Blusukan ke Lokasi Banjir Semanan, DPRD DKI Temukan Pompa Rusak hingga Saluran Air Sempit

Kompas.com - 07/01/2020, 16:48 WIB
sejumlah anggota DPRD Ketua Fraksi PAN Lukmanul Hakim, Ketua Fraksi Golkar Basri Baco, Ketua Fraksi Gerindra Rani Mauliani, Ketua Fraksi PSI Idris Ahmad, Ketua Fraksi Demokrat Desie Christhyana, Ketua Fraksi Nasdem Wibi Andrino, dan anggota-anggota fraksi Anggara Wicitra, Anthony Winza, Wa Ode Herlina, dan Farazandi saat mengunjungi lokasi banjir di Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (7/1/2020) KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGIsejumlah anggota DPRD Ketua Fraksi PAN Lukmanul Hakim, Ketua Fraksi Golkar Basri Baco, Ketua Fraksi Gerindra Rani Mauliani, Ketua Fraksi PSI Idris Ahmad, Ketua Fraksi Demokrat Desie Christhyana, Ketua Fraksi Nasdem Wibi Andrino, dan anggota-anggota fraksi Anggara Wicitra, Anthony Winza, Wa Ode Herlina, dan Farazandi saat mengunjungi lokasi banjir di Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (7/1/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menemukan sejumlah permasalahan di wilayah yang masih digenangi banjir, yakni RT 010 RW 001, Semanan, Kalideres, Jakarta Barat.

Permasalahan yang dihadapi warga yakni pompa air yang rusak dan tak beroperasi selama delapan bulan sehingga tak bisa menyedot air saat banjir.

"Airnya nge-stuck, enggak jalan. Ada 2 pompa tapi mesinnya rusak sudah hampir 8 bulan," ucap seorang warga Asril saat bertemu anggota DPRD DKI Jakarta di lokasi, Selasa (7/1/2020).

Menanggapi keluhan ini, Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta Rani Maulani mengatakan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air untuk bisa memperbaiki pompa warga.

Baca juga: Dikunjungi Anggota DPRD DKI, Warga Terdampak Banjir: Pak, Kami Perlu Bantuan

Semanan memang menjadi salah satu wilayah yang terparah saat diterjang banjir. Bahkan, setelah satu minggu berlalu, genangan yang tersisa masih 10 hingga 40 cm.

"Mudah-mudahan ini bukan sekali kita ke sini. Setelah ini surut bisa kami pantau lagi karena ada aduan air pompa mati," ucap Rani.

Selain masalah pompa rusak, wilayah Semanan juga tak memiliki saluran air yang memadai.

Apalagi pembangunan beberapa gedung dan rusunawa di sekitar kelurahan itu membuat banjir yang datang mengepung perkampungan warga.

"Hasil obrolan kita dengan tokoh masyarakat dan RT RW ini bahwa faktor utama banjir ini adalah karena wilayah ini terkepung oleh berbagai macam bangunan. Salah satunya adalah rusun yang di sebelah," ujar Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Basri Baco.

Sebelum adanya rusun dan sejumlah gedung, kelurahan Semanan memiliki gorong-gorong besar.

Namun kemudian diperkecil setelah adanya pembangunan.

Baca juga: Anies: Pencegahan Banjir Akan Dibicarakan Komprehensif karena Terjadi dari Lebak sampai Bekasi

"Ternyata setelah bangunan itu dibentuk, gorong-gorong hanya dikasih kecil. Ini perlu keseriusan segala SKPD terkait untuk menyelesaikan segera permasalahan ini. Kalau enggak ini akan menjadi langganan banjir," tutur Basri.

Para anggota DPRD DKI pun berjanji akan mengevaluasi permasalahan selama banjir bersama Pemprov DKI Jakarta.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Megapolitan
Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Megapolitan
Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Megapolitan
PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

Megapolitan
Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Megapolitan
BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

Megapolitan
Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Megapolitan
Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Megapolitan
Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Megapolitan
Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Megapolitan
Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Megapolitan
Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X