Kompas.com - 06/01/2020, 14:29 WIB
Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) Sekolah Menengan Pertama Negeri (SMPN) 22 yang berada di Jalan Nurul Ikhlas, Lengkong Karya, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Senin (6/1/2020), harus tertunda.Dihari pertama masuk pasca liburan, merekan justru melakukan bersih-bersih sekolah karena terendam banjir, Rabu (1/1/2020) lalu. KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiProses kegiatan belajar mengajar (KBM) Sekolah Menengan Pertama Negeri (SMPN) 22 yang berada di Jalan Nurul Ikhlas, Lengkong Karya, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Senin (6/1/2020), harus tertunda.Dihari pertama masuk pasca liburan, merekan justru melakukan bersih-bersih sekolah karena terendam banjir, Rabu (1/1/2020) lalu.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Bencana banjir yang melanda Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 22 Jalan Nurul Ikhlas, Lengkong Karya, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Rabu (1/1/2020) lalu, membuat jaringan Local Area Network (LAN) rusak terendam.

Kepala Sekolah SMPN 22, Yantho mengatakan, banjir tersebut merendam halaman sekolah dengan ketinggian 1,5 meter.

Bahkan, banjir yang masuk ke ruang kelas turut membuat jaringan LAN di sekolah tersebut rusak.

"LAN yang kita buat di 2 lab sudah rusak semua sudah tidak bisa dipakai," ujar Yantho saat ditemui di lokasi, Senin (6/1/2020).

Baca juga: Sekolah Terendam Banjir, Kepsek SMPN 22 Tangsel Waspadai Kemunculan Ular

Padahal, sekolah tersebut tengah mempersiapkan UNBK yang rangkaiannya akan dimulai sejak Februari 2020 mendatang. 

Ujian tersebut membutuhkan koneksi internet sehingga kerusakan LAN harus segera diperbaiki.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Masalah bagaimana persiapan UNBK itu harus segera kita lakukan. UNBK persiapan tanggal 22 April dan di bulan Februari kita sudah mulai simulasi," kata Yantho.

Karena itu, Yantho berharap pemerintah khususnya Dinas Pendidikan kota Tangerang Selatan dapat membantu mempercepat perbaikan LAN untuk persiapan para siswa-siswi dalam menghadapi UNBK. 

Para guru SMPN 22 Tangsel pun telah mendata jumlah barang yang mengalami kerusakan akibat bencana banjir yang terjadi dalam tiga hari pekan lalu tersebut.

"Kemarin sudah respon dan kita mendata akibat banjir itu apa saja dan barang tidak bisa terpakai sehingga itu jadi bahan buat kendala besar dan kita bisa melaksanakan UNBK," tutur Yantho.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keceriaan dan Senyum Lebar Pedagang Kelinci Sambut Wisata Ragunan Dibuka Lagi...

Keceriaan dan Senyum Lebar Pedagang Kelinci Sambut Wisata Ragunan Dibuka Lagi...

Megapolitan
Hari Pertama Dibuka, Ragunan Dikunjungi Ribuan Warga, Banyak Orangtua Bawa Anaknya Berwisata

Hari Pertama Dibuka, Ragunan Dikunjungi Ribuan Warga, Banyak Orangtua Bawa Anaknya Berwisata

Megapolitan
Mayat Tanpa Identitas Terbungkus Kain Ditemukan di Bantaran KBT Cilincing

Mayat Tanpa Identitas Terbungkus Kain Ditemukan di Bantaran KBT Cilincing

Megapolitan
Polisi Akan Selidiki Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Rachel Vennya Kabur dari Karantina

Polisi Akan Selidiki Keterlibatan Pihak Lain dalam Kasus Rachel Vennya Kabur dari Karantina

Megapolitan
Polisi Panggil Rachel Vennya Terkait Nopol RFS Senin 25 Oktober

Polisi Panggil Rachel Vennya Terkait Nopol RFS Senin 25 Oktober

Megapolitan
Polisi: Volume Kendaraan ke Arah Mal Lebih Tinggi Dibandingkan ke Tempat Wisata

Polisi: Volume Kendaraan ke Arah Mal Lebih Tinggi Dibandingkan ke Tempat Wisata

Megapolitan
Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Koja Sudah Diperiksa Polisi

Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Koja Sudah Diperiksa Polisi

Megapolitan
Polisi: Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Koja Juga Anak-anak

Polisi: Terduga Pelaku Pencabulan Anak di Koja Juga Anak-anak

Megapolitan
Kapolres Jakut Tegaskan Kasus Pencabulan Anak di Koja Sudah Masuk Penyelidikan

Kapolres Jakut Tegaskan Kasus Pencabulan Anak di Koja Sudah Masuk Penyelidikan

Megapolitan
Ragunan Dibuka Hari ini, Aturan Kendaraan Ganjil Genap Berlaku

Ragunan Dibuka Hari ini, Aturan Kendaraan Ganjil Genap Berlaku

Megapolitan
Kala Rachel Vennya Bakal Kembali Diperiksa soal Penggunaan Mobil Bernopol RFS

Kala Rachel Vennya Bakal Kembali Diperiksa soal Penggunaan Mobil Bernopol RFS

Megapolitan
UPDATE 22 Oktober 2021: 4 Warga Depok Meninggal karena Covid-19

UPDATE 22 Oktober 2021: 4 Warga Depok Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Masjidnya Berizin tapi Disegel, Ahmadiyah Depok Bantah Sebar Ajaran: Kami Hanya Shalat dan Mengaji

Masjidnya Berizin tapi Disegel, Ahmadiyah Depok Bantah Sebar Ajaran: Kami Hanya Shalat dan Mengaji

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi Hujan

Megapolitan
Ragunan dan 58 Taman di Jakarta Dibuka, Ini Syarat Wajib bagi Pengunjung

Ragunan dan 58 Taman di Jakarta Dibuka, Ini Syarat Wajib bagi Pengunjung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.