Cerita Warga Pondok Gede Permai Hadapi Harga Barang Meroket Saat Banjir

Kompas.com - 10/01/2020, 07:26 WIB
Endapan lumpur masih merendam wilayah RW 008 Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kota Bekasi sepekan lebih setelah Banjir Tahun Baru 2020, Kamis (9/1/2020). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANEndapan lumpur masih merendam wilayah RW 008 Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kota Bekasi sepekan lebih setelah Banjir Tahun Baru 2020, Kamis (9/1/2020).

BEKASI, KOMPAS.com - Sudah jatuh tertimpa tangga. Peribahasa lawas itu mungkin terngiang-ngiang di benak warga Perumahan Pondok Gede Permai PGP), Jatiasih, Kota Bekasi selepas banjir besar melanda rumah mereka pada Rabu (1/1/2020) lalu, tepat Tahun Baru 2020.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Perumahan Pondok Gede Permai jadi satu dari sekian perumahan yang terendam banjir setinggi 6 meter di Kecamatan Jatiasih. Jatiasih merupakan kecamatan dengan kedalaman banjir paling parah di seantero Kota Bekasi.

Setelah banjir surut satu-dua hari berselang, sebagian warga kembali ke rumah mereka yang porak-poranda. Lumpur merendam jalan dan rumah. Harta-benda ludes. Sampah pun menumpuk.

Baca juga: Derita Warga Pondok Gede Permai: Banjir 6 Meter Surut, Kini Berjibaku Hadapi Lumpur dan Sampah

Sudah begitu, segala keperluan dasar untuk keperluan rehabilitasi di perumahan itu meroket harganya.

Entah didasari motif menambang laba dengan mencekik para korban banjir, atau memang terjadi kelangkaan suplai, harga sejumlah barang jadi tak terjangkau warga.

"Hari kedua (Jumat, 3 Januari 2020) itu saya beli serokan buat bersihin lumpur. Tadinya (Kamis, 2 Januari 2020) harganya sekitar Rp 25.000, itu sudah yang paling mahal. Terus (Jumat, si pedagang) enggak mau kurang, jadi Rp 55.000," ujar Irvan Nurdin (36), warga RT 003 RW 008 PGP, Kamis sore kemarin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Irvan menyebutkan, berbagai perlengkapan bersih-bersih seperti sapu, serokan, atau pel sudah diborong para calo. Mereka membeli banyak perlengkapan itu di agen-agen distributor, lalu menjualnya kembali secara eceran dengan harga selangit.

"Jadi, di tempat distributor/agen-agen gede itu, pedagang sudah pada beli. Mereka malah nungguin (pembeli) di parkirannya (agen distributor)," kata Irvan.

"Jadi belinya harus sama pedagang itu, sejenis calo, yang harganya, ya, jadi dua kali lipat," ujar dia.

Selain alat bebersih, harga genset listrik juga melonjak tajam. Listrik sempat padam selama 4 hari di PGP dan baru aktif kembali di sebagian RW pada hari Minggu lalu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar 45 SD yang Mulai Gelar PTM Terbatas di Kota Tangerang

Daftar 45 SD yang Mulai Gelar PTM Terbatas di Kota Tangerang

Megapolitan
Sosialisasi Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari, Ratusan Kendaraan Diminta Putar Balik

Sosialisasi Ganjil Genap di Jalan Gunung Sahari, Ratusan Kendaraan Diminta Putar Balik

Megapolitan
Satpol PP Tangsel Razia Indekos dan Apartemen, 4 Wanita Diduga PSK Terjaring

Satpol PP Tangsel Razia Indekos dan Apartemen, 4 Wanita Diduga PSK Terjaring

Megapolitan
Kecelakaan 2 Transjakarta di Cawang, Polisi: Bus Ngetem di Halte Ditabrak Bus Belakang yang Tak Direm

Kecelakaan 2 Transjakarta di Cawang, Polisi: Bus Ngetem di Halte Ditabrak Bus Belakang yang Tak Direm

Megapolitan
Berenang Tengah Malam di Kanal Banjir Barat, Warga Cideng Ditemukan Tewas

Berenang Tengah Malam di Kanal Banjir Barat, Warga Cideng Ditemukan Tewas

Megapolitan
Pemeriksaan Rachel Vennya soal Mobil Bernopol RFS Diundur Besok

Pemeriksaan Rachel Vennya soal Mobil Bernopol RFS Diundur Besok

Megapolitan
Ikut PTM Terbatas Perdana, Begini Respons Murid SDN Pasar Baru 1

Ikut PTM Terbatas Perdana, Begini Respons Murid SDN Pasar Baru 1

Megapolitan
Kecelakaan Dua Bus Transjakarta di Halte Cawang-Ciliwung, Sopir Tewas Terjepit

Kecelakaan Dua Bus Transjakarta di Halte Cawang-Ciliwung, Sopir Tewas Terjepit

Megapolitan
Kecelakaan 2 Transjakarta di Cawang, Sopir Diduga Mengantuk lalu Tabrak Bus di Depannya

Kecelakaan 2 Transjakarta di Cawang, Sopir Diduga Mengantuk lalu Tabrak Bus di Depannya

Megapolitan
162 Murid SDN Pasar Baru 1 Kota Tangerang Ikuti PTM Terbatas Perdana

162 Murid SDN Pasar Baru 1 Kota Tangerang Ikuti PTM Terbatas Perdana

Megapolitan
Kecelakaan 2 Bus Transjakarta di Cawang, 3 Korban Tewas dan 30 Orang Luka-luka

Kecelakaan 2 Bus Transjakarta di Cawang, 3 Korban Tewas dan 30 Orang Luka-luka

Megapolitan
45 SD di Kota Tangerang Mulai Gelar PTM Terbatas, Tiap Jenjang Masuk Seminggu Sekali

45 SD di Kota Tangerang Mulai Gelar PTM Terbatas, Tiap Jenjang Masuk Seminggu Sekali

Megapolitan
Kecelakaan 2 Bus Transjakarta di Cawang, Ada Korban Tewas

Kecelakaan 2 Bus Transjakarta di Cawang, Ada Korban Tewas

Megapolitan
Seorang Pejalan Kaki di Jatinegara Tewas Tertabrak Mobil yang Pengemudinya Ngantuk

Seorang Pejalan Kaki di Jatinegara Tewas Tertabrak Mobil yang Pengemudinya Ngantuk

Megapolitan
Pakai Pelat Hitam Bernopol Genap, Truk Pengangkut Elpiji Ditilang di Jalan Fatmawati

Pakai Pelat Hitam Bernopol Genap, Truk Pengangkut Elpiji Ditilang di Jalan Fatmawati

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.