Kadisdik DKI Perbolehkan Siswa Terdampak Banjir Datang Ke Sekolah Tanpa Seragam

Kompas.com - 06/01/2020, 10:21 WIB
Plt Kadisdik DKI Jakarta Syaefulloh Hidayat di SMPN 207 Kembangan, Jakbar, Senin (6/1/2020) KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARPlt Kadisdik DKI Jakarta Syaefulloh Hidayat di SMPN 207 Kembangan, Jakbar, Senin (6/1/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta Syaefulloh Hidayat memperbolehkan siswa-siswi yang terdampak banjir untuk mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah tanpa menggunakan seragam.

Toleransi itu diberikan bagi para siswa yang seragam sekolahnya terkena banjir pada saat 1 Januari 2020 lalu.

"Yang pasti kami Disdik terus melayani masyarakat. Kemudian untuk siswa dan siswi terdampak banjir kami beri dispensasi untuk tetap masuk sekolah dengan tanpa berseragam sekolah," ucap Syaefulloh di SMPN 207, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (6/1/2020).

Syaefulloh mengatakan para siswa bisa mengenakan pakaian yang rapi dan sopan sebagai gantinya.

Baca juga: Rumah dan Sekolah Kebanjiran, Siswa SMPN 207 Diberi Seragam oleh Disdik DKI

Dengan demikian, tidak ada alasan bagi siswa untuk tidak mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Dia mengimbau siswa untuk masuk ke sekolah seperti biasa.

"Jadi siswa siswi bisa sekolah dengan pakaian sopan tapi tetap mengikuti KBM," kata Syaefulloh.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, sebanyak 22.500 siswa terkena dampak banjir pada awal bulan ini di Jakarta.

"Siswa yang terdampak dari banjir ini ada 22.500 siswa. Semuanya kami akan fasilitasi bantuan," kata Anies di Jakarta.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X