Anies Instruksikan Anak Buah Kerja Nonstop Atasi Banjir

Kompas.com - 02/01/2020, 10:47 WIB
Gubernur Anies Baswedan saat bercengkrama dengan pengungsi banjir di Kemang Utara, Rabu (1/1/2019). KOMPAS.com/ELSA CATRIANAGubernur Anies Baswedan saat bercengkrama dengan pengungsi banjir di Kemang Utara, Rabu (1/1/2019).
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menginstruksikan seluruh anak buahnya untuk bekerja nonstop mengatasi banjir yang terjadi sejak Rabu (1/1/2020) kemarin.

Anies berujar, tugas Pemprov DKI masih banyak untuk menuntaskan bencana banjir.

Parameter tuntasnya banjir, yakni banjir dan genangan surut; jalan dan fasilitas publik berfungsi; pengungsi kembali ke rumahnya; dan kegiatan masyarakat kembali seperti semula.

"Sampai dengan kondisi itu tercapai, kita kerja nonstop, all out, dan harus tuntas. Bapak Ibu saudara sekalian, seluruh jajaran yang saya hormati, terus jaga semangat, jangan kendorkan kerja, terus bekerja all out, pastikan semua turun full team hari ini," ujar Anies dalam rekaman suara yang dikirimkan Pemprov DKI, Kamis (2/1/2020).

Baca juga: Korban Banjir di Cipinang Melayu Butuh Baju Layak Pakai

Anies menyadari, banyak anak buahnya yang kelelahan karena bekerja mengatasi banjir sejak Rabu kemarin. Namun, tugas pemerintah tetap harus dijalankan sampai masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan normal.

"Saya menyadari semuanya dalam kondisi lelah setelah bekerja lebih dari 24 jam. Insya Allah kebahagiaan masyarakat ketika mereka bisa kembali ke rumahnya dan berkegiatan, menjadi obat bagi kelelahan kita. Insya Allah kelelahan ini akan dibalas dengan pahala yang tak ternilai dari Allah SWT," kata dia.

Selain itu, Anies meminta para lurah dan camat memenuhi semua kebutuhan warga yang menjadi korban banjir. Dia meminta lurah dan camat aktif mendatangi warga korban banjir untuk menanyakan kebutuhan mereka dan memenuhinya.

Baca juga: Mau Kirim Obat hingga Selimut untuk Korban Banjir? Ini Lokasi Posko Logistik di Jakarta

Lurah dan camat juga diinstruksikan untuk berkoordinasi dengan tokoh masyarakat di pengungsian mandiri dan menanyakan kebutuhan di lokasi pengungsian tersebut.

"Hal-hal yang tampak sederhana harus segera diantisipasi, mulai dari minuman, makanan, obat-obatan, alas tidur, toilet umum, itu semua harus dipastikan ada. Di tempat-tempat yang sudah surut, pastikan kebersihan segera terjaga, pastikan petugas-petugas kita hadir membersihkan," ucap Anies.

Anies juga berterima kasih kepada seluruh anak buahnya yang sudah bekerja nonstop untuk mengatasi banjir Jakarta. Dia juga berpesan anak buahnya untuk selalu siaga.

"Kita sudah merasakan bahwa hujan mulai mereda, air mulai surut, tetapi tantangan kita belum selesai. Mari kita terus siaga, tanggap, dan galang," tutur Anies.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tidak Banding, Grand Indonesia Siap Bayar Ganti Rugi Rp 1 Miliar ke Ahli Waris Henk Ngantung

Tidak Banding, Grand Indonesia Siap Bayar Ganti Rugi Rp 1 Miliar ke Ahli Waris Henk Ngantung

Megapolitan
Polisi Tangkap Wanita yang Buang Bayinya di Selokan di Pulogadung

Polisi Tangkap Wanita yang Buang Bayinya di Selokan di Pulogadung

Megapolitan
Sejak Pedagang Daging Mogok Massal, RPH Kota Bekasi Tak Beroperasi

Sejak Pedagang Daging Mogok Massal, RPH Kota Bekasi Tak Beroperasi

Megapolitan
Anies Minta Pusat Ambil Alih Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Anies Minta Pusat Ambil Alih Koordinasi Penanganan Covid-19 di Jabodetabek

Megapolitan
Jenazah Pasien Covid-19 Bisa Dimakamkan di Pemakaman Mana Saja asal Terapkan Prokes

Jenazah Pasien Covid-19 Bisa Dimakamkan di Pemakaman Mana Saja asal Terapkan Prokes

Megapolitan
Pedagang Daging Mogok Jualan, Penjual Bakso dan Soto Terpaksa Tutup

Pedagang Daging Mogok Jualan, Penjual Bakso dan Soto Terpaksa Tutup

Megapolitan
Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tambah 3.786, Angka Penambahan Harian Tertinggi Sejak Pandemi

Kasus Baru Covid-19 di Jakarta Tambah 3.786, Angka Penambahan Harian Tertinggi Sejak Pandemi

Megapolitan
Basarnas Pastikan Tanda SOS di Pulau Laki Hoaks

Basarnas Pastikan Tanda SOS di Pulau Laki Hoaks

Megapolitan
Tak Laku Dijual karena Mahal, Daging Sapi Dibuang hingga Dikonsumsi Pedagangnya

Tak Laku Dijual karena Mahal, Daging Sapi Dibuang hingga Dikonsumsi Pedagangnya

Megapolitan
Pusat Diminta Pimpin Penanganan Covid-19 di Jabodetabek, DPRD DKI: Wajar Anies Angkat Tangan

Pusat Diminta Pimpin Penanganan Covid-19 di Jabodetabek, DPRD DKI: Wajar Anies Angkat Tangan

Megapolitan
Hoaks Seputar Sriwijaya Air SJ 182, Mulai dari Bayi Selamat hingga Tanda SOS di Pulau Laki

Hoaks Seputar Sriwijaya Air SJ 182, Mulai dari Bayi Selamat hingga Tanda SOS di Pulau Laki

Megapolitan
Kronologi Kasus Pasien dan Perawat Mesum di RSD Wisma Atlet, Berawal dari Aplikasi Kencan hingga Penetapan Tersangka

Kronologi Kasus Pasien dan Perawat Mesum di RSD Wisma Atlet, Berawal dari Aplikasi Kencan hingga Penetapan Tersangka

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi Mogok, Tukang Bakso di Pasar Koja Baru Tak Bisa Berjualan

Pedagang Daging Sapi Mogok, Tukang Bakso di Pasar Koja Baru Tak Bisa Berjualan

Megapolitan
Langgar Hak Cipta Tugu Selamat Datang, Grand Indonesia Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 1 Miliar

Langgar Hak Cipta Tugu Selamat Datang, Grand Indonesia Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 1 Miliar

Megapolitan
Besok, Polisi Beberkan Hasil Gelar Perkara Kasus Pesta Raffi Ahmad di Rumah Ricardo Gelael

Besok, Polisi Beberkan Hasil Gelar Perkara Kasus Pesta Raffi Ahmad di Rumah Ricardo Gelael

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X