Pembunuhan Noven, Kasus yang Belum Tuntas pada 2019

Kompas.com - 31/12/2019, 14:10 WIB
Orangtua Andriana Yubelia Noven Cahya (18) meratapi makam anaknya di TPU Cimuncang, Kota Bandung, Kamis (10/1/2019).  Adriana ditusuk oleh orang tak dikenal di sebuah gang, sekitar Jalan Riau, Baranangsiang, Bogor, beberapa waktu lalu. KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA.Orangtua Andriana Yubelia Noven Cahya (18) meratapi makam anaknya di TPU Cimuncang, Kota Bandung, Kamis (10/1/2019). Adriana ditusuk oleh orang tak dikenal di sebuah gang, sekitar Jalan Riau, Baranangsiang, Bogor, beberapa waktu lalu.

BOGOR, KOMPAS.com - Sejumlah kasus pembunuhan terjadi di wilayah Kota Bogor, Jawa Barat, sepanjang 2019. Beberapa di antaranya dilakukan secara sadis.

Namun, dari sederet kasus itu, sorotan publik tertuju pada peristiwa pembunuhan seorang siswi sekolah menengah kejuruan (SMK) bernama Andriana Yubelia Noven Cahya.

Peristiwa kelam yang telah merenggut nyawa gadis cantik berusia 18 tahun itu terjadi pada 8 Januari 2019. Ia ditusuk oleh seseorang seusai pulang sekolah di sebuah gang kecil, tak jauh dari lokasi sekolahnya.

Berbagai upaya telah dilakukan kepolisian untuk mengusut kasus tersebut. Olah TKP, pemeriksaan saksi, memeriksa rekaman CCTV, hingga melibatkan Federal Bureau Investigation (FBI) pun telah dilakukan.

Baca juga: Kronologi Penusukan Noven, Siswi SMK di Bogor

Namun, hingga 11 bulan kasus itu bergulir, polisi belum dapat mengungkap misteri pembunuhan itu.

Awal September 2019, polisi pun merilis perkembangan terbaru dari kasus itu.

Polisi telah mengidentifikasi dua hingga tiga orang sebagai terduga pelaku pembunuh Noven.

Kepala Polresta Bogor Kota Komisaris Besar Hendri Fiuser mengatakan, mereka diduga kuat mengenal korban dan mengetahui peristiwa pembunuhan itu.

Meski begitu, untuk membuktikannya, polisi masih membutuhkan data pendukung.

"Beberapa orang sudah kami identifikasi. Itu belum pernah tersentuh sebelumnya. Untuk mengaitkan kepada yang bersangkutan, kita butuh data pendukung dulu. Tapi orang-orang ini sudah kita tapping keberadaannya," ungkap Hendri, Selasa (3/9/2019).

Beberapa temuan dan fakta pun telah diungkap pihak kepolisian sebelumnya. Dirangkum dari artikel Kompas.com, berikut lima data perkembangan kasus pembunuhan Noven.

1. Korban ditusuk di bagian dada kiri

Andriana Yubelia Noven Cahya Rejeki tewas ditusuk oleh orang tak dikenal di sebuah gang seusai pulang sekolah. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), korban ditusuk di bagian dada yang menyebabkannya meninggal dunia.

"Ditusuk di bagian dada sebelah kiri dengan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkaan korban meninggal dunia dengan luka tusuk senjata tajam lebar kurang lebih 3 cm dalam luka 22 cm," kata Kasubag Humas Polresta Bogor Kota Yuni Astusi, dalam keterangannya, Selasa (8/1/2019).

Baca juga: Dalam Sebulan, FBI Janji Selesaikan Identifikasi Rekaman Penusukan Siswi SMK di Bogor

Yuni menambahkan, petugas masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.

Sejumlah saksi, sambung Yuni, sudah dimintai keterangan termasuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

"Kami masih dalami kasus ini untuk mengungkap identitas pelaku penusukan," tuturnya.

Dari hasil rekaman CCTV yang terpasang di lokasi kejadian, terlihat pelaku adalah seorang pria.

2. Motif awal karena sakit hati

Kepolisian Resor Bogor Kota masih mendalami kasus penusukan terhadap siswi SMK Baranangsiang, Andriana Yubelia Noven Cahya Rejeki (18).

