Tersangka Pencabulan di Pademangan Pernah Jadi Korban Pelecehan Seksual

Kompas.com - 08/01/2020, 14:40 WIB
konferensi pers akhir tahun oleh Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto di kantornya, Senin (30/12/2019) KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARIkonferensi pers akhir tahun oleh Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto di kantornya, Senin (30/12/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Tersangka tindak pidana pencabulan, Heri Setiawan (19), mengaku pernah mengalami pelecehan seksual saat duduk di bangku Sekolah Dasar.

Hal itu disampaikan Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto. Menurut Budhi, tersangka mengalami pelecehan seksual saat usia 8 tahun.

"Untuk tersangka dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, bahwa dulu pernah menjadi korban (pelecehan seksual). Saat dia masih kelas 3 SD, mungkin sekitar usia 8 tahun," ujar Budhi saat dikonfirmasi, Rabu (8/1/2020).

Selain itu, lanjut Budhi, tersangka juga sering menonton film atau video porno.

Baca juga: Polisi Tangkap Tersangka Pencabulan yang Telah Beraksi Selama 10 Tahun

Padahal, dia tak pernah mendapatkan pembinaan dan penanganan psikologi sejak menjadi korban pelecehan seksual.

"Yang menjadi trigger (pemicu) dari tersangka ini karena menonton film atau video yang berasusila. Jadi, ini yang menjadi trigger (pemicu) tersangka untuk melakukan tindakan asusila terhadap para korbannya," ungkap Budhi.

Seperti diketahui, Heri ditetapkan sebagai tersangka atas tindak pidana pencabulan terhadap anak laki-laki yang berusia di bawah umur.

Penangkapan Heri berdasarkan laporan salah satu korban ke Polsek Pademangan.

Baca juga: 3 Fakta Terbaru Kasus Dugaan Pencabulan Husein Alatas terhadap Pasiennya

Saat ini, baru ada 6 korban pencabulan Heri yang melapor ke polisi. Adapun, Heri ditangkap pada 27 Desember 2019 lalu.

Kepada polisi, Heri mengaku telah melakukan aksi pencabulan itu selama 10 tahun sejak dia berusia 9 tahun.

Dia selalu menjanjikan hadiah berupa makanan ataupun mengajak bermain para korbannya sebelum melalukan aksi pencabulan itu.

Selanjutnya, dia melakukan aksi pencabulan terhadap anak-anak itu di sebuah rumah kosong.

Atas perbuatannya, Heri dijerat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Didata Pemprov DKI, Pendaftar Kartu Pekerja Akan Diverifikasi Pemerintah Pusat

Setelah Didata Pemprov DKI, Pendaftar Kartu Pekerja Akan Diverifikasi Pemerintah Pusat

Megapolitan
Dampak Covid-19, Pemprov DKI Sebut 88.835 Pekerja Kena PHK dan Dirumahkan

Dampak Covid-19, Pemprov DKI Sebut 88.835 Pekerja Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Polres Jakbar Buat 'Warteg Peduli', Salurkan Makanan Gratis untuk Warga Kurang Mampu

Polres Jakbar Buat "Warteg Peduli", Salurkan Makanan Gratis untuk Warga Kurang Mampu

Megapolitan
1.500 Hotel Tutup karena Covid-19, Pengusaha Minta Keringanan Pajak

1.500 Hotel Tutup karena Covid-19, Pengusaha Minta Keringanan Pajak

Megapolitan
Anies Minta Masyarakat Tak Beli Masker Medis, Bisa Gunakan Masker Kain

Anies Minta Masyarakat Tak Beli Masker Medis, Bisa Gunakan Masker Kain

Megapolitan
Besok, Jenazah Wakil Jaksa Agung Arminsyah Dimakamkan di TPU Pedongkelan

Besok, Jenazah Wakil Jaksa Agung Arminsyah Dimakamkan di TPU Pedongkelan

Megapolitan
Jasad Wakil Jaksa Agung Arminsyah Disemayamkan di Rumah Duka Jakarta Selatan

Jasad Wakil Jaksa Agung Arminsyah Disemayamkan di Rumah Duka Jakarta Selatan

Megapolitan
Anies Wajibkan Warga Jakarta Gunakan Masker Kain saat di Luar Rumah

Anies Wajibkan Warga Jakarta Gunakan Masker Kain saat di Luar Rumah

Megapolitan
Polisi Olah TKP di Lokasi Tabrakan Wakil Jaksa Agung

Polisi Olah TKP di Lokasi Tabrakan Wakil Jaksa Agung

Megapolitan
Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan, Mobilnya Tabrak Pembatas dan Terbakar

Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan, Mobilnya Tabrak Pembatas dan Terbakar

Megapolitan
Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan di Tol Jagorawi

Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan di Tol Jagorawi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Dapat Bantuan Alat Rapid Test dari Pemprov DKI Jakarta

Pemkot Bekasi Dapat Bantuan Alat Rapid Test dari Pemprov DKI Jakarta

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Bekasi: 46 Orang Positif, Ini Sebarannya Per Kelurahan

UPDATE Covid-19 di Bekasi: 46 Orang Positif, Ini Sebarannya Per Kelurahan

Megapolitan
Daftar Kegiatan Usaha yang Ditutup Pemprov DKI hingga 19 April

Daftar Kegiatan Usaha yang Ditutup Pemprov DKI hingga 19 April

Megapolitan
Kelab Malam hingga Bioskop di Jakarta Ditutup sampai 19 April karena Corona

Kelab Malam hingga Bioskop di Jakarta Ditutup sampai 19 April karena Corona

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X