Sterilisasi Terminal Kampung Rambutan Jelang Natal, Polisi Kerahkan Anjing Pelacak

Kompas.com - 24/12/2019, 15:58 WIB
Polisi kerahkan anjing pelacak dalam sterilisasi keamanan di Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Selasa (24/12/2019). Dokumentasi Polres Metro Jakarta TimurPolisi kerahkan anjing pelacak dalam sterilisasi keamanan di Terminal Bus Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Selasa (24/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Polres Metro Jakarta Timur bekerja sama dengan Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Mabes Polri mengerahkan anjing pelacak dalam mensterilisasi Terminal Bus Kampung Rambutan jelang Natal 2019.

Kepala Pos Pelayanan Terminal Bus Kampung Rambutan Iptu Heru Siswanto mengatakan, sterilisasi keamanan dengan anjing pelacak dilakukan di berbagai sudut terminal seperti ruang tunggu, loket, serta seluruh jalur pemberangkatan bus.

"Sterilisasi dimulai pukul 14.00 WIB, tujuan dari patroli jalan kaki tersebut adalah memberikan rasa aman dan nyaman serta bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat khususnya para penumpang Terminal Bus Kampung Rambutan," kata Heru dalam keterangannya, Selasa (24/12/2019).

Baca juga: Antisipasi Aksi Terorisme, Polisi Sterilisasi Sejumlah Gereja di Denpasar

Heru menambahkan, anjing pelacak dalam tugasnya, juga mengecek seluruh barang bawaan penumpang seperti koper untuk mengidentifikasi barang-barang berbahaya.

"(Anjing pelacak) mengidentifikasi para penumpang gelap yang membawa barang-barang berbahaya seperti narkoba, sajam (senjata tajam) dan bahan peledak," ujar Heru.

Hasil operasi, petugas tidak menemukan sesuatu yang membahayakan dan situasi terminal dalan keadaan aman kondusif.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Maling Motor di Ciputat Tewas Setelah Dikeroyok Warga

Maling Motor di Ciputat Tewas Setelah Dikeroyok Warga

Megapolitan
Ombudsman Buka Kemungkinan Periksa Anies dan Pratikno soal Dugaan Maladministrasi Formula E di Monas

Ombudsman Buka Kemungkinan Periksa Anies dan Pratikno soal Dugaan Maladministrasi Formula E di Monas

Megapolitan
Dipergoki Saat Beraksi, Maling Motor di Ciputat Babak Belur Dihakimi Warga

Dipergoki Saat Beraksi, Maling Motor di Ciputat Babak Belur Dihakimi Warga

Megapolitan
Pengelola Incar Guru Non-PNS untuk Isi Rusun DP Rp 0 Klapa Village

Pengelola Incar Guru Non-PNS untuk Isi Rusun DP Rp 0 Klapa Village

Megapolitan
Dari 780, Baru 90 Unit di Rusun DP Rp 0 Klapa Village yang Sudah Dihuni

Dari 780, Baru 90 Unit di Rusun DP Rp 0 Klapa Village yang Sudah Dihuni

Megapolitan
Buntut Larangan Arab Saudi, Kerugian Penyelenggara Umrah Diperkirakan Capai Rp 2,5 Triliun

Buntut Larangan Arab Saudi, Kerugian Penyelenggara Umrah Diperkirakan Capai Rp 2,5 Triliun

Megapolitan
Pemkot Bekasi Butuh 500 Pompa untuk Tangani Banjir

Pemkot Bekasi Butuh 500 Pompa untuk Tangani Banjir

Megapolitan
Anies Minta Dinkes DKI Sediakan Alat Lengkap untuk Hadapi Corona

Anies Minta Dinkes DKI Sediakan Alat Lengkap untuk Hadapi Corona

Megapolitan
Keluarkan Instruksi, Anies Minta Sosialisasi Corona Disebar ke Sekolah hingga Tempat Wisata

Keluarkan Instruksi, Anies Minta Sosialisasi Corona Disebar ke Sekolah hingga Tempat Wisata

Megapolitan
Anies Keluarkan Ingub Waspada Corona untuk Jajaran Pemprov dan Masyarakat

Anies Keluarkan Ingub Waspada Corona untuk Jajaran Pemprov dan Masyarakat

Megapolitan
Akibat Banjir, 495 Jalan di Jakarta Rusan dan 3.290 Titik Berlubang

Akibat Banjir, 495 Jalan di Jakarta Rusan dan 3.290 Titik Berlubang

Megapolitan
Viral Penumpang Tag Kursi KRL, PT KCI Ingatkan Pentingnya Etika dan Toleransi di Kereta

Viral Penumpang Tag Kursi KRL, PT KCI Ingatkan Pentingnya Etika dan Toleransi di Kereta

Megapolitan
Mahasiswi UI Dilecehkan di Lingkungan Kampus, Ini Respons Rektor Ari Kuncoro

Mahasiswi UI Dilecehkan di Lingkungan Kampus, Ini Respons Rektor Ari Kuncoro

Megapolitan
Jasad Bayi yang Ditemukan di Kali Tambora Diduga Korban Tenggelam

Jasad Bayi yang Ditemukan di Kali Tambora Diduga Korban Tenggelam

Megapolitan
Cegah Banjir Lagi, Mesin Pompa di Underpass Tol JORR Kalimalang Akan Ditambah

Cegah Banjir Lagi, Mesin Pompa di Underpass Tol JORR Kalimalang Akan Ditambah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X