Tanggul di Kawasan Bangka Jebol, Ini Penjelasan Sudin SDA Jaksel

Kompas.com - 10/01/2020, 14:44 WIB
tanggul jebol di kawasan Bangka, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/2020) KOMPAS.COM/WALDA MARISONtanggul jebol di kawasan Bangka, Jakarta Selatan, Jumat (10/1/2020)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan menjelaskan penyebab jebolnya tanggul di Jalan Perumahan Kemang Jaya, Bangka, Jakarta Selatan.

Imam Furqon selaku koordinator Lapangan perbaikan tanggul dari Suku Dinas Tata Air Jakarta Selatan menduga robohnya tembok tersebut karena tanah di pinggir kali Krukut mulai terkikis.

Karena semakin terkikis, tanah tidak cukup kuat menahan tanggul untuk tetap berdiri.

Keadaan semakin diperburuk ketika aliran air semakin deras dan meninggi ketika hujan deras pada Rabu (1/1/2020) lalu.

"Jadi tanah di bawah terkikis akhirnya miring, jadi ambruk," kata Imam.

Baca juga: Anies Sebut Kemang Tidak Banjir, Faktanya Terendam 2 Meter

Akibat tanah yang terkikis, tanggul tersebut jebol sepanjang kurang lebih 25 meter. Dampaknya, kawasan tersebut terendam banjir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kini, pihaknya tengah melakukan perbaikan tanggul yang bersifat sementara. Pihaknya menancapkan kayu dolken dan karung berisi pasir untuk menahan air sementara waktu. 

Terkait perbaikan permanen, Imam belum tahu kapan perbaikan akan dilakukan. Pihaknya hanya menunggu perintah dari pusat untuk melaksanakan perbaikan.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui banyak tanggul yang mulai retak di Jakarta.

Baca juga: Anies Sebut Banyak Tanggul di Jakarta Retak, Bukan Jebol

Seluruh lurah dan camat saat ini masih menginventarisasi kondisi tanggul di wilayahnya.

"Yang lebih mengkhawatirkan itu yang mulai retak-retak. Kami sudah menemukan di banyak tempat potensi retak-retak yang bila ada tekanan besar, punya risiko," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Selain itu, kata Anies, ada juga dasar tanggul yang mulai longsor. Sebab, dasar tanggul itu sudah terkikis air.

"Kan itu bukan jebol, tapi kan retak, kemudian tanggul-tanggul yang bawahnya longsor, terkikis, erosi," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.