Korsleting Listrik dan Kompor Gas Jadi Penyebab Utama Kebakaran di Tambora

Kompas.com - 20/12/2019, 09:18 WIB
Sebuah rumah di Jalan Laksa V, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat terbakar, 2 orang alami luka bakar, Minggu (6/1/2019) Dokumentasi Humas Polsek TamboraSebuah rumah di Jalan Laksa V, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat terbakar, 2 orang alami luka bakar, Minggu (6/1/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga September 2019, telah terjadi 21 kasus kebakaran di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Korsleting listrik dan meledaknya kompor gas kerap menjadi pemicu kebakaran di sana.

Staf Sektor Pemadam Kebakaran (Damkar) Tambora Ari Wijaya (28) menjelaskan, umumnya penyebab kebakaran di Tambora didominasi oleh korsleting listrik dan kompor gas.

Pada tahun ini, Damkar Tambora mencatat 14 kasus kebakaran yang diakibatkan oleh konslet listrik dan tiga kasus akibat kompor gas.

Dalam wawancara, Kamis (19/12/2019), Ari menjelaskan, masih banyak warga Tambora yang belum mengerti bagaimana cara memasang listrik yang benar.

Penyebab kebakaran yang terjadi dari korsleting listrik kerap terjadi karena colokan yang menumpuk dan penggunaan alat listrik yang tidak sesuai standar.

Ketika sedang melakukan Gerakan Periksa Kompor Gas dan Listrik (Gerikgastrik), Ari sering menemukan banyak permasalahan listrik di perumahan warga.

Baca juga: Damkar Tambora Tekan Angka Kebakaran dengan Gerikgastrik

Salah satunya adalah penggunaan listrik ilegal dan banyaknya kabel yang berbelit-belit yang menghitam sehingga dapat berpotensi mengalami percikan listrik penyebab kebakaran.

Selain terjadi korsleting listrik di perumahan warga, korsleting listrik juga terjadi di tiang listrik. Korsleting tiang listrik biasanya terjadi karena hujan serta buruknya saluran arus listrik.

Tak hanya itu saja, kompor gas juga menjadi faktor kedua terbesar setelah korsleting listrik.

“Biasanya karena ada kebocoran di selang gas atau ketiduran ketika sedang memasak juga merupakan penyebab kebakaran yang sering terjadi,” ujar Ari.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontroversi Pernyataan Sekda DKI soal Banjir Dinikmati, Dinilai Tak Punya Empati hingga Tutupi Kesalahan Anies

Kontroversi Pernyataan Sekda DKI soal Banjir Dinikmati, Dinilai Tak Punya Empati hingga Tutupi Kesalahan Anies

Megapolitan
Demo Ojek Online di DPR, Menolak Pembatasan Jalan hingga Sweeping Pengemudi

Demo Ojek Online di DPR, Menolak Pembatasan Jalan hingga Sweeping Pengemudi

Megapolitan
Kronologi Perampokan Toko Emas di Pasar Pecah Kulit, Mengasak 4 Kg Emas hingga Tembak Petugas Sampah

Kronologi Perampokan Toko Emas di Pasar Pecah Kulit, Mengasak 4 Kg Emas hingga Tembak Petugas Sampah

Megapolitan
BMKG: Sabtu Pagi, Jakarta Hujan Lokal

BMKG: Sabtu Pagi, Jakarta Hujan Lokal

Megapolitan
Kerugian Toko Emas Tamansari akibat Disatroni Maling Belum Dapat Pastikan

Kerugian Toko Emas Tamansari akibat Disatroni Maling Belum Dapat Pastikan

Megapolitan
Soal Banjir Dinikmati, PSI DKI Nilai Pernyataan Sekda Menyakiti Hati Masyarakat

Soal Banjir Dinikmati, PSI DKI Nilai Pernyataan Sekda Menyakiti Hati Masyarakat

Megapolitan
Lurah Pastikan Suplai Logistik Pengungsi Banjir Cipinang Melayu Memadai

Lurah Pastikan Suplai Logistik Pengungsi Banjir Cipinang Melayu Memadai

Megapolitan
Polisi Kejar Perampok Bersenjata yang Satroni Toko Emas di Pasar Pecak Kulit

Polisi Kejar Perampok Bersenjata yang Satroni Toko Emas di Pasar Pecak Kulit

Megapolitan
Revitalisasi Monas dan Formula E, Ombudsman: Pejabat yang Rusak Cagar Budaya Bisa Dipidana

Revitalisasi Monas dan Formula E, Ombudsman: Pejabat yang Rusak Cagar Budaya Bisa Dipidana

Megapolitan
Banjir Makin Tinggi, Warga Cipinang Melayu Kembali Penuhi Posko Pengungsian

Banjir Makin Tinggi, Warga Cipinang Melayu Kembali Penuhi Posko Pengungsian

Megapolitan
Masker Ilegal di Cakung Didistribusikan ke Rumah Sakit

Masker Ilegal di Cakung Didistribusikan ke Rumah Sakit

Megapolitan
Ombudsman Minta Revitalisasi Monas dan Sirkuit Formula E Dimoratorium

Ombudsman Minta Revitalisasi Monas dan Sirkuit Formula E Dimoratorium

Megapolitan
Banjir Lagi di Cipinang Melayu, Warga Mulai Mengungsi

Banjir Lagi di Cipinang Melayu, Warga Mulai Mengungsi

Megapolitan
Saudi Larang Umrah Sementara, 48 Jemaah Asal Bekasi Batal Berangkat

Saudi Larang Umrah Sementara, 48 Jemaah Asal Bekasi Batal Berangkat

Megapolitan
Drainase Buruk hingga Persoalan Mandeknya Normalisasi Bakal Jadi Prioritas Pansus Banjir Jakarta

Drainase Buruk hingga Persoalan Mandeknya Normalisasi Bakal Jadi Prioritas Pansus Banjir Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X