Wakil Walkot Klaim Pemprov DKI Setuju Sampah Banjir Bekasi Dibuang ke TPST Bantargebang

Kompas.com - 08/01/2020, 14:37 WIB
Truk-truk sampah Kota Bekasi antre membuang sampah pascabanjir dari perumahan warga ke TPA Sumur Batu, Bantargebang, Selasa (7/1/2020). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANTruk-truk sampah Kota Bekasi antre membuang sampah pascabanjir dari perumahan warga ke TPA Sumur Batu, Bantargebang, Selasa (7/1/2020).

BEKASI, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhainto mengklaim bahwa Pemprov DKI Jakarta sudah menyetujui permintaan jajarannya agar dapat membuang sampah pascabanjir Kota Bekasi ke TPST Bantargebang.

"Jawaban mereka sih oke, hanya tinggal dilihat berapa. Karena baru akan dilakukan pagi ini, belum ada laporan berapa truk yang bisa kita alihkan ke sana," jelas Tri ketika ditemui wartawan selepas meninjau kondisi pascabanjir di Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, Rabu (8/1/2020).

Baca juga: Wali Kota Bekasi Ingin Hubungi Anies agar Sampah Bekasi Dibuang di TPST Bantargebang

Tri mengakui, TPA Sumur Batu yang biasanya dipakai sebagai lokasi akhir pembuangan sampah Kota Bekasi sudah keteteran menampung sampah banjir.

Sebab, selepas banjir, setiap hari ditaksir ada sekitar 1.500 ton sampah yang berakhir di TPA Sumur Batu.

"Kita minta karena kemampuan TPA Sumur Batu dengan jumlah sampah yang cukup banyak ini terjadi antrean (truk sampah) yang cukup panjang," kata Tri.

"Jadi kita berharap, kalau bisa dibuang ke TPST Bantargebang, sehingga antreannya bisa berkurang," tutupnya.

Baca juga: Hendak Digugat Korban Banjir, Begini Respons Pemkot Bekasi

Pos timbang di TPA Sumur Batu mencatat volume sampah yang diangkut menuju TPA tersebut terus merangkak naik tiap harinya.

Berdasarkan data Pos Timbang TPA Sumur Batu yang diterima Kompas.com pada Selasa (7/1/2020) sore, volume sampah pada Senin (6/1/2020), hampir mencapai dua kali lipat volume sampah pada hari pertama selepas banjir, Kamis (2/1/2020).

Kamis, volume sampai berkisar 605 ton dan diangkut oleh 128 truk sampah. Senin, volume sampai tembus 1.110 ton, diangkut oleh 223 truk sampah.

Volume ini terus bertambah, karena Pemerintah Kota Bekasi memutuskan menyewa 65 truk berukuran jumbo untuk bantu mempercepat proses pengangkutan sampah dari perumahan warga.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Perampokan Toko Emas di Pasar Pecah Kulit, Mengasak 4 Kg Emas hingga Tembak Petugas Sampah

Kronologi Perampokan Toko Emas di Pasar Pecah Kulit, Mengasak 4 Kg Emas hingga Tembak Petugas Sampah

Megapolitan
BMKG: Sabtu Pagi, Jakarta Hujan Lokal

BMKG: Sabtu Pagi, Jakarta Hujan Lokal

Megapolitan
Kerugian Toko Emas Tamansari akibat Disatroni Maling Belum Dapat Pastikan

Kerugian Toko Emas Tamansari akibat Disatroni Maling Belum Dapat Pastikan

Megapolitan
Soal Banjir Dinikmati, PSI DKI Nilai Pernyataan Sekda Menyakiti Hati Masyarakat

Soal Banjir Dinikmati, PSI DKI Nilai Pernyataan Sekda Menyakiti Hati Masyarakat

Megapolitan
Lurah Pastikan Suplai Logistik Pengungsi Banjir Cipinang Melayu Memadai

Lurah Pastikan Suplai Logistik Pengungsi Banjir Cipinang Melayu Memadai

Megapolitan
Polisi Kejar Perampok Bersenjata yang Satroni Toko Emas di Pasar Pecak Kulit

Polisi Kejar Perampok Bersenjata yang Satroni Toko Emas di Pasar Pecak Kulit

Megapolitan
Revitalisasi Monas dan Formula E, Ombudsman: Pejabat yang Rusak Cagar Budaya Bisa Dipidana

Revitalisasi Monas dan Formula E, Ombudsman: Pejabat yang Rusak Cagar Budaya Bisa Dipidana

Megapolitan
Banjir Makin Tinggi, Warga Cipinang Melayu Kembali Penuhi Posko Pengungsian

Banjir Makin Tinggi, Warga Cipinang Melayu Kembali Penuhi Posko Pengungsian

Megapolitan
Masker Ilegal di Cakung Didistribusikan ke Rumah Sakit

Masker Ilegal di Cakung Didistribusikan ke Rumah Sakit

Megapolitan
Ombudsman Minta Revitalisasi Monas dan Sirkuit Formula E Dimoratorium

Ombudsman Minta Revitalisasi Monas dan Sirkuit Formula E Dimoratorium

Megapolitan
Banjir Lagi di Cipinang Melayu, Warga Mulai Mengungsi

Banjir Lagi di Cipinang Melayu, Warga Mulai Mengungsi

Megapolitan
Saudi Larang Umrah Sementara, 48 Jemaah Asal Bekasi Batal Berangkat

Saudi Larang Umrah Sementara, 48 Jemaah Asal Bekasi Batal Berangkat

Megapolitan
Drainase Buruk hingga Persoalan Mandeknya Normalisasi Bakal Jadi Prioritas Pansus Banjir Jakarta

Drainase Buruk hingga Persoalan Mandeknya Normalisasi Bakal Jadi Prioritas Pansus Banjir Jakarta

Megapolitan
Pemkot Bogor Relokasi Makam yang Terdampak Longsor

Pemkot Bogor Relokasi Makam yang Terdampak Longsor

Megapolitan
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Dengarkan Khotbah Jumat

Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Dengarkan Khotbah Jumat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X