Salah Berikan Penghargaan untuk Colosseum, Disparbud: Kriteria Pemenang Harus Taati Hukum

Kompas.com - 21/12/2019, 15:35 WIB
Asisten Perekonomian yang juga Plt Kadisparbud DKI Jakarta Sri Haryati di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/2019) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGIAsisten Perekonomian yang juga Plt Kadisparbud DKI Jakarta Sri Haryati di Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/2019)
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Sri Haryati mengakui, tim penilaian penghargaan Adikarya Wisata 2019 belum mempertimbangkan temuan peredaran narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN) saat memberikan penghargaan pada Colloseum Club.

Hal itu yang menyebabkan ada kesalahan saat memilih Colloseum Club sebagai penerima penghargaan Adikarya Wisata untuk nominasi Hiburan dan Rekreasi Kelab Malam dan Diskotek.

"Kalau dari teman-teman itu ada tim jurinya dan mereka ada standar operasionalnya (saat memberikan penghargaan), hanya mungkin informasi yang sebelumnya pernah ada temuan (BNN) salah satu yang missing," ujar Sri di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu malam (21/12/2019).

Sri mengatakan, sebenarnya penghargaan Adikarya Wisata itu sudah ada sejak 1991.

Baca juga: Colosseum Jakarta, Diskotek Terbaik Dunia Tempat Manggung DJ Top hingga Digerebek Narkoba

Bahkan tim penilai Adikarya Wisata punya berbagai indikator untuk menentukan siapa pemenang penghargaan itu.

"Itu sudah lama bahkan ada kriterianya untuk memenangkan penghargaan. Sebenarnya kan gini sudah sangat jelas kalau ada kriteria pemenang lain, salah satunya taati hukum," kata Sri.

Namun, saat ditanya apakah akan menutup Colleseum Club, ia mengatakan, pihak Pemprov tengah mengkaji hal itu.

"Banyak hal yang perlu dipertimbangi (untuk mencabut), ya nanti kita lihat sekali lagi. Kalau masalah penganugerahannya kan tadi sudah (dicabut), artinya kan dari penganugerahan kelihatan. Karena memang di situ ada unsur yang dilanggar, ada info seperti itu. Tapi untuk bicara pencabutan kita harus telusuri lebih lanjut lagi," ucapnya.

Baca juga: Kelalaian dalam Pemberian Penghargaan untuk Diskotek Colosseum Berujung Digantinya Plt Kadis Pariwisata

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencabut penghargaan Adikarya Wisata 2019 yang diberikan kepada diskotek Colosseum dengan kategori nominasi Hiburan dan Rekreasi  Kelab Malam.

Hal ini lantaran pada 10 Oktober 2019, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta memberikan surat rekomendasi setelah adanya penangkapan pengguna narkoba di Diskotek Colosseum.

"Untuk itu pemberian penghargaan Colosseum yang diputuskan Disparbud dengan SK Nomor 388 Tahun 2019 tentang penetapan pemenang Adikarya Wisata 2019 yang dibubuhi tanda tangan cetak bukan tanda tangan basah Gubernur. Berdasarkan fakta tersebut maka pemberian penghargaan kepada Colloseum dibatalkan," ucap Sekretaris Daerah Saefullah di Balairung, Balai Kota, Jakarta Pusat.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Herannya Ahok soal Reklamasi Ancol | 30 RW Zona Merah Covid-19 di Jakarta

[POPULER JABODETABEK] Herannya Ahok soal Reklamasi Ancol | 30 RW Zona Merah Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
UPDATE 13 Juli: Bertambah 3, Total 437 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 13 Juli: Bertambah 3, Total 437 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Fakta-fakta Predator Seksual 305 Anak asal Prancis Meninggal karena Percobaan Bunuh Diri

Fakta-fakta Predator Seksual 305 Anak asal Prancis Meninggal karena Percobaan Bunuh Diri

Megapolitan
Dishub DKI Akan Tiadakan Jalur Khusus Pesepeda di Sudirman-Thamrin Setiap Hari Minggu

Dishub DKI Akan Tiadakan Jalur Khusus Pesepeda di Sudirman-Thamrin Setiap Hari Minggu

Megapolitan
Ayah Korban Pencabulan Pejabat Gereja di Depok: Anak Saya Dicabuli 4 Kali

Ayah Korban Pencabulan Pejabat Gereja di Depok: Anak Saya Dicabuli 4 Kali

Megapolitan
UPDATE 13 Juli: Ada 14 RW dan 11 Kelurahan Masuk Zona Merah di Kota Bekasi

UPDATE 13 Juli: Ada 14 RW dan 11 Kelurahan Masuk Zona Merah di Kota Bekasi

Megapolitan
Kini Ada 273 Pedagang di 43 Pasar Jakarta Positif Covid-19, Berikut Daftarnya

Kini Ada 273 Pedagang di 43 Pasar Jakarta Positif Covid-19, Berikut Daftarnya

Megapolitan
BPTJ: Pengguna Bus Gratis Lebih dari 1.000 Orang, Hanya 70-an Unit Terpakai

BPTJ: Pengguna Bus Gratis Lebih dari 1.000 Orang, Hanya 70-an Unit Terpakai

Megapolitan
Kemarin Kumpulkan Murid, SMAN 2 Depok Dipastikan Belajar Online Hari Ini

Kemarin Kumpulkan Murid, SMAN 2 Depok Dipastikan Belajar Online Hari Ini

Megapolitan
Risih dan Aneh, Cerita Siswa Ikut Pengenalan Sekolah pada Hari Pertama

Risih dan Aneh, Cerita Siswa Ikut Pengenalan Sekolah pada Hari Pertama

Megapolitan
UPDATE Covid-19 13 Juli: Pasien Pulih di Depok Tambah 25 Orang

UPDATE Covid-19 13 Juli: Pasien Pulih di Depok Tambah 25 Orang

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Tangerang Hujan Siang Nanti

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Tangerang Hujan Siang Nanti

Megapolitan
Penyandang Disabilitas hingga Lansia di Jakut Bisa Urus e-KTP di Rumah, Begini Caranya

Penyandang Disabilitas hingga Lansia di Jakut Bisa Urus e-KTP di Rumah, Begini Caranya

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Izinkan Sekolah Gelar KBM Tatap Muka Tanpa Persetujuan Nadiem dan Emil

Wali Kota Bekasi Izinkan Sekolah Gelar KBM Tatap Muka Tanpa Persetujuan Nadiem dan Emil

Megapolitan
Update 13 Juni: Bertambah 4, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 526

Update 13 Juni: Bertambah 4, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 526

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X