X