Pendaftaran Ditutup, 68 PKL Senen Pindah ke Pasar Baru Metro Atom

Kompas.com - 20/12/2019, 07:26 WIB
Para pengunjung yang berbelanja di Pasar Baru Metro Atom, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019). Pemindahan ini karena para pedagang berjualan di bahu Jalan Raya Senen menyebabkan kemacetan dan terlihat kumuh. KOMPAS.com/M LUKMAN PABRIYANTOPara pengunjung yang berbelanja di Pasar Baru Metro Atom, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019). Pemindahan ini karena para pedagang berjualan di bahu Jalan Raya Senen menyebabkan kemacetan dan terlihat kumuh.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat menutup pendaftaran bagi pedagang kaki lima Senen yang direlokasi ke Pasar Metro Atom, Pasar Baru.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi menjelaskan, tercatat ada 68 pedagang kaki lima Senen yang resmi pindah.

Kendati demikian, lanjut Irwandi, tidak menutup kemungkinan akan dibuka kembali pendaftaran kedua bagi para pedagang kaki lima Senen yang ingin pindah ke Pasar Metro Atom.

"Jadi, ini kita kunci dulu 68 pedagang. Kita kasih apresiasi yang sudah masuk. Kalau ada yang daftar, kita tunda dulu," kata Irwandi, Kamis (19/12/2019).

Baca juga: Pemkot Jakpus Pastikan PKL Senen Tempati Pasar Baru Metro Atom Hari Ini

Irwandi mengatakan penutupan pendaftaran ini dilakukan untuk memberikan pelajaran bagi mereka yang tidak segera mendaftar.

Padahal, Pemkot Jakarta Pusat telah memberikan waktu yang cukup panjang hingga pendaftaran berakhir.

"Kita memberikan pelajaran bagi mereka karena sudah diatur waktunya. Dan nanti kalau pun mereka akan daftar, nanti akan kita lakukan pengundian ulang tambahan, sekarang 68 tempat, jadi masih ada sisa," katanya.

Menurut Irwandi, Pemkot Jakarta Pusat berkomitmen untuk memfasilitasi para pedagang.

Baca juga: Pemkot Jakpus Sayangkan PKL Senen Masih Berusaha Dagang di Jalanan

Pihaknya juga tak serta-merta menelantarkan begitu saja, sebab dua pilihan lokasi telah diberikan kepada para pedagang antara Pasar Kenari dan Pasar Metro Atom.

Menurut Irwandi, lokasi Pasar Metro Atom juga cukup strategi.

Pedagang baju bekas Pasar Senen yang terdampak kebakaran pada 2017 juga telah menempati Pasar Metro Atom dan hingga saat ini masih bertahan. (JOKO SUPRIYANTO)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul "Setelah Resmi 68 Masuk Pasar Metro Atom, Pemkot Jakpus Tutup Pendaftaran".

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Sumber Warta Kota
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Agar Tetap Bisa Makan, Kurir Barang Bekerja walau Ada Wabah Covid-19

Agar Tetap Bisa Makan, Kurir Barang Bekerja walau Ada Wabah Covid-19

Megapolitan
Polres Jakarta Utara Pakai Water Cannon Untuk Semprot Cairan Disinfektan di Jalanan

Polres Jakarta Utara Pakai Water Cannon Untuk Semprot Cairan Disinfektan di Jalanan

Megapolitan
Kekhawatiran DKI jika Bus AKAP Tetap Beroperasi Angkut Warga ke Luar Jakarta

Kekhawatiran DKI jika Bus AKAP Tetap Beroperasi Angkut Warga ke Luar Jakarta

Megapolitan
Tewas Ditabrak Mobil saat Sedang Jogging di Karawaci, Andre Sempat Selamatkan Anaknya

Tewas Ditabrak Mobil saat Sedang Jogging di Karawaci, Andre Sempat Selamatkan Anaknya

Megapolitan
Cegah Covid-19, Puluhan Titik Jalan di Jakarta Timur Disemprotkan Disinfektan

Cegah Covid-19, Puluhan Titik Jalan di Jakarta Timur Disemprotkan Disinfektan

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Bawaslu Tangsel Tunda Tahapan Pilkada 2020

Pandemi Covid-19, Bawaslu Tangsel Tunda Tahapan Pilkada 2020

Megapolitan
Perempuan yang Tabrak Pria Paruh Baya di Karawaci Konsumsi Soju Sebelum Kejadian

Perempuan yang Tabrak Pria Paruh Baya di Karawaci Konsumsi Soju Sebelum Kejadian

Megapolitan
Kualitas Udara Jakarta Tak Membaik Selama Masa Social Distancing

Kualitas Udara Jakarta Tak Membaik Selama Masa Social Distancing

Megapolitan
Keluarga Korban Tabrakan di Karawaci: Setelah Tabrak, Pelaku Aniaya Istri Korban

Keluarga Korban Tabrakan di Karawaci: Setelah Tabrak, Pelaku Aniaya Istri Korban

Megapolitan
Karena Covid-19, Taman Margasatwa Ragunan Revisi Target Pengunjung Tahun 2020

Karena Covid-19, Taman Margasatwa Ragunan Revisi Target Pengunjung Tahun 2020

Megapolitan
Wacana Karantina Wilayah di Jakarta, Warga Minta Ada Bantuan Pemerintah karena Mata Pencaharian Hilang

Wacana Karantina Wilayah di Jakarta, Warga Minta Ada Bantuan Pemerintah karena Mata Pencaharian Hilang

Megapolitan
Kualitas Udara di Jakarta Disebut Akan Semakin Membaik jika Karantina Wilayah Diterapkan

Kualitas Udara di Jakarta Disebut Akan Semakin Membaik jika Karantina Wilayah Diterapkan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Perpanjang Penutupan Tempat Hiburan, Bioskop, hingga Apartemen Harian

Pemkot Bekasi Perpanjang Penutupan Tempat Hiburan, Bioskop, hingga Apartemen Harian

Megapolitan
Cegah Penyebaran Covid-19, Warga Jati Pulo dan Kota Bambu Utara Pasang Pagar Besi di Perbatasan Wilayah

Cegah Penyebaran Covid-19, Warga Jati Pulo dan Kota Bambu Utara Pasang Pagar Besi di Perbatasan Wilayah

Megapolitan
Cegah Corona, PT MRT Jakarta Bagikan Paket Masker dan Hand Sanitizer ke Penumpang

Cegah Corona, PT MRT Jakarta Bagikan Paket Masker dan Hand Sanitizer ke Penumpang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X