Banjir Mulai Surut, Warga Rawa Buaya Tetap Tinggal di Posko Banjir

Kompas.com - 04/01/2020, 09:35 WIB
Suasana posko banjir GOR Cengkareng terlihat cukup sepi karena beberapa warga kembali ke rumah untuk sementara waktu dan mengecek kondisi rumah mereka pada Jumat (3/1/2020) pukul 8 malam. Suasana posko banjir GOR Cengkareng terlihat cukup sepi karena beberapa warga kembali ke rumah untuk sementara waktu dan mengecek kondisi rumah mereka pada Jumat (3/1/2020) pukul 8 malam.

CENGKARENG, KOMPAS.com - Warga terdampak banjir di Cengkareng, Jakarta Barat, memilih tinggal di lokasi pengungsian meskipun genangan sudah mulai surut sejak Jumat (3/1/2020) pagi.

Ketua Umum Karang Taruna Kecamatan Cengkareng Kusnan mengatakan, beberapa rumah warga masih belum kering dan masih diselimuti lumpur banjir.

"Sudah mulai surut di beberapa wilayah, seperti Rawa Buaya, Kampung Duri, Kampung Sawah. Para pengungsi balik sementara waktu buat mengecek kondisi rumah mereka," ujar Kusnan.

Ia mengatakan, sebagian warga masih mengungsi di posko induk GOR Cengkareng. Mereka menginap di sana pada Jumat malam tadi.

"Soalnya kan rumah mereka belum kering dan masih banyak lumpur. Maka, masih banyak yang lebih milih menetap di sini," ujar Kusnan ketika ditemui Kompas.com di dapur umum posko induk GOR Cengkareng.

Siti (59), warga Kampung Duri, merupakan salah satu warga yang bermalam di posko GOR Cengkareng bersama keluarga.

Siti belum bisa kembali ke rumah karena rumah masih kotor, lantai belum kering, dan masih berlumpur.

Selain itu, semua kasur pun basah sehingga tidak ada tempat untuk merebahkan diri.

"Mau bagaimana lagi? Penginnya sih saya tidur di rumah. Tapi saya juga sudah tua, jadi enggak mungkin kalau tidur di rumah," katanya.

Hal yang sama dialami oleh Ida (29). Ia terpaksa tinggal di posko GOR Cengkareng karena kedua anaknya tak bisa beristirahat di rumah.

Ia mengutamakan keamanan dan kesehatan anaknya karena rumahnya masih penuh lumpur.

"Kalau saya sama anak di sini. Suami dan orangtua saya balik lagi ke rumah untuk beberes dan mengecek kondisi rumah, alat elektronik, serta berkas-berkas penting," ujar Ida, Jumat sore.

Menurut Ida, air dan listrik di Kampung Duri belum menyala dari Rabu (1/1/2020) hingga Jumat sore. Hal itu menjadi salah satu alasan ia tetap tinggal di pengungsian.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Ramadhan 2021, Anies Ingatkan Warga Jakarta Selalu Taat Protokol Kesehatan

Jelang Ramadhan 2021, Anies Ingatkan Warga Jakarta Selalu Taat Protokol Kesehatan

Megapolitan
UPDATE 11 April: Tambah 21 Kasus di Kota Tangerang, 235 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 11 April: Tambah 21 Kasus di Kota Tangerang, 235 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 untuk Nakes, Lansia dan Pelayan Publik DKI Jakarta Capai 50,9 Persen

Vaksinasi Covid-19 Dosis 1 untuk Nakes, Lansia dan Pelayan Publik DKI Jakarta Capai 50,9 Persen

Megapolitan
UPDATE 11 April: Tambah 1.031 Kasus di Jakarta, 15 Pasien Covid-19 Meninggal

UPDATE 11 April: Tambah 1.031 Kasus di Jakarta, 15 Pasien Covid-19 Meninggal

Megapolitan
Pohon Tumbang di Kebayoran Lama, Dua Rute Transjakarta Dialihkan

Pohon Tumbang di Kebayoran Lama, Dua Rute Transjakarta Dialihkan

Megapolitan
Larangan Mudik, Kepala Terminal Poris: Perusahaan Otobus Lapang Dada

Larangan Mudik, Kepala Terminal Poris: Perusahaan Otobus Lapang Dada

Megapolitan
Panduan Ibadah Ramadhan 2021 di Masjid dengan Protokol Kesehatan

Panduan Ibadah Ramadhan 2021 di Masjid dengan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Pohon Tumbang di Jalur Rel, Perjalanan KRL dari Tanah Abang Tak Tersedia

Pohon Tumbang di Jalur Rel, Perjalanan KRL dari Tanah Abang Tak Tersedia

Megapolitan
Pohon Tumbang di Jalur Rel Kebayoran Lama, KRL Tak Bisa Melintas

Pohon Tumbang di Jalur Rel Kebayoran Lama, KRL Tak Bisa Melintas

Megapolitan
Kritik Tugu Sepeda, Anggota DPRD: Pemprov DKI Tak Peka Kebutuhan Pesepeda

Kritik Tugu Sepeda, Anggota DPRD: Pemprov DKI Tak Peka Kebutuhan Pesepeda

Megapolitan
Ajaran Lia Eden Disebut Sesat, Mulai dari Halalkan Babi hingga Izinkan Shalat Dua Bahasa

Ajaran Lia Eden Disebut Sesat, Mulai dari Halalkan Babi hingga Izinkan Shalat Dua Bahasa

Megapolitan
Jenazah Lia Eden Akan Dikremasi

Jenazah Lia Eden Akan Dikremasi

Megapolitan
Lia Eden Meninggal Dunia pada Jumat 9 April 2021

Lia Eden Meninggal Dunia pada Jumat 9 April 2021

Megapolitan
Mengenal Lia Eden yang Mengaku Dapat Wahyu dari Malaikat Jibril

Mengenal Lia Eden yang Mengaku Dapat Wahyu dari Malaikat Jibril

Megapolitan
Seorang Karyawan Curi 14 Ponsel Dari Gerai yang Dia Jaga, Kerugian Korban Capai Rp 100 Juta

Seorang Karyawan Curi 14 Ponsel Dari Gerai yang Dia Jaga, Kerugian Korban Capai Rp 100 Juta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X