IPB Dorong Pemerintah Tanam Vetiver untuk Cegah Banjir dan Longsor

Kompas.com - 10/01/2020, 15:12 WIB
Rektor Institut Pertanian Bogor Arif Satria menyampaikan dukungan terhadap KPK di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (10/9/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DRektor Institut Pertanian Bogor Arif Satria menyampaikan dukungan terhadap KPK di Gedung Merah Putih KPK, Selasa (10/9/2019).

BOGOR, KOMPAS.com - Para tim ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mendorong pemerintah agar memanfaatkan tumbuhan vetiver atau akar wangi sebagai langkah mitigasi bencana.

Rektor IPB University Arif Satria mengungkapkan, tumbuhan vetiver dapat digunakan untuk mencegah terjadinya banjir, erosi tanah, atau longsor, seperti yang terjadi di daerah perbukitan maupun lereng.

Arif menyebut, vetiver mempunyai akar yang dapat tumbuh hingga dua meter ke dalam tanah. Sehingga, kata Arif, tumbuhan ini sangat bisa menahan pengikisan tanah.


"Kami sudah berkumpul dari tim ahli IPB, tentang bagaimana pemanfaatan ini (vetiver) dengan melibatkan masyarakat. Dan ini semua sudah kami siapkan untuk kami ajukan kepada pemerintah sebagai masukan," ucap Arif, Jumat (10/1/2020).

Baca juga: Cegah Longsor, Pemkot Tangsel Bakal Ganti Turap dengan Tanaman Perekat Tanah

Meski begitu, sambung Arif, pemanfaatan tumbuhan vetiver mesti dilakukan hati-hati.

Sebab, katanya, bisa saja suatu saat masyarakat mencabut tumbuhan ini untuk dimanfaatkan secara ekonomi. Sehingga, erosi maupun longsor bisa kembali terjadi.

"Ini perlu diatur zonasinya. Atau bisa juga menggunakan tanaman tumpang sari, seperti pala, kopi, atau lain sebagainya. Jadi, antara kepentingan ekologi dan ekonomi di masyarakat bisa imbang," sebut Arif.

Sementara itu, Dosen Fakultas Kehutanan IPB Irdika Mansur menyebutkan, penanaman vetiver perlu dilakukan dengan teknik agroforestri.

Irdika menjelaskan, teknik agroforestri yaitu sistem penggunaan lahan (usaha tani) yang mengkombinasikan pepohonan dengan tanaman pertanian untuk meningkatkan keuntungan, baik secara ekonomis maupun lingkungan.

Menurut dia, pemilihan jenis tanaman dan teknik budidaya yang tepat dapat mengurangi risiko terjadinya erosi, longsor, dan banjir.

Baca juga: Cegah Banjir di Halim, Menhub Minta AP II Normalisasi Saluran Air dan Kolam

Dia menuturkan, ada beberapa tanaman yang bisa ditanam secara agroforestri dan dikombinasikan dengan vetiver yaitu kayu putih, kenanga, pala dan sereh wangi.

"Kombinasi ini dapat mengurangi erosi secara signifikan sehingga dapat mencegah bahaya banjir dan longsor," pungkas dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Ojol Datangi Polres Jaktim Minta Polisi Tindak Mata Elang

Puluhan Ojol Datangi Polres Jaktim Minta Polisi Tindak Mata Elang

Megapolitan
Diperiksa Polisi, Tas Mencurigakan di Kembangan Berisi Buku hingga Kerupuk

Diperiksa Polisi, Tas Mencurigakan di Kembangan Berisi Buku hingga Kerupuk

Megapolitan
Dua Dosen Ditangkap Disangka Cemarkan Nama Baik Rektor Unima

Dua Dosen Ditangkap Disangka Cemarkan Nama Baik Rektor Unima

Megapolitan
Kronologi Keributan Kelompok Ojol dengan 2 Mata Elang di Rawamangun

Kronologi Keributan Kelompok Ojol dengan 2 Mata Elang di Rawamangun

Megapolitan
Polisi Periksa Tas Hitam Mencurigakan yang Tergeletak di Jalan Mawar Kembangan

Polisi Periksa Tas Hitam Mencurigakan yang Tergeletak di Jalan Mawar Kembangan

Megapolitan
Saksi: Seorang Pengemudi Ojol Terluka Sayat Saat Ribut dengan Mata Elang

Saksi: Seorang Pengemudi Ojol Terluka Sayat Saat Ribut dengan Mata Elang

Megapolitan
Kasus Pemukulan Kucing hingga Mati di Bekasi Berakhir Damai

Kasus Pemukulan Kucing hingga Mati di Bekasi Berakhir Damai

Megapolitan
Sidang Dugaan Kriminalisasi Sopir Taksi Online, Saksi Bantah Keterangan dalam BAP

Sidang Dugaan Kriminalisasi Sopir Taksi Online, Saksi Bantah Keterangan dalam BAP

Megapolitan
Polisi Anjurkan Sopir Taksi Online Ari Darmawan Serahkan Uang Jutaan Rupiah untuk Berdamai

Polisi Anjurkan Sopir Taksi Online Ari Darmawan Serahkan Uang Jutaan Rