Ditanya Soal Bantuan Rumah Rusak Pascabanjir, Dinas Perkimta Tangerang Fokus Urus Listrik yang Mati

Kompas.com - 09/01/2020, 21:18 WIB
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangerang Selatan Ade Suprizal mengatakan belum mewacanakan bantuan terhadap rumah rusak akibat terendam banjir yang terjadi di tujuh kecamatan wilayah Tangerang Selatan pada Rabu (1/1/2020). KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiKepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangerang Selatan Ade Suprizal mengatakan belum mewacanakan bantuan terhadap rumah rusak akibat terendam banjir yang terjadi di tujuh kecamatan wilayah Tangerang Selatan pada Rabu (1/1/2020).

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangerang Selatan belum mewacanakan bantuan terhadap rumah rusak akibat terendam banjir yang terjadi di tujuh kecamatan wilayah Tangerang Selatan pada Rabu (1/1/2020).

Kepala Dinas Perkimta Tangsel, Ade Suprizal mengatakan, dalam pembahasan rapat koordinasi yang digelar anggota DPRD dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kamis (9/1/2020), hanya membahas soal penanggulangan bencana.

"Belum tahu soal itu (bantuan rumah rusak) . Kalau kita lebih kesiapan misal, kalau nanti banjir, nanti ada pemadaman koordinasi dengan PLN terus kalau PJU (Penerangan Jalan Umum) yang mati," kata Ade di gedung DPRD, Setu, Tangerang Selatan, Kamis.

Baca juga: Listrik Masih Padam Pascabanjir, Warga RW 05 Cawang Belum Bisa Bersihkan Rumah

Dalam antisipasi bencana ke depan, Dinas Perkimta hanya mengedepankan armada untuk memperbaiki PJU yang bermasalah, khususnya di tengah banjir.

"Siapkan PJU ada beberapa armada kan.  Kemudian mobil jenazah disiapkan, kalau sampai ada kejadian yang tidak terduga, nah itu fungsinya dari Dinas Perkim. Lebih ke situ," tutur Ade.

Sementara terkait jumlah perumahan yang rusak akibat banjir, Ade mengaku kalau lebih banyak yang terjadi di permukiman yang disebabkan karena longsor dan lainnya.

Sedangkan untuk kawasan perumahan hanya terkena banjir yang terdampak dari luapan air kali.

"Kalau rumah itu rata-rata kan banjir ada di perumahan ya. Tapi kalau yang rusak itu ada di permukiman yang longsor dan masuk ke rumah itu ada sekitar 6 titik," kata Ade.

Baca juga: Terendam Lumpur dan Listrik Mati, Rumah di Pondok Gede Permai Bekasi Ditinggalkan Penghuni

"Saya hanya fokus tadi kesiapan PJU kesiapan listriknya kesiapan mobil jenazah," lanjut dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Alat PCR Kembali Berfungsi, Labkesda Tangsel Kurangi Jumlah Pemeriksaan Sampel Terkait Covid-19

Alat PCR Kembali Berfungsi, Labkesda Tangsel Kurangi Jumlah Pemeriksaan Sampel Terkait Covid-19

Megapolitan
Teruntuk Presiden Jokowi, Ini Suara Penyintas Covid-19 soal Klaim Pandemi Terkendali

Teruntuk Presiden Jokowi, Ini Suara Penyintas Covid-19 soal Klaim Pandemi Terkendali

Megapolitan
Aksi Penjambret Ponsel Gagal Setelah Dikejar dan Diteriaki Gerombolan Bocah

Aksi Penjambret Ponsel Gagal Setelah Dikejar dan Diteriaki Gerombolan Bocah

Megapolitan
50 Persen Tenaga Kesehatan di Jakarta Utara Sudah Divaksin Covid-19

50 Persen Tenaga Kesehatan di Jakarta Utara Sudah Divaksin Covid-19

Megapolitan
Dua Kali PPKM, Pemkot Bekasi Segel 15 Kafe dan Restoran

Dua Kali PPKM, Pemkot Bekasi Segel 15 Kafe dan Restoran

Megapolitan
18 Kelurahan di Kota Tangerang Rawan Banjir, Ini Daftarnya

18 Kelurahan di Kota Tangerang Rawan Banjir, Ini Daftarnya

Megapolitan
UPDATE: 55 Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Teridentifikasi

UPDATE: 55 Korban Kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182 Sudah Teridentifikasi

Megapolitan
Wagub DKI: Penyebab Kasus Covid-19 di Jakarta Tinggi karena Masyarakat Jenuh

Wagub DKI: Penyebab Kasus Covid-19 di Jakarta Tinggi karena Masyarakat Jenuh

Megapolitan
Polisi: Penyebar Video Mesum di Halte Senen Bisa Dijadikan Tersangka

Polisi: Penyebar Video Mesum di Halte Senen Bisa Dijadikan Tersangka

Megapolitan
Ini 5 Kelurahan dengan Kasus Aktif Terbanyak Covid-19 di Kota Bekasi

Ini 5 Kelurahan dengan Kasus Aktif Terbanyak Covid-19 di Kota Bekasi

Megapolitan
Direktur RSUD Depok: Kami Tambah ICU dan Ruang Isolasi Pasien Covid-19, Langsung Penuh Lagi

Direktur RSUD Depok: Kami Tambah ICU dan Ruang Isolasi Pasien Covid-19, Langsung Penuh Lagi

Megapolitan
Suami Nindy Ayunda Miliki Senpi Ilegal Sejak 2018

Suami Nindy Ayunda Miliki Senpi Ilegal Sejak 2018

Megapolitan
RSUD Depok Jajaki Kerja Sama dengan Sekolah Perawat untuk Tangani Covid-19

RSUD Depok Jajaki Kerja Sama dengan Sekolah Perawat untuk Tangani Covid-19

Megapolitan
Flyover Tanjung Barat dan Lenteng Agung Akan Diuji Coba Pekan Ini

Flyover Tanjung Barat dan Lenteng Agung Akan Diuji Coba Pekan Ini

Megapolitan
Wagub: Penanganan Covid-19 di Jakarta Cukup Baik, Angka Kematian Terus Turun, Kini 1,6 Persen

Wagub: Penanganan Covid-19 di Jakarta Cukup Baik, Angka Kematian Terus Turun, Kini 1,6 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X