Bekasi Kekurangan Alat Berat untuk Kelola Sampah Banjir di TPA Sumur Batu

Kompas.com - 07/01/2020, 15:31 WIB
Petugas LH sedang menggerakkan dozer untuk merapihkan sampah di TPS RW 01 Kelurahan Semanan. KOMPAS.com/Tia AstutiPetugas LH sedang menggerakkan dozer untuk merapihkan sampah di TPS RW 01 Kelurahan Semanan.

BEKASI, KOMPAS.com - Kota Bekasi kekurangan alat berat untuk mengelola sampah sisa banjir yang diantar bertubi-tubi ke TPA Sumur Batu, Bantargebang.

Saat ini, Pemerintah Kota Bekasi mengklaim sekitar 1.500 ton sampah banjir diangkut setiap hari ke TPA Sumur Batu.

Sementara itu, kondisi TPA ini sudah hampir kelebihan kapasitas.

"Kendalanya memang sekarang kita kekurangan alat berat. Makanya aku minta ke Dinas Lingkungan Hidup bantuan alat berat," ujar Masropah, Kepala UPTD TPA Sumur Batu kepada wartawan, Selasa (7/1/2020).

Ada tujuh alat berat yang mestinya beroperasi rutin di TPA Sumur Batu. Namun, dua di antaranya rusak.

Baca juga: Kapal Sampah Bekasi Pabrikan Jerman Bisa Angkut 300 Kilogram Sampah Sekali Jalan

Masropah mengajukan empat tambahan alat berat untuk masa tanggap darurat bencana ini.

Penambahan alat berat ini penting karena ribuan ton sampah banjir di-drop di zona pelayanan.

Di zona ini, sampah domestik Kota Bekasi sudah menggunung.

Penambahan bobotnya dengan sampah banjir tanpa alat berat yang memadai dikhawatirkan menyebabkan longsor.

"Aku minta juga ke Dinas (Lingkungan Hidup), sampah yang khusus pascabanjir tidak masuk ke zona pelayanan, tapi aku usahakan di zona-zona yang nanti didorong oleh backhoe long arm," jelas Masropah.

"Jadi, sampah tidak dibuang ke zona pelayanan semua, tapi di zona lain yang sudah ada, nanti tinggal merapikan," imbuh dia.

Pemerintah Kota Bekasi akan mengerahkan hampir 300 truk untuk mengangkut sampah banjir yang masih bertumpukan di berbagai perumahan hingga saat ini ke TPA Sumur Batu, Bantargebang.

Baca juga: Sulit Air Bersih, Ini Cara Warga Sekitar Lautan Sampah Bekasi Mandi dan Cuci

"Dinas PU dan Dinas Lingkungan Hidup akan ada sewa, karena memang darurat pasca banjir ini. Mereka akan menyediakan truk dan backhoe," ujar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Senin (6/1/2020).

"Jadi sampah dan lumpur dikumpulin, dibawa ke mobil, dibawa ke TPST Bantargebang. Truknya (hasil sewa) sudah dapat 65, punya kita ada 200-an, itu juga sudah termasuk bantuan DKI. Backhoe-nya mungkin nanti 10-20 unit," lanjut Rahmat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Unsur Tindak Pidana, Kasus Kerumunan Rizieq Shihab di Petamburan Naik ke Penyidikan

Ada Unsur Tindak Pidana, Kasus Kerumunan Rizieq Shihab di Petamburan Naik ke Penyidikan

Megapolitan
Kuasa Hukum Nilai Vonis Hakim Lindungi 11 Oknum TNI Penganiaya Warga hingga Tewas

Kuasa Hukum Nilai Vonis Hakim Lindungi 11 Oknum TNI Penganiaya Warga hingga Tewas

Megapolitan
171.998 Siswa di Jakarta Tak Punya Gawai untuk Belajar Jarak Jauh

171.998 Siswa di Jakarta Tak Punya Gawai untuk Belajar Jarak Jauh

Megapolitan
Polisi Sebut Kerumunan Rizieq Shihab Sudah Memenuhi Unsur Pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan

Polisi Sebut Kerumunan Rizieq Shihab Sudah Memenuhi Unsur Pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan

Megapolitan
Komplotan Pencuri di Cengkareng Ini Pernah Pura-pura Jadi Petugas Covid-19

Komplotan Pencuri di Cengkareng Ini Pernah Pura-pura Jadi Petugas Covid-19

Megapolitan
Polisi: 2 Artis yang Diduga Terlibat Prostitusi Online Masih Berstatus Saksi

Polisi: 2 Artis yang Diduga Terlibat Prostitusi Online Masih Berstatus Saksi

Megapolitan
Geng Pandawa Sudah 24 Kali Mencuri dengan Modus Jadi Petugas Pertanahan

Geng Pandawa Sudah 24 Kali Mencuri dengan Modus Jadi Petugas Pertanahan

Megapolitan
Deretan Calon Kepala Daerah Tahun 2020 yang Terpapar Covid-19, 4 Orang Meninggal Dunia

Deretan Calon Kepala Daerah Tahun 2020 yang Terpapar Covid-19, 4 Orang Meninggal Dunia

Megapolitan
Idris Positif Covid-19 Usai Debat Kandidat Pilkada Depok, Pradi-Afifah Segera Tes Swab

Idris Positif Covid-19 Usai Debat Kandidat Pilkada Depok, Pradi-Afifah Segera Tes Swab

Megapolitan
Sejak Januari 2020, PT KAI Catat Ada 22 Kecelakaan di Perlintasan Sebidang

Sejak Januari 2020, PT KAI Catat Ada 22 Kecelakaan di Perlintasan Sebidang

Megapolitan
Pemkot Bogor Siapkan RS Darurat Covid-19 Jelang Libur Akhir Tahun

Pemkot Bogor Siapkan RS Darurat Covid-19 Jelang Libur Akhir Tahun

Megapolitan
Lokasi Perampokan Minimarket di Kemang Pratama Bekasi Sepi dan Minim Pengawasan

Lokasi Perampokan Minimarket di Kemang Pratama Bekasi Sepi dan Minim Pengawasan

Megapolitan
Langgar Protokol Kesehatan, Kerumunan Pengunjung di 5 Tempat Hiburan Kemang Dibubarkan

Langgar Protokol Kesehatan, Kerumunan Pengunjung di 5 Tempat Hiburan Kemang Dibubarkan

Megapolitan
MoU KUA-PPAS DKI Jakarta 2021 Diteken Sebesar Rp 82,5 Triliun

MoU KUA-PPAS DKI Jakarta 2021 Diteken Sebesar Rp 82,5 Triliun

Megapolitan
Polisi Tangkap Komplotan Pencuri Rumah Bermodus Pura-pura Jadi Petugas Biro Pertanahan

Polisi Tangkap Komplotan Pencuri Rumah Bermodus Pura-pura Jadi Petugas Biro Pertanahan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X