PD Pasar Jaya Sebut Banjir Sebabkan Harga Cabai di Tangerang Naik

Kompas.com - 08/01/2020, 15:23 WIB
Penjual cabai di Pasar Lama Kota Tangerang, Nusu (baju biru), Rabu (8/1/2020). KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOPenjual cabai di Pasar Lama Kota Tangerang, Nusu (baju biru), Rabu (8/1/2020).

TANGERANG, KOMPAS.com - Direktur PD Pasar Jaya Kota Tangerang Titien Mulyani mengatakan, kenaikan harga cabai di Kota Tangerang disebabkan oleh bencana banjir yang terjadi di Jabodetabek.

"(Kenaikan harga) disebabkan karena hujan dan banjir," kata dia saat dihubungi Kompas.com melalui pesan singkat, Rabu (8/1/2020).

Hujan dan banjir, kata dia, membuat stok cabai di Kota Tangerang menurun dan menyebabkan kelangkaan disertai kenaikan harga.

Banjir juga membuat distribusi cabai dan bahan makanan lainnya sempat tersendat.

Baca juga: Harga Cabai di Kota Tangerang Tembus Rp 70.000 Per Kilogram

"Pasokannya berkurang, distribusi juga berpengaruh," kata dia.

Adapun harga bahan pokok yang naik di Kota Tangerang sebanyak empat jenis. Pertama cabai merah besar yang naik Rp 10.000 per kilogram.

"Cabe merah besar dari Rp 60.000 ke Rp 70.000 per kilogram," kata dia.

Sedangkan cabai rawit merah naik Rp 20.000 per kilogram, dari harga normal Rp 50.000 per kilogram menjadi Rp 70.000 per kilogram.

"Cabai rawit hijau naik Rp 7.000 dari Rp 35.000 ke Rp 42.000 per kilo," tutur Titien

Sedangkan bahan pangan terakhir yang ikut naik adalah kentang. Kenaikan harga kentang tidak terlalu signifikan, yakni dari Rp 14.000 per kilogram menjadi Rp 15.000 per kilogram.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Penerbitan e-KTP Djoko Tjandra, Pengacara Sempat Temui Lurah Grogol Selatan

Kronologi Penerbitan e-KTP Djoko Tjandra, Pengacara Sempat Temui Lurah Grogol Selatan

Megapolitan
Anies Sebut Reklamasi Ancol untuk Atasi Banjir, KIARA: Alasan Klise

Anies Sebut Reklamasi Ancol untuk Atasi Banjir, KIARA: Alasan Klise

Megapolitan
PSBB Tangsel Kembali Diperpanjang 14 Hari sampai 26 Juli

PSBB Tangsel Kembali Diperpanjang 14 Hari sampai 26 Juli

Megapolitan
Tahun Ajaran Baru Dimulai Besok, Disdik Bogor Larang Sekolah Belajar Tatap Muka

Tahun Ajaran Baru Dimulai Besok, Disdik Bogor Larang Sekolah Belajar Tatap Muka

Megapolitan
Setiap Senin, Stasiun KRL Bogor, Cilebut dan Cikarang Tak Layani Penumpang THB

Setiap Senin, Stasiun KRL Bogor, Cilebut dan Cikarang Tak Layani Penumpang THB

Megapolitan
Jika Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Anies: Kita Semua Bisa Kembali Dalam Rumah

Jika Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Anies: Kita Semua Bisa Kembali Dalam Rumah

Megapolitan
Anies: 66 Persen Kasus Baru Jakarta adalah OTG

Anies: 66 Persen Kasus Baru Jakarta adalah OTG

Megapolitan
Izin Reklamasi Ancol Buat Nasib Pemulihan Teluk Jakarta Tidak Jelas

Izin Reklamasi Ancol Buat Nasib Pemulihan Teluk Jakarta Tidak Jelas

Megapolitan
Antisipasi Lonjakan Penumpang, Jadwal KRL dari Bogor dan Cikarang Ditambah

Antisipasi Lonjakan Penumpang, Jadwal KRL dari Bogor dan Cikarang Ditambah

Megapolitan
Anies Sebut Persebaran Covid-19  di Jakarta Sebagian Besar Terjadi di Pasar

Anies Sebut Persebaran Covid-19 di Jakarta Sebagian Besar Terjadi di Pasar

Megapolitan
Catat Lonjakan Kasus Tertinggi, Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 10 Persen

Catat Lonjakan Kasus Tertinggi, Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Naik Jadi 10 Persen

Megapolitan
Tambah 404 Kasus, Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Kembali yang Tertinggi

Tambah 404 Kasus, Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Kembali yang Tertinggi

Megapolitan
Walhi Sebut Reklamasi Ancol Sama dengan 17 Pulau, Tetap Eksploitasi Teluk Jakarta

Walhi Sebut Reklamasi Ancol Sama dengan 17 Pulau, Tetap Eksploitasi Teluk Jakarta

Megapolitan
Sedang Menyapu, Petugas PPSU Temukan Jenazah Bayi di Cengkareng

Sedang Menyapu, Petugas PPSU Temukan Jenazah Bayi di Cengkareng

Megapolitan
Gereja Katedral Jakarta Kembali Gelar Misa Langsung

Gereja Katedral Jakarta Kembali Gelar Misa Langsung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X