Wali Kota Bogor Tagih Janji Anies Soal Penanganan Banjir

Kompas.com - 07/01/2020, 14:29 WIB
Unggahan swafoto Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di akun Twitter @GunRomli diberi judul Cengar-cengir selfie di tengah warga Jakarta yang kebanjiran menjadi ramai diperbincangkan sejak diposting pada Kamis (2/1/2020). KOMPAS.COM/RAMDHAN TRIYADI BEMPAHUnggahan swafoto Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di akun Twitter @GunRomli diberi judul Cengar-cengir selfie di tengah warga Jakarta yang kebanjiran menjadi ramai diperbincangkan sejak diposting pada Kamis (2/1/2020).

 

BOGOR, KOMPAS.com - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menagih komitmen Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam penanganan masalah banjir.

Bima mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah mengajukan dana bantuan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebesar Rp 50 miliar untuk membangun sumur resapan dan kolam retensi di kawasan hulu, Bogor, Jawa Barat.

Namun, kata Bima, sampai saat ini belum ada tanggapan lebih lanjut dari Pemprov DKI terkait pengajuan dana bantuan tersebut.

"Kita (Pemkot Bogor) konsisten, kok. Kalau Pak Gubernur minta untuk dikelola dari hulunya, ya sekarang bantu kami untuk membangun itu (sumur resapan dan kolam retensi)," ucap Bima, Selasa (7/1/2020).

Baca juga: Presiden Jokowi Keluarkan Empat Instruksi Penanggulangan Banjir dan Longsor

Bima menegaskan, sejauh ini Pemkot Bogor telah melakukan berbagai upaya untuk membantu mengatasi masalah banjir di ibu kota.

Salah satunya dengan program naturalisasi Ciliwung yang telah dilakukan di 14 kelurahan di Kota Bogor.

Bima mengklaim, dengan program itu dampak masalah banjir dapat dikurangi.

"Ini menjawab sebenarnya permintaan Pak Gubernur untuk dikelola dari hulu. Ya, kita sudah kelola itu," kata Bima.

"Nah sekarang kita minta komitmen Pak Gubernur. Kita sudah usulkan bantuan ke Provinsi DKI untuk penanganan banjir dalam kegiatan untuk kolam retansi dan sumur resapan tahun ini," tambah dia.

Lebih lanjut, Bima melihat pembangunan sumur resapan dinilai lebih efektif dalam mengatasi masalah banjir Jakarta.

Ia pun mengusulkan untuk memperbanyak pembangunan sumur resapan di beberapa titik di wilayah Kota Bogor, seperti di Bogor Selatan dan Bogor Utara.

"Kita lihat strategi ke depan harus memperbanyak sumur resapan bukan kolam retensi, karena lebih efektif. Kalau kolam retensi kan perlu lahan yang lebih luas," sebut dia.

Baca juga: Bekasi Kerahkan 275 Truk Angkut Sampah Banjir di Perumahan Warga

"Makanya, di hulunya diurus dong. Rp 50 miliar pengajuan untuk sumur resapan dan kolam retensi. Ini sudah diajukan tapi belum ada tanda-tanda," pungkas Bima.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beragam Respons Wali Murid di Kota Tangerang soal Wacana Belajar Tatap Muka Juli Mendatang

Beragam Respons Wali Murid di Kota Tangerang soal Wacana Belajar Tatap Muka Juli Mendatang

Megapolitan
Polisi Minta PSSI Gandeng Satgas Covid-19 Buat Pertandingan Sepak Bola

Polisi Minta PSSI Gandeng Satgas Covid-19 Buat Pertandingan Sepak Bola

Megapolitan
Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Masuk Indonesia, Pemprov DKI Disarankan Percepat Vaksinasi Lansia

Mutasi Virus Corona B.1.1.7 Masuk Indonesia, Pemprov DKI Disarankan Percepat Vaksinasi Lansia

Megapolitan
Pemprov DKI Persilakan Kementerian PUPR Mulai Normalisasi Sungai di Lahan yang Sudah Dibebaskan

Pemprov DKI Persilakan Kementerian PUPR Mulai Normalisasi Sungai di Lahan yang Sudah Dibebaskan

Megapolitan
Harga Pangan Naik, Pengusaha Warteg Dikhawatirkan Gulung Tikar

Harga Pangan Naik, Pengusaha Warteg Dikhawatirkan Gulung Tikar

Megapolitan
Pemkot Tangsel Tak Beri Sanksi untuk Penolak Vaksinasi Covid-19

Pemkot Tangsel Tak Beri Sanksi untuk Penolak Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Harga Cabai Naik, Sejumlah Warteg di Jabodetabek Pilih Tutup Sementara

Harga Cabai Naik, Sejumlah Warteg di Jabodetabek Pilih Tutup Sementara

Megapolitan
Pemkot Tangsel Coret Peserta Vaksinasi Covid-19 yang Tak Hadir Saat Penyuntikan

Pemkot Tangsel Coret Peserta Vaksinasi Covid-19 yang Tak Hadir Saat Penyuntikan

Megapolitan
Komnas Perempuan Imbau Korban Pelecehan Seksual Tak Sebarkan Bukti di Media Sosial

Komnas Perempuan Imbau Korban Pelecehan Seksual Tak Sebarkan Bukti di Media Sosial

Megapolitan
10 Pemuda Hendak Tawuran Ditangkap, 21 Celurit dan Senjata Tajam Disita

10 Pemuda Hendak Tawuran Ditangkap, 21 Celurit dan Senjata Tajam Disita

Megapolitan
Kasus Pelecehan 2 Karyawati oleh Bos, Komnas Perempuan: Polisi Harus Pakai Perspektif Korban

Kasus Pelecehan 2 Karyawati oleh Bos, Komnas Perempuan: Polisi Harus Pakai Perspektif Korban

Megapolitan
Ditendang Satpol PP Saat Bermain di Trotoar, Pemain Skateboard: Kita Tidak Punya Tempat yang Memadai

Ditendang Satpol PP Saat Bermain di Trotoar, Pemain Skateboard: Kita Tidak Punya Tempat yang Memadai

Megapolitan
Harga Daging Sapi Belum Turun Sejak Januari, Pedagang Khawatir Ada Lonjakan Saat Lebaran

Harga Daging Sapi Belum Turun Sejak Januari, Pedagang Khawatir Ada Lonjakan Saat Lebaran

Megapolitan
Pembebasan Lahan Normalisasi Sungai Jakarta Mandek karena Dana Pinjaman Belum Cair

Pembebasan Lahan Normalisasi Sungai Jakarta Mandek karena Dana Pinjaman Belum Cair

Megapolitan
Pengusaha Rumah Makan Padang Keluhkan Kenaikan Harga Cabai

Pengusaha Rumah Makan Padang Keluhkan Kenaikan Harga Cabai

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X