Pertahankan Tradisi Sejak 1830, Ibadah Natal di GPIB Immanuel Akan Pakai Bahasa Belanda

Kompas.com - 20/12/2019, 14:36 WIB
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Immanuel Jakarta akan mengunakan bahasa Belanda dalam salah satu sesi ibadah Natal 25 Desember 2019, seperti yang dilakukan selama ini.

"Jadwal ibadah Natal nanti yang menggunakan bahasa Belanda pukul 10.00 WIB," ujar Ketua Majelis Pelaksana Tugas Harian GPIB Immanuel saat ditemui di GPIB Immanuel, Jalan Pejambon, Jumat (20/12/2019).

Johny mengatakan, penggunaan bahasa Belanda dalam ibadah untuk melanjutkan tradisi turun menurun. Pasalnya, gereja ini peninggalan Belanda.

"Ini untuk mempertahankan ciri khas Belanda," katanya.

Ia mengatakan, tradisi penggunaan bahasa Belanda sudah ada sejak tahun 1830.

Saat itu, orang-orang Belanda di Indonesia sudah menggunakan gereja ini sebagai tempat ibadah.

Johny mengatakan, bahasa Belanda juga digunakan saat ibadah Minggu biasa dengan jadwal pukul 10.00 WIB.

Saat ibadah Minggu menggunakan bahasa Belanda, lanjut Johny, ada sekitar 15 hingga 30 jemaat yang hadir.

Meski jumlah jemaat yang hadir sedikit dalam ibadah menggunakan bahasa Belanda, GPIB Immanuel tetap mempertahankan tradisi itu.

"Ya emang tidak banyak, kadang sepuluh, kadang lima, tetap kami dilakukan ibadah," kata Johny.

Selain bahasa Belanda, GPIB Immanuel juga melaksanakan ibadah dengan bahasa Inggris dan Indonesia.

Ada pun ibadah hari ini yang dimulai pukul 17.00 WIB diawali dengan bahasa Inggris. Setelah itu, pukul 19.00 WIB menggunakan bahasa Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM di DKI Kembali ke Level 2, Wagub Minta Masyarakat Lebih Waspada

PPKM di DKI Kembali ke Level 2, Wagub Minta Masyarakat Lebih Waspada

Megapolitan
Warga Cilincing Jadi Korban Peluru Nyasar, Patah Tulang di Jari Kaki

Warga Cilincing Jadi Korban Peluru Nyasar, Patah Tulang di Jari Kaki

Megapolitan
Akhir 2022, Mobil di Jakarta yang Tak Lulus Uji Emisi Tidak Bisa Perpanjang STNK

Akhir 2022, Mobil di Jakarta yang Tak Lulus Uji Emisi Tidak Bisa Perpanjang STNK

Megapolitan
Tebet Eco Park Akan Dijadikan Kawasan Rendah Emisi, Pemprov DKI Benahi Sektor Transportasi

Tebet Eco Park Akan Dijadikan Kawasan Rendah Emisi, Pemprov DKI Benahi Sektor Transportasi

Megapolitan
Kak Seto Akan Datangi Polres Jaksel Terkait Kasus Pencabulan Bocah di Kebayoran Lama

Kak Seto Akan Datangi Polres Jaksel Terkait Kasus Pencabulan Bocah di Kebayoran Lama

Megapolitan
DKI Jakarta Kembali Terapkan PPKM Level 2, Penambahan Kasus Covid-19 Terpantau Tinggi

DKI Jakarta Kembali Terapkan PPKM Level 2, Penambahan Kasus Covid-19 Terpantau Tinggi

Megapolitan
PPKM di Tangsel Kembali ke Level 2, Berlaku 5 Juli hingga 1 Agustus 2022

PPKM di Tangsel Kembali ke Level 2, Berlaku 5 Juli hingga 1 Agustus 2022

Megapolitan
Warga Diminta Pakai Transportasi Umum saat Kunjungi Tebet Eco Park, Ini Alasannya

Warga Diminta Pakai Transportasi Umum saat Kunjungi Tebet Eco Park, Ini Alasannya

Megapolitan
Pemkot Bekasi Bantah soal Dugaan Pungli Program PTSL

Pemkot Bekasi Bantah soal Dugaan Pungli Program PTSL

Megapolitan
Polisi Buru Pemotor yang Kabur Tinggalkan Temannya Usai Kecelakaan di Cakung, Korban Tewas di Tempat

Polisi Buru Pemotor yang Kabur Tinggalkan Temannya Usai Kecelakaan di Cakung, Korban Tewas di Tempat

Megapolitan
PPKM di Jakarta Naik ke Level 2, Anies Bakal Komunikasi dengan Pemerintah Pusat

PPKM di Jakarta Naik ke Level 2, Anies Bakal Komunikasi dengan Pemerintah Pusat

Megapolitan
Bantah Keluarganya Didesak Keluar dari Rusun Jatinegara Barat, Amran: Tetangga Kaget dan Minta Kami Jangan Pindah

Bantah Keluarganya Didesak Keluar dari Rusun Jatinegara Barat, Amran: Tetangga Kaget dan Minta Kami Jangan Pindah

Megapolitan
Pelaku Penyekapan yang Ditangkap di Sunter Mengaku sebagai Polisi Saat Beraksi

Pelaku Penyekapan yang Ditangkap di Sunter Mengaku sebagai Polisi Saat Beraksi

Megapolitan
Kronologi Penyekap Ditangkap di Sunter, Kabur dan Tabrak Belasan Kendaraan, lalu Diamuk Warga

Kronologi Penyekap Ditangkap di Sunter, Kabur dan Tabrak Belasan Kendaraan, lalu Diamuk Warga

Megapolitan
Tak Selamanya Tebet Eco Park Populer, Taman Ini Juga Berpotensi Viral

Tak Selamanya Tebet Eco Park Populer, Taman Ini Juga Berpotensi Viral

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.