Melawan Saat Tunjukkan Gudang Ganja, Pengedar Narkoba di Bekasi Ditembak Polisi

Kompas.com - 27/12/2019, 14:59 WIB
Kapolres Metro Bekasi Kombes Candra Sukma Kumara di Mapolres Metro Bekasi, Jumat (27/12/2019), saat konferensi pers pengungkapan kasus narkoba. Dokumentasi Polres Metro BekasiKapolres Metro Bekasi Kombes Candra Sukma Kumara di Mapolres Metro Bekasi, Jumat (27/12/2019), saat konferensi pers pengungkapan kasus narkoba.

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pengedar narkoba jenis ganja inisial AR ditembak pada bagian kaki oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi karena melawan petugas.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Candra Sukma Kumara mengatakan, AR ditangkap di Apartemen Margonda Residence, Kota Depok, pada 23 Desember 2019 lalu.

Usai ditangkap, polisi langsung menuju gudang penyimpanan ganja di Jalan Sersan Aning, Pancoran Mas, Kota Depok yang ditunjukkan AR.

"Pada saat terduga pelaku dibawa menunjukkan lokasi penyimpanan ganja, dia berusaha melawan petugas. Sehingga dilakukan tindakan tegas melumpuhkan dengan menembak bagian kaki," kata Candra di Mapolres Metro Bekasi, Jumat (27/12/2019).

Baca juga: Hendak Edarkan Ganja Saat Malam Tahun Baru, Pengedar Narkoba Ditembak Mati

Di dalam gudang itu, polisi menemukan ganja seberat 200 kilogram dan menyitanya.

Adapun AR ditangkap polisi karena kerap mengedarkan ganja di wilayah Perumahan Grand Residence Setu, Kabupaten Bekasi.

Kemudian ,saat ditangkap dan dilakukan pengembangan, ternyata AR menyimpan ganja seberat 200 kilogram.

"Selanjutnya terduga pelaku berikut barang bukti dibawa ke kantor Satuan Narkoba Polres Metro Bekasi, guna proses Penyidikan sampai dengan ke pengadilan," ujar Candra.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti, yakni 200 kilogram ganja yang dibungkus koran dan dilakban, serta satu unit handphone.

Atas perbuatannya, AR dijerat Pasal 114 Ayat (2) Sub Pasal 112 Ayat (2), UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati.

Baca juga: Polisi Tangkap 2 Pengedar Narkoba di Depok, Barbuk 18 Kg Ganja

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X