Agar Insiden Harley-Davidson di Pesawat Garuda Indonesia Tak Terulang, Bea Cukai akan Lakukan Ini

Kompas.com - 24/12/2019, 10:56 WIB
Kepala Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Finari Manan (Berjilbab Hitam) menunjukan barang bukti penyelundupan Narkotika di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Senin (23/12/2019) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOKepala Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Finari Manan (Berjilbab Hitam) menunjukan barang bukti penyelundupan Narkotika di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Senin (23/12/2019)

TANGERANG, KOMPAS.com - Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta berencana akan memberikan edukasi terkait peraturan kepabeanan dan barang kiriman luar negeri kepada masyarakat khususnya pejabat pemerintah.

Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Finari Manan mengatakan, hal tersebut akan dilakukan agar insiden penyelundupan Harley Davidson tidak terulang kembali.

"Agar tidak terulang lagi kami melakukan edukasi kepada masyarakat, masyarakat itu bisa pejabat pemerintah," ujar dia saat ditemui Kompas.com di Kantor Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Senin (23/12/2019).

Baca juga: Jelang Akhir Tahun, Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Ungkap 6 Kasus Penyelundupan Narkotika

Finari mengatakan, pejabat harus mengetahui ketentuan-ketentuan hukum membawa barang dari luar negeri.

Semestinya, kata dia, pejabat publik yang juga masyarakat tersebut bisa membaca ketentuan yang sudah berlaku.

"Mereka sebelum bepergian seharusnya membaca dulu ketentuan tersebut," kata Finari.

Terkait pengiriman barang, Finari mengatakan sebenarnya barang-barang dari luar negeri boleh saja dikirim. Dengan cara dimasukan ke bagasi, selama pengirim mencantumkan barang dalam surat deklarasi.

"Selama barangnya itu dibawa kemudian dia mendeklarasikan. Barangnya itu enggak masalah, yang masalah itu kalau dia menyembunyikan barang itu," kata dia.

Baca juga: Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Puluhan Mobil dan Motor Mewah

Sebelumnya, Onderdil motor Harley Davidson ilegal masuk ke Indonesia melalui pesawat baru milik Garuda Indonesia jenis Airbus A330-900neo.

VP Corporate Secetary Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan menjelaskan, kronologi ditemukannya onderdil sepeda motor Harley Davidson ilegal tersebut berawal dari pengiriman pesawat baru Garuda yang diluncurkan pada 27 November 2019 lalu.

"Tanggal 17 itu pesawat baru kita tiba, sebelum pesawat tiba kami memberitahukan secara formal tentang kedatangan pesawat ke otoritas termasuk ke Bea Cukai maksudnya untuk penyiapan tiba pesawat," ujar dia kepada Wartawan di Tangerang, Selasa (3/12/2019).

Kejadian tersebut berujung pada pemecatan Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Ashkara oleh Menteri BUMN, Erick Thohir.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demo Ojek Online di DPR, Menolak Pembatasan Jalan hingga Sweeping Pengemudi

Demo Ojek Online di DPR, Menolak Pembatasan Jalan hingga Sweeping Pengemudi

Megapolitan
Kronologi Perampokan Toko Emas di Pasar Pecah Kulit, Mengasak 4 Kg Emas hingga Tembak Petugas Sampah

Kronologi Perampokan Toko Emas di Pasar Pecah Kulit, Mengasak 4 Kg Emas hingga Tembak Petugas Sampah

Megapolitan
BMKG: Sabtu Pagi, Jakarta Hujan Lokal

BMKG: Sabtu Pagi, Jakarta Hujan Lokal

Megapolitan
Kerugian Toko Emas Tamansari akibat Disatroni Maling Belum Dapat Pastikan

Kerugian Toko Emas Tamansari akibat Disatroni Maling Belum Dapat Pastikan

Megapolitan
Soal Banjir Dinikmati, PSI DKI Nilai Pernyataan Sekda Menyakiti Hati Masyarakat

Soal Banjir Dinikmati, PSI DKI Nilai Pernyataan Sekda Menyakiti Hati Masyarakat

Megapolitan
Lurah Pastikan Suplai Logistik Pengungsi Banjir Cipinang Melayu Memadai

Lurah Pastikan Suplai Logistik Pengungsi Banjir Cipinang Melayu Memadai

Megapolitan
Polisi Kejar Perampok Bersenjata yang Satroni Toko Emas di Pasar Pecak Kulit

Polisi Kejar Perampok Bersenjata yang Satroni Toko Emas di Pasar Pecak Kulit

Megapolitan
Revitalisasi Monas dan Formula E, Ombudsman: Pejabat yang Rusak Cagar Budaya Bisa Dipidana

Revitalisasi Monas dan Formula E, Ombudsman: Pejabat yang Rusak Cagar Budaya Bisa Dipidana

Megapolitan
Banjir Makin Tinggi, Warga Cipinang Melayu Kembali Penuhi Posko Pengungsian

Banjir Makin Tinggi, Warga Cipinang Melayu Kembali Penuhi Posko Pengungsian

Megapolitan
Masker Ilegal di Cakung Didistribusikan ke Rumah Sakit

Masker Ilegal di Cakung Didistribusikan ke Rumah Sakit

Megapolitan
Ombudsman Minta Revitalisasi Monas dan Sirkuit Formula E Dimoratorium

Ombudsman Minta Revitalisasi Monas dan Sirkuit Formula E Dimoratorium

Megapolitan
Banjir Lagi di Cipinang Melayu, Warga Mulai Mengungsi

Banjir Lagi di Cipinang Melayu, Warga Mulai Mengungsi

Megapolitan
Saudi Larang Umrah Sementara, 48 Jemaah Asal Bekasi Batal Berangkat

Saudi Larang Umrah Sementara, 48 Jemaah Asal Bekasi Batal Berangkat

Megapolitan
Drainase Buruk hingga Persoalan Mandeknya Normalisasi Bakal Jadi Prioritas Pansus Banjir Jakarta

Drainase Buruk hingga Persoalan Mandeknya Normalisasi Bakal Jadi Prioritas Pansus Banjir Jakarta

Megapolitan
Pemkot Bogor Relokasi Makam yang Terdampak Longsor

Pemkot Bogor Relokasi Makam yang Terdampak Longsor

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X