Imigrasi Depok Tangkap 2 WNA Pakistan Modus Minta Sumbangan ke Warga

Kompas.com - 27/12/2019, 23:55 WIB
Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kota Depok menangkap dua Warga Negara Asing (WNA) asal Pakistan yang meminta sumbangan dan kerap resahkan warga, Jumat (27/12/2019) KOMPAS.com/ANGGITA NURLITASARIKantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kota Depok menangkap dua Warga Negara Asing (WNA) asal Pakistan yang meminta sumbangan dan kerap resahkan warga, Jumat (27/12/2019)

DEPOK, KOMPAS.com - Kantor Imigrasi Kota Depok menangkap dua Warga Negara Asing (WNA) asal Pakistan yang kerap meminta sumbangan ke warga dan sejumlah masjid di Kota Bekasi, Bogor hingga Depok.

"Mereka mengumpulkan uang dari masjid ke masjid di Bekasi, Bogor tengah sampai Depok. Jadi pergerakan mereka itu titiknya cepat sekali kalau tadi kita sudah memeriksa hp-nya itu dia screen capture masjid yang ada di wilayah tadi," ujar Kasubsi Intelijen Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kota Depok Joko Ardianto Wibowo, Jumat (27/12/2019).

Baca juga: Polisi Tangkap Dua WNA China yang Jadi Direktur Pinjaman Online Ilegal di Pluit

Kedua WNA ini berinisial FG dan MAG disinyalir telah dua kali datang ke Indonesia untuk meminta sumbangan.

"Jadi mereka itu menggunakan visa yang namanya D212 dimana di Indonesia itu mereka hanya bisa tinggal 60 hari, jadi 60 hari mereka tinggal di sini kemudian pergi dan kembali lagi ke Indonesia ngumpulin uang lagi, kami lihat sudah dua kali," ujar Joko.

Dana yang terkumpul dari hasil meminta sumbangan tersebut akan dikirimkan ke seseorang yang berinisial ABG di Pakistan.

"Uangnya untuk dikirimkan ke suatu lembaga di Pakistan bernama Madrasa Arabiah. Mereka mengumpulkan uang lalu mengirimkan hasil pungutan tersebut melalui western union ke seseorang bernama ABG yang merupakan seorang warga negara Pakistan," kata dia.

Baca juga: WNA Turki Pelaku Skimming Ditangkap, Bobol Uang Nasabah Rp 1,8 Miliar

Dia mengaku, pihaknya masih mendalami indikasi keterlibatan jaringan lain serta menelusuri uang hasil dari sumbangan yang diminta dari para warga.

"Saya tidak dapat menjamin karena sedang kami telusuri lebih dalam lagi," ujar Joko

Atas perbuatannya, kedua WNA Pakistan ini dijerat Pasal 122 huruf A dan B Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 dengan hukuman penjara paling lama 5 tahun, dan denda Rp 500 juta.

"Mereka ini terbukti menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal yang diberikan, makanya kita tangkap," pungkasnya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masker Ilegal di Cakung Tak Dilengkapi Lapisan Antivirus

Masker Ilegal di Cakung Tak Dilengkapi Lapisan Antivirus

Megapolitan
WNI yang Dievakuasi dari Jepang Akan Tiba di Indonesia 1 Maret 2020

WNI yang Dievakuasi dari Jepang Akan Tiba di Indonesia 1 Maret 2020

Megapolitan
Ojol Dipaksa Tidak Narik Saat Demo, Penumpang Geram

Ojol Dipaksa Tidak Narik Saat Demo, Penumpang Geram

Megapolitan
Berkat Rekaman CCTV, Polisi Berhasil Tangkap Pencuri Tas Berisi Emas di Marunda

Berkat Rekaman CCTV, Polisi Berhasil Tangkap Pencuri Tas Berisi Emas di Marunda

Megapolitan
Dari Atas Mobil Komando, Sufmi Dasco Kesal Orasinya Diinterupsi Pengemudi Ojol

Dari Atas Mobil Komando, Sufmi Dasco Kesal Orasinya Diinterupsi Pengemudi Ojol

Megapolitan
188 WNI Mulai Mendekati Pulau Sebaru Disertai Pengwalan Ketat Aparat

188 WNI Mulai Mendekati Pulau Sebaru Disertai Pengwalan Ketat Aparat

Megapolitan
Pelanggan Tak Luput Kena Sweeping Saat Demo Ojol di DPR

Pelanggan Tak Luput Kena Sweeping Saat Demo Ojol di DPR

Megapolitan
Ada Demo Ojek Online, Driver yang Bawa Penumpang Kena Sweeping Sesama Ojol

Ada Demo Ojek Online, Driver yang Bawa Penumpang Kena Sweeping Sesama Ojol

Megapolitan
Menlu Lepas Keberangkatan Tim Evakuasi WNI di Yokohama Jepang

Menlu Lepas Keberangkatan Tim Evakuasi WNI di Yokohama Jepang

Megapolitan
Santri yang Ditemukan di Sawah Tewas karena Tersedak Lumpur dan Air

Santri yang Ditemukan di Sawah Tewas karena Tersedak Lumpur dan Air

Megapolitan
Polisi Tembak Dua Penipu dan Skimming ATM

Polisi Tembak Dua Penipu dan Skimming ATM

Megapolitan
Gudang Penimbunan dan Produksi Masker Ilegal di Cakung-Cilincing Kantongi Izin Penyimpanan Alat Kesehatan

Gudang Penimbunan dan Produksi Masker Ilegal di Cakung-Cilincing Kantongi Izin Penyimpanan Alat Kesehatan

Megapolitan
Polisi Buru Pembuat Kartu ATM BRI Link yang Digunakan untuk Skimming

Polisi Buru Pembuat Kartu ATM BRI Link yang Digunakan untuk Skimming

Megapolitan
Manfaatkan Isu Corona, Produsen Masker Ilegal di Cakung Cilincing Gunakan Mesin dari China

Manfaatkan Isu Corona, Produsen Masker Ilegal di Cakung Cilincing Gunakan Mesin dari China

Megapolitan
Guru SMAN 12 yang Pukul Muridnya Dipindah Mengajar ke Kabupaten Bekasi

Guru SMAN 12 yang Pukul Muridnya Dipindah Mengajar ke Kabupaten Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X