Kunjungan Wisatawan Anjlok, Dinas Pariwisata DKI Fokus Sasar Pasar Negara Tetangga

Kompas.com - 09/01/2020, 07:01 WIB
Ilustrasi turis yang merencanakan perjalanan keliling dunia SHUTTERSTOCK/TORWAISTUDIO)Ilustrasi turis yang merencanakan perjalanan keliling dunia

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Parekraf) Provinsi DKI Jakarta fokus menggarap pasar negara tetangga menyusul kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang anjlok dalam lima bulan terakhir.

Kepala Dinas Parekraf DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia mengatakan kepada kantor berita Antara usai dilantik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Rabu (8/1/2020), pihaknya akan fokus pada pasar, produk dan promosi, khususnya untuk pasar-pasar potensial.

"Paling sederhana, kami menyasar negara-negara ASEAN dan Timur Tengah, belum lagi negara-negara Eropa dan pasar domestik," kata Cucu.

Baca juga: Per November 2019, Jumlah Kunjungan Wisman Hanya 14,92 Juta Orang

Dinas Parekraf akan membangun kolaborasi dengan dunia usaha, seperti perhotelan, restoran hingga usaha travel agar bersama-sama meningkatkan kunjungan wisatawan di Jakarta.

Selain itu akan memperbanyak kegiatan skala internasional di Jakarta, termasuk kegiatan olahraga internasional. Salah satunya Formula E yang sudah ditetapkan sebagai Kegiatan Strategis Daerah (KSD)

"Alhamdulillah, saya pernah ditempatkan di Kepulauan Seribu dan banyak program yang bisa dipoles kembali untuk meningkatkan kunjungan wisatawan," kata Cucu.

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat terjadi penurunan jumlah wisatawan mancanegara sejak Agustus 2019 menjadi sebanyak 253 ribu dari 268 ribu di Juli 2019.

Jumlah itu terus menurun di September 2019 sebanyak 213 ribu, Oktober 2019 sebanyak 189 ribu dan November 2019 sebanyak 185 ribu.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

Megapolitan
Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

Megapolitan
PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

Megapolitan
Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

Megapolitan
Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

Megapolitan
Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

Megapolitan
Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

Megapolitan
Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

Megapolitan
Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

Megapolitan
Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

Megapolitan
61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

Megapolitan
Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

Megapolitan
Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X