Kepala Polresta Bogor Kota Komisaris Besar Hendri Fiuser menduga, motif pelaku menusuk korban dilatarbelakangi karena dendam dan sakit hati.

"Pelakunya belum ketangkap, tapi pada umumnya kasus pembunuhan seperti ini pasti ada motifnya. Sementara, dugaan awal karena dendam dan sakit hati," ujar Hendri, Rabu (9/1/2019).

Baca juga: Polisi Serahkan Rekaman CCTV Penusukan Siswi SMK di Bogor ke FBI

Hendri menambahkan, sejauh ini polisi sudah mengumpulkan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, yaitu pisau, baju seragam korban, serta rekaman CCTV.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3.042 Pekerja di Tangerang Kena PHK karena Perusahaan Terdampak Covid-19

3.042 Pekerja di Tangerang Kena PHK karena Perusahaan Terdampak Covid-19

Megapolitan
Warga Miskin dan Rentan Miskin di DKI Diminta Daftar ke RW untuk Dapat Bantuan Sembako

Warga Miskin dan Rentan Miskin di DKI Diminta Daftar ke RW untuk Dapat Bantuan Sembako

Megapolitan
[HOAKS] PT KAI Batalkan Seluruh Perjalanan Jakarta Selama PSBB

[HOAKS] PT KAI Batalkan Seluruh Perjalanan Jakarta Selama PSBB

Megapolitan
Ketua DPRD Sebut Pemprov DKI Belum Komunikasi Terkait Anggaran Covid-19

Ketua DPRD Sebut Pemprov DKI Belum Komunikasi Terkait Anggaran Covid-19

Megapolitan
Mekanisme Karantina ODP dan PDP di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Mekanisme Karantina ODP dan PDP di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Megapolitan
Polisi Tangkap Sekuriti dan Sopir Angkot Pelaku Bobol ATM, Sudah 12 Kali Beraksi

Polisi Tangkap Sekuriti dan Sopir Angkot Pelaku Bobol ATM, Sudah 12 Kali Beraksi

Megapolitan
Tahap Pertama, Pemprov DKI Distribusikan Bantuan Sembako ke 1,2 Juta KK

Tahap Pertama, Pemprov DKI Distribusikan Bantuan Sembako ke 1,2 Juta KK

Megapolitan
Pembagian Sembako Akan Dilakukan dari Rumah ke Rumah demi Cegah Calo

Pembagian Sembako Akan Dilakukan dari Rumah ke Rumah demi Cegah Calo

Megapolitan
Keluar Lapas 2 Hari, Eks Napi Mabuk Mengamuk dan Acak-acak Rumah Makan di Depok

Keluar Lapas 2 Hari, Eks Napi Mabuk Mengamuk dan Acak-acak Rumah Makan di Depok

Megapolitan
Ajukan PSBB, Pemkot Bekasi Akui Kekurangan Dana Tangani Covid-19

Ajukan PSBB, Pemkot Bekasi Akui Kekurangan Dana Tangani Covid-19

Megapolitan
Hari Ini, 1.000 Paket Sembako Dibagikan kepada Warga Kurang Mampu di Tebet

Hari Ini, 1.000 Paket Sembako Dibagikan kepada Warga Kurang Mampu di Tebet

Megapolitan
Polisi Tetapkan Vanessa Angel sebagai Tersangka Kasus Penyalahgunaan Narkotika

Polisi Tetapkan Vanessa Angel sebagai Tersangka Kasus Penyalahgunaan Narkotika

Megapolitan
Rumah Lawan Covid-19 di Tangsel Bakal Tampung Pasien ODP dan PDP

Rumah Lawan Covid-19 di Tangsel Bakal Tampung Pasien ODP dan PDP

Megapolitan
Seorang Warga Tewas dalam Kebakaran di Grogol Pagi Tadi

Seorang Warga Tewas dalam Kebakaran di Grogol Pagi Tadi

Megapolitan
Depok Perpanjang Masa Belajar di Rumah hingga 30 April 2020

Depok Perpanjang Masa Belajar di Rumah hingga 30 April 2020

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X