Bawa Sajam untuk Tagih Utang, Petugas Bank Keliling Ditangkap Polisi

Kompas.com - 07/01/2020, 21:01 WIB
Ilustrasi senjata tajam. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi senjata tajam.

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Polsek Ciputat mengamankan petugas bank keliling berinisial SG (21) di Kawasan Pondok Ranji, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, pada Selasa (7/1/2020).

SG ditangkap lantaran membawa senjata tajam (sajam) jenis pisau saat menagih utang kepada nasabahnya.

Kapolsek Ciputat Kompol Endy Mahandika mengatakan, peristiwa bermula saat SG menagih utang kepada nasabahnya yang sudah jatuh tempo.

Baca juga: PNS Kabupaten Majalengka Diduga Tembak Kontraktor yang Tagih Utang

"Saat menagih utang karena sudah jatuh tempo. Saat menagih melalui telepon keluar kata-kata kasar di antara keduanya SG dan nasabahnya. Merasa tersinggung nasabah mengadu ke suaminya," kata Endy kepada Kompas.com.

SG kemudian mendatangi rumah nasabahnya berlokasi di kawasan Pondok Ranji, Ciputat Timur.

Saat pertemuan itu, lanjut Endy, SG dan nasabahnya terlibat pertikaian hingga mengundang perhatian warga setempat.

"Saat itu warga setempat melihat SG bawa sajam yang disimpan di pinggangnya. Tidak ada ancaman dan penusukan. Saat itu SG diamankan ke Polsek," tutur Endy.

Berdasarkan pemeriksaan diketahui bahwa SG memiliki pisau tersebut setelah dia membeli dari temannya yang membutuhkan uang.

"Jadi teman SG jual untuk biaya pulang ke luar daerah, dan dibeli sama SG. Setelah dibeli langsung memang janjian dan menagih utang," katanya.

Namun, kata Endy, saat ini kasus SG dan nasabahnya sudah berdamai secara kekeluargaan.

"Jadi kesalahpahaman. Keduanya sepakat sudah berdamai di Polsek," tutupnya.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X