Tak Hanya Minta Rp 5 Juta, Sopir Taksi Online juga Ambil Tabungan Biaya Persalinan Korban yang Dihamilinya

Kompas.com - 20/12/2019, 18:46 WIB
Seorang sopir taksi online berinisial AS (34) memeras pelanggannya dengan sebuah video porno antara dirinya dengan korban. KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARISeorang sopir taksi online berinisial AS (34) memeras pelanggannya dengan sebuah video porno antara dirinya dengan korban.

JAKARTA, KOMPAS.com - AS (34) seorang sopir taksi online yang menghamili penumpangnya juga memeras korban dengan video hubungan badan mereka.

Kapolsek Pademangan Kompol Joko Handono mengatakan, awalnya AS meminta uang Rp 5 juta pada korbannya itu.

"Saat korban hamil 6 bulan, si pelaku ini beralasan bahwa yang bersangkutan menabrak seseorang yang sehingga ia meminta sejumlah uang kurang lebih 5 juta ditransfer ke rekeningnya," kata Joko di Mapolsek Pademangan, Jumat (20/12/2019).

Tapi, ternyata uang Rp 5 juta itu tak bagi korban.

Ia kemudian mengambil kartu ATM yang berisi tabungan korban dari pekerjaannya sebagai pelayan restoran.

Baca juga: Sudah Dihamili, Seorang Perempuan Juga Diperas Sopir Taksi Online

"Diambil (kartu) ATM-nya dan dikuras habis uangnya yang ada di dalam ATM yang mana uang tersebut adalah persiapan untuk persalinan janin yang dikandungnya," ujar Joko.

Setelah mengambil semua uang korbannya, AS lalu menghilang tanpa jejak.

Nomornya pun tak bisa dihubungi oleh korban yang telah dinikahi siri oleh AS.

Saat anak hasil hubungan terlarang mereka lahir, AS kembali datang meminta sejumlah uang kepada korban.

Ia mengancam korban akan menjual video hubungan badan mereka yang direkam tanpa sepengetahuan korban ke sebuah website porno lokal.

Tak tahan terus diperas korban, AS lantas melaporkan hal tersebut ke Mapolsek Pademangan. Polisi pun menangkap AS di kediamannya yang berada di Tomang, Jakarta Barat pada Jumat (13/12/2019) lalu.

Baca juga: Sopir Taksi Online Ini Peras Penumpangnya dengan Rekaman Video Seks Mereka

Terhadap AS polisi menyangkakan dengan Undang-Undang ITE Pasal 27 Ayat 1 dan Pasal 4 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016. Ia juga dikenakan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman maksimal enam tahun penjara

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyelidikan Dugaan Kasus Korupsi Pejabat UNJ Dihentikan, Polisi Limpahkan ke Kemendikbud

Penyelidikan Dugaan Kasus Korupsi Pejabat UNJ Dihentikan, Polisi Limpahkan ke Kemendikbud

Megapolitan
Epidemiolog Sebut Jakarta Masih Sulit Turunkan Kasus Covid-19

Epidemiolog Sebut Jakarta Masih Sulit Turunkan Kasus Covid-19

Megapolitan
Pemkot Tangsel Bahas Rencana Pembukaan Kembali Sekolah Jelang Tahun Ajaran Baru

Pemkot Tangsel Bahas Rencana Pembukaan Kembali Sekolah Jelang Tahun Ajaran Baru

Megapolitan
Cegah Covid-19, Sebanyak 72 Anggota PPSU Pondok Labu Jalani Rapid Test

Cegah Covid-19, Sebanyak 72 Anggota PPSU Pondok Labu Jalani Rapid Test

Megapolitan
Dishub Jakarta Sediakan 200 Unit Bike Sharing di 9 Lokasi Ini

Dishub Jakarta Sediakan 200 Unit Bike Sharing di 9 Lokasi Ini

Megapolitan
Viral Video Tawuran di Johar Baru Kamis Pagi Tadi, Polisi Sebut Hoaks

Viral Video Tawuran di Johar Baru Kamis Pagi Tadi, Polisi Sebut Hoaks

Megapolitan
Langgar Isolasi Mandiri, Keluarga di Duri Kepa Ini Juga Tolak Saat Dipindahkan ke RS Darurat Covid-19

Langgar Isolasi Mandiri, Keluarga di Duri Kepa Ini Juga Tolak Saat Dipindahkan ke RS Darurat Covid-19

Megapolitan
Tangkal Covid-19, 11 Wilayah Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang Terapkan Kampung Jawara

Tangkal Covid-19, 11 Wilayah Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang Terapkan Kampung Jawara

Megapolitan
Live Music Dilarang, Musisi Kafe Diminta Tampilkan Pertunjukan dalam Bentuk Rekaman

Live Music Dilarang, Musisi Kafe Diminta Tampilkan Pertunjukan dalam Bentuk Rekaman

Megapolitan
Polisi Tangkap 2 Pria Pengguna Ganja di Sekitar Taman Ismail Marzuki

Polisi Tangkap 2 Pria Pengguna Ganja di Sekitar Taman Ismail Marzuki

Megapolitan
Kondisi Tertusuk, Pengemudi Ojek Lawan Pencuri Saat Motornya Dirampas

Kondisi Tertusuk, Pengemudi Ojek Lawan Pencuri Saat Motornya Dirampas

Megapolitan
Tak Lulus Uji Emisi, Kendaraan ASN di Jakut Tak Boleh Parkir di Kantor Wali Kota

Tak Lulus Uji Emisi, Kendaraan ASN di Jakut Tak Boleh Parkir di Kantor Wali Kota

Megapolitan
Ojek Pangkalan Ditusuk Penumpang dan Motor Nyaris Dirampas

Ojek Pangkalan Ditusuk Penumpang dan Motor Nyaris Dirampas

Megapolitan
Kadishub DKI Jakarta Sebut Pemeriksaan SIKM Masih Dilakukan di 12 Titik

Kadishub DKI Jakarta Sebut Pemeriksaan SIKM Masih Dilakukan di 12 Titik

Megapolitan
Pedagang di Pasar Jakarta yang Tolak Swab Test Covid-19 Dilarang Berjualan

Pedagang di Pasar Jakarta yang Tolak Swab Test Covid-19 Dilarang Berjualan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X