Kompas.com - 09/01/2020, 07:50 WIB
Tumpukan sampah sisa banjir di jalan Adhi Karya, Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Senin (6/1/2020) petang KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARTumpukan sampah sisa banjir di jalan Adhi Karya, Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Senin (6/1/2020) petang

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (Kasudin LH) Jakarta Barat, Edy M mengatakan, ada empat kecamatan di Jakarta Barat yang paling banyak timbunan sampahnya setelah banjir pada 1 Januari 2020.

Empat kecamatan itu adalah Cengkareng, Kembangan, Kalideres, dan Kebun Jeruk. 

"Wilayah ada di Cengkareng hampir merata (di kelurahan) Rawa Buaya dan Duri Kosambi. Dari 36 titik (di Jakarta Barat), Cengkareng ada 16 titik. Sisanya Kembangan, Kalideres, Kebon Jeruk," kata Edy saat dihubungi, Rabu (8/1/2020) kemarin.

Sudin LH Jakarta Barat sudah mengerahkan 20 truk untuk mengangkut sampah di empat kecamatan itu. Selain 20 truk itu, ada 10 truk lagi dari Dinas Bina Marga dan 10 truk dari Sudin SDA.

Baca juga: PPSU Kembangan Selatan Ikut Salurkan Bantuan Logistik untuk 6 RW di Jakarta Barat

Namun secara total Jakarta Barat menyiagakan 81 truk untuk mengangkut sampah-sampah akibat banjir. Truk-truk itu disebar di 36 titik.

Di empat kecamatan itu banjir menggenangi sejumlah perumahan. Tinggi banjir beragam mulai dari 1 meter hingga 3 meter.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sampah-sampah di wilayah itu akan dikumpulkan di satu tempat, lalu dikirim ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi. Sampah tidak bisa langsung diarahkan ke Bantar Gebang karena harus mengantre.

"Enggk bisa (langsung) buang ke Bantar Gebang karena terbatas juga. Kami percepat pengambilan sampah dari jalan dan permukiman," kata Edy.




Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Usut Kasus Warga Bekasi yang NIK-nya Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi Covid-19

Polisi Usut Kasus Warga Bekasi yang NIK-nya Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Terobos Palang di Perlintasan KA Pesing, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta

Terobos Palang di Perlintasan KA Pesing, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta

Megapolitan
47.324 Warga Jakbar Terima Vaksin Covid-19 di 209 Posko Vaksin Merdeka

47.324 Warga Jakbar Terima Vaksin Covid-19 di 209 Posko Vaksin Merdeka

Megapolitan
NIK Warga Bekasi Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi, Ini Langkah Pembenahan Pemerintah

NIK Warga Bekasi Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi, Ini Langkah Pembenahan Pemerintah

Megapolitan
Mulai Dibuka, Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil di Jakarta Barat

Mulai Dibuka, Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil di Jakarta Barat

Megapolitan
Pria di Cengkareng Aniaya Mertua hingga Tewas karena Sakit Hati

Pria di Cengkareng Aniaya Mertua hingga Tewas karena Sakit Hati

Megapolitan
Wagub DKI Minta Pasien Covid-19 yang Isoman di Rumah Pindah ke Tempat Isolasi Terkendali

Wagub DKI Minta Pasien Covid-19 yang Isoman di Rumah Pindah ke Tempat Isolasi Terkendali

Megapolitan
Ibu Hamil di Jakarta Utara Sudah Bisa Divaksinasi Covid-19, Ini Syaratnya

Ibu Hamil di Jakarta Utara Sudah Bisa Divaksinasi Covid-19, Ini Syaratnya

Megapolitan
Warga Bekasi yang NIK-nya Dipakai Orang Lain Akhirnya Boleh Ikut Vaksinasi Covid-19

Warga Bekasi yang NIK-nya Dipakai Orang Lain Akhirnya Boleh Ikut Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Jadi Tersangka Kasus Penimbunan Obat Covid-19, Komisaris Utama PT ASA Diperiksa Hari Ini

Jadi Tersangka Kasus Penimbunan Obat Covid-19, Komisaris Utama PT ASA Diperiksa Hari Ini

Megapolitan
Ketua DPC Partai Demokrat Tangsel Meninggal Dunia karena Terpapar Covid-19

Ketua DPC Partai Demokrat Tangsel Meninggal Dunia karena Terpapar Covid-19

Megapolitan
Mobilitas Warga Meningkat Saat PPKM Level 4 di Jakarta, Polisi Kembali Perketat Titik Penyekatan

Mobilitas Warga Meningkat Saat PPKM Level 4 di Jakarta, Polisi Kembali Perketat Titik Penyekatan

Megapolitan
PPKM Level 4 Diperpanjang, Ganjil Genap di Kota Bogor Terus Berlanjut

PPKM Level 4 Diperpanjang, Ganjil Genap di Kota Bogor Terus Berlanjut

Megapolitan
UPDATE 4 Agustus: Kini Tersisa 2.197 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet

UPDATE 4 Agustus: Kini Tersisa 2.197 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet

Megapolitan
Mobilitas di Jakarta Kembali Meningkat, Polisi Duga Ada Kantor yang Tak Lagi Terapkan WFH

Mobilitas di Jakarta Kembali Meningkat, Polisi Duga Ada Kantor yang Tak Lagi Terapkan WFH

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X