Selama Masa Tanggap Darurat, Pejabat Pemkot Bekasi Diminta Lepas Seragam Dinas

Kompas.com - 07/01/2020, 13:19 WIB
Puing dan perabotan rumah tangga tampak kacau berlumur lumpur di perumahan Kemang Ifi, Jatiasih yang berada tepat di tepi Kali Bekasi usai digempur banjir pada Rabu (1/1/2020). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANPuing dan perabotan rumah tangga tampak kacau berlumur lumpur di perumahan Kemang Ifi, Jatiasih yang berada tepat di tepi Kali Bekasi usai digempur banjir pada Rabu (1/1/2020).

BEKASI, KOMPAS.com - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi atau Pepen memerintahkan para kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) bahu-membahu bantu warga dan melepas seragam dinas selama masa tanggap darurat bencana banjir di Kota Bekasi yang berlangsung hingga Senin (13/1/2020) pekan depan.

Ia meminta agar para kepala OPD lebih giat berkeliling ke wilayah-wilayah yang belum pulih dari dampak banjir yang menerjang wilayah itu sejak Rabu lalu.

"Kepala OPD kami bagi habis untuk keliling. Saya tugaskan mereka-mereka ini semuanya turun ke bawah untuk melihat. Jangan pakai pakaian Pemda, apalagi dengan atribut kepangkatan," kata Rahmat selepas menyusuri tanggul Kali Bekasi sejauh 8 kilometer di Pondok Gede Permai, Jatiasih, Senin (6/1/2020) kemarin.

Baca juga: Bekasi Kerahkan 275 Truk Angkut Sampah Banjir di Perumahan Warga

"Cukup begini (berkaos), hadir apa yang bisa dilakukan," imbuhnya.

Pepen menganggap, seragam dinas yang bersemat pangkat akan terasa ironis dengan keadaan warga Kota Bekasi yang masih harus berjibaku dengan keterpurukannya.

Sejumlah sekolah masih rusak, beberapa perumahan masih terendam lumpur.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mereka lagi butuh truk sampah, mereka lagi butuh makan, mereka lagi butuh air bersih. Udaranya saja sudah tidak sehat tadi saya keliling," ucapnya.

"Saya perintahkan, jangan ada lagi saat warga kesulitan, pakai pangkat, pakai apa. Berbaur dengan warga," kata Rahmat.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Bekasi menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dari tanggal 1 hingga 13 Januari 2020.

Rahmat menyebutkan, urusan lumpur yang masih menggenangi perumahan warga dan sampah sisa banjir menjadi fokus utama selama masa tanggap darurat bencana.

Pihaknya juga akan fokus mengurusi 89 titik tanggul Kali Bekasi yang jebol diterjang banjir.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perpanjangan PPKM Mikro DKI Jakarta: WFH Wajib 75 Persen, Ibadah Kembali di Rumah

Perpanjangan PPKM Mikro DKI Jakarta: WFH Wajib 75 Persen, Ibadah Kembali di Rumah

Megapolitan
Anies: Besar Kemungkinan Varian Baru Covid-19 Mudah Menularkan Anak-anak

Anies: Besar Kemungkinan Varian Baru Covid-19 Mudah Menularkan Anak-anak

Megapolitan
11 Orang Positif Covid-19, Satu RT di Kelurahan Petogogan Di-lockdown

11 Orang Positif Covid-19, Satu RT di Kelurahan Petogogan Di-lockdown

Megapolitan
Wisma Atlet Penuh, Pasien yang Masih Positif Covid-19 Diminta Pulang

Wisma Atlet Penuh, Pasien yang Masih Positif Covid-19 Diminta Pulang

Megapolitan
Petugas Puskesmas Kerja Berlebih: Dari Vaksinasi Covid-19, Penelusuran, hingga Pantau Pasien

Petugas Puskesmas Kerja Berlebih: Dari Vaksinasi Covid-19, Penelusuran, hingga Pantau Pasien

Megapolitan
Tempat Wisata Ancol Tutup Sementara Mulai Kamis Besok

Tempat Wisata Ancol Tutup Sementara Mulai Kamis Besok

Megapolitan
Kasus Covid-19 Lebih Parah dari Gelombang Pertama, Kenapa Depok Tetap Hindari Lockdown?

Kasus Covid-19 Lebih Parah dari Gelombang Pertama, Kenapa Depok Tetap Hindari Lockdown?

Megapolitan
UPDATE Klaster Warakas: Kini Ada 37 Warga yang Terpapar Covid-19

UPDATE Klaster Warakas: Kini Ada 37 Warga yang Terpapar Covid-19

Megapolitan
Mikro Lockdown Kampung di Gandaria Selatan, Jam Malam Diberlakukan

Mikro Lockdown Kampung di Gandaria Selatan, Jam Malam Diberlakukan

Megapolitan
Buat SIM Harus Pakai Sertifikat Vaksinasi Covid-19, Polda Metro: Info Hoaks

Buat SIM Harus Pakai Sertifikat Vaksinasi Covid-19, Polda Metro: Info Hoaks

Megapolitan
Ikut Vaksin Massal, Warga Bekasi Mulai Berdatangan ke Stadion Patriot

Ikut Vaksin Massal, Warga Bekasi Mulai Berdatangan ke Stadion Patriot

Megapolitan
Jalan Terjal Sutiyoso Wujudkan Transjakarta

Jalan Terjal Sutiyoso Wujudkan Transjakarta

Megapolitan
SMKN 24 Jakarta Siap Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

SMKN 24 Jakarta Siap Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

Megapolitan
Catat, Ini 6 Lokasi Sentra Vaksinasi di Jakarta

Catat, Ini 6 Lokasi Sentra Vaksinasi di Jakarta

Megapolitan
Cara Mengecek Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Jabodetabek

Cara Mengecek Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Jabodetabek

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X