ART yang Siksa Anak Majikan di Grogol Jalani Tes Kejiwaan di RS Polri

Kompas.com - 09/01/2020, 17:34 WIB
Ilustrasi Kekerasan pada anak ShutterstockIlustrasi Kekerasan pada anak
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Asisten Rumah Tangga (ART) berinisial NV (23) yang melakukan kekerasan terhadap anak majikannya, GH (7) dan DF (12) di kawasan Jelambar, Jakarta Barat, menjalani tes kejiwaan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (9/1/2020).

Kepala Sentra Visum dan Medikolegal RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo mengatakan, NV diperiksa sekitar satu jam di Unit Sentra Visum dan Medikolegal pada pukul 14.00 WIB.

"Telah datang dari Polres Metro Jakarta Barat seorang wanita inisial N tersangka kasus kekerasan fisik pada anak yang akan dilakukan proses pemeriksaan psikiatri forensik," kata Edy di RS Polri Kramat Jati, Kamis.

Baca juga: 4 Fakta ART Aniaya Anak Majikan di Jelambar

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, observasi psikiatri forensik terhadap NV harus dilakukan. NV kini dirawat di ruang khusus perawatan tahanan wanita RS Polri.

"Sesuai aturan yang berlaku, perawatan observasi psikiatri forensik maksimum 2 minggu atau 14 hari sampai nanti hasilnya dikeluarkan," ujar Edy.

Adapun observasi psikiatri forensik dilakukan guna mengetahui apakah saat melakukan kekerasan fisik terhadap korbannya NV mengalami gangguan kejiwaan atau tidak.

Diberitakan sebelumnya, polisi menangkap NV yang menyiksa anak majikannya.

Baca juga: ART yang Aniaya Anak Majikan juga Siksa Kakak Korban

Kasus tersebut terungkap setelah video aksi kekerasan yang dilakukan NV diketahui orangtua korban. Video tersebut juga viral di media sosial.

NV menyiksa bocah berusia 7 tahun tersebut dengan mengikat tangan dan kaki serta memplester muka korban dengan wallpaper.

Kejadian tersebut terjadi di Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta pada 9 Desember 2019.

Kepada polisi, NV mengaku kesal dengan korban dengan alasan sulit diatur saat berpergian dengan orangtuanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Minuman Boba Disebut Bisa Bikin Kelumpuhan, Begini Kisahnya

Viral Minuman Boba Disebut Bisa Bikin Kelumpuhan, Begini Kisahnya

Megapolitan
Puskesmas Jurumudi Kota Tangerang Penuh Pasien Covid-19 dalam 4 Hari

Puskesmas Jurumudi Kota Tangerang Penuh Pasien Covid-19 dalam 4 Hari

Megapolitan
Lebihi Batas Maksimum, 120 Warga Hadiri Kampanye Muhamad-Sara di Pamulang

Lebihi Batas Maksimum, 120 Warga Hadiri Kampanye Muhamad-Sara di Pamulang

Megapolitan
Satpol PP Jagakarsa Bahas Sanksi untuk Pusat Kuliner yang Tepergok Layanani Pembeli Makan di Tempat

Satpol PP Jagakarsa Bahas Sanksi untuk Pusat Kuliner yang Tepergok Layanani Pembeli Makan di Tempat

Megapolitan
Ini Kata Pemilik soal Kafe Broker yang Disegel Setelah Foto Kerumunan Pengunjung Viral

Ini Kata Pemilik soal Kafe Broker yang Disegel Setelah Foto Kerumunan Pengunjung Viral

Megapolitan
Calon Wali Kota Tangsel Muhamad Sakit, Rahayu Saraswati Kampanye Virtual Hari Ini

Calon Wali Kota Tangsel Muhamad Sakit, Rahayu Saraswati Kampanye Virtual Hari Ini

Megapolitan
Ahok Akan Cabut Laporan Kasus Pencemaran Nama Baiknya di Polda Metro Jaya

Ahok Akan Cabut Laporan Kasus Pencemaran Nama Baiknya di Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pusat Kuliner di Jagakarsa Sembunyikan Pembeli, Satpol PP Merasa Kecolongan

Pusat Kuliner di Jagakarsa Sembunyikan Pembeli, Satpol PP Merasa Kecolongan

Megapolitan
Dinsos Salurkan 198 Alat Bantu Fisik bagi Penyandang Disabilitas di DKI

Dinsos Salurkan 198 Alat Bantu Fisik bagi Penyandang Disabilitas di DKI

Megapolitan
Sering Didatangi Warga Selama PSBB, Taman Spot Budaya Dukuh Atas Dipasang Garis Pembatas

Sering Didatangi Warga Selama PSBB, Taman Spot Budaya Dukuh Atas Dipasang Garis Pembatas

Megapolitan
Pemprov DKI Sediakan 3 Tempat Isolasi Mandiri Baru untuk Pasien Covid-19

Pemprov DKI Sediakan 3 Tempat Isolasi Mandiri Baru untuk Pasien Covid-19

Megapolitan
Pencuri Kabel Bus Transjakarta Ditangkap

Pencuri Kabel Bus Transjakarta Ditangkap

Megapolitan
Dua Pekan PSBB, Landainya Kasus Aktif Covid-19 Tak Berbanding Lurus dengan Angka Penyebarannya

Dua Pekan PSBB, Landainya Kasus Aktif Covid-19 Tak Berbanding Lurus dengan Angka Penyebarannya

Megapolitan
Warga Jakarta Cari Hiburan ke Bekasi Selama PSBB, Wali Kota: Asal Protokol Kesehatan Dijaga

Warga Jakarta Cari Hiburan ke Bekasi Selama PSBB, Wali Kota: Asal Protokol Kesehatan Dijaga

Megapolitan
Polisi Buru Pebalap Liar yang Aksinya Tersebar di Media Sosial

Polisi Buru Pebalap Liar yang Aksinya Tersebar di Media Sosial

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X