KALEIDOSKOP 2019: Deretan Artis yang Terjerat Narkoba

Kompas.com - 27/12/2019, 19:08 WIB
Ilustrasi narkoba. SHUTTERSTOCKIlustrasi narkoba.

Rifat ditangkap di kamar kosnya di kawasan Bintaro, Pesanggaran, Jakarta Selatan, pada Rabu (2/10/2019) dini hari.

Di sana, polisi menangkap aktor kelahiran 1993 itu bersama teman wanitanya yang bernama Tessa.

Dari penangkapan Rifat, polisi mengamankan barang bukti berupa tiga kertas isi ganja, empat plastik berisi ganja, satu wadah kaleng berisi ganja dan satu buah plastik klip berukuran besar berisi ganja, satu set alat hisap sabu dan sebuah ponsel.

Rifat mengaku telah menggunakan narkoba jenis ganja selama setahun.

Baca juga: Artis Lenong Rifat Sungkar Ditangkap Polisi karena Narkoba

Pria berusia 26 tahun ini mengaku mengonsumsi barang haram untuk mencari inspirasi demi menunjang profesinya sebagai content creator di sebuah perusahaan game.

"Awalnya karena sekarang kan (saya) sudah tidak bergerak (bekerja) di bidang entertainment. Saya bekerja di salah satu perusahaan gaming sebagai content creator. Ya, mungkin perlu banyak inspirasilah, makanya saya menggunakan narkoba jenis ganja," kata Rifat.

5. Ibnu Rahim

Industri hiburan kembali tercoreng dengan ditangkapnya Ibnu Rahim (19) oleh Satnarkoba Polres Tangerang Selatan terkait kepemilikan narkoba jenis ekstasi dan sabu-sabu.

Artis yang pernah bermain di sinetron 'Madun' yang disiarkan sebuah televisi swasta itu ditangkap di Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2019).

Saat ditangkap, Ibnu Rahim tak sendirian. Dia bersama rekannya AB yang berkerja sebagai kurir pengantar narkoba.

Penangkaoan Ibnu berdasarkan pengembangan kasus narkoba yang melibatkan BDW.  Tersangka BDW  ditangkap beberapa minggu sebelumnya.

Baca juga: Polisi Dalami Kemungkinan Pemain Sinetron Ibnu Rahim Jual Narkoba di Kalangan Artis

BDW mengungkapkan bahwa sabu-sabu yang dimilikinya pemberian Ibnu.

Selain menggunakan ekstasi dan sabu, Ibnu juga merupakan pengedar.

Dia mengedarkan barang haram tersebut ke orang lain selama satu tahun belakangan. Ia biasanya menjual ekstasi seharga Rp 250.000 sampai dengan Rp 300.000 per empat butir.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Ibnu, narkoba tersebut didapat dari salah seorang tahanan yang berada di dalam lapas.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Tangerang Hujan Siang Nanti

Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta dan Tangerang Hujan Siang Nanti

Megapolitan
Kronologi Penerbitan e-KTP Djoko Tjandra, Pengacara Sempat Temui Lurah Grogol Selatan

Kronologi Penerbitan e-KTP Djoko Tjandra, Pengacara Sempat Temui Lurah Grogol Selatan

Megapolitan
Anies Sebut Reklamasi Ancol untuk Atasi Banjir, KIARA: Alasan Klise

Anies Sebut Reklamasi Ancol untuk Atasi Banjir, KIARA: Alasan Klise

Megapolitan
PSBB Tangsel Kembali Diperpanjang 14 Hari sampai 26 Juli

PSBB Tangsel Kembali Diperpanjang 14 Hari sampai 26 Juli

Megapolitan
Tahun Ajaran Baru Dimulai Besok, Disdik Bogor Larang Sekolah Belajar Tatap Muka

Tahun Ajaran Baru Dimulai Besok, Disdik Bogor Larang Sekolah Belajar Tatap Muka

Megapolitan
Setiap Senin, Stasiun KRL Bogor, Cilebut dan Cikarang Tak Layani Penumpang THB

Setiap Senin, Stasiun KRL Bogor, Cilebut dan Cikarang Tak Layani Penumpang THB

Megapolitan
Jika Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Anies: Kita Semua Bisa Kembali Dalam Rumah

Jika Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Anies: Kita Semua Bisa Kembali Dalam Rumah

Megapolitan
Anies: 66 Persen Kasus Baru Jakarta adalah OTG

Anies: 66 Persen Kasus Baru Jakarta adalah OTG

Megapolitan
Izin Reklamasi Ancol Buat Nasib Pemulihan Teluk Jakarta Tidak Jelas

Izin Reklamasi Ancol Buat Nasib Pemulihan Teluk Jakarta Tidak Jelas

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Penumpang, Jadwal KRL dari Bogor dan Cikarang Ditambah

Antisipasi Lonjakan Penumpang, Jadwal KRL dari Bogor dan Cikarang Ditambah

Megapolitan
Anies Sebut Persebaran Covid-19  di Jakarta Sebagian Besar Terjadi di Pasar

Anies Sebut Persebaran Covid-19 di Jakarta Sebagian Besar Terjadi di Pasar

Megapolitan
Catat Lonjakan Kasus Tertinggi, Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 10 Persen

Catat Lonjakan Kasus Tertinggi, Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 10 Persen

Megapolitan
Tambah 404 Kasus, Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Kembali yang Tertinggi

Tambah 404 Kasus, Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Kembali yang Tertinggi

Megapolitan
Walhi Sebut Reklamasi Ancol Sama dengan 17 Pulau, Tetap Eksploitasi Teluk Jakarta

Walhi Sebut Reklamasi Ancol Sama dengan 17 Pulau, Tetap Eksploitasi Teluk Jakarta

Megapolitan
Sedang Menyapu, Petugas PPSU Temukan Jenazah Bayi di Cengkareng

Sedang Menyapu, Petugas PPSU Temukan Jenazah Bayi di Cengkareng

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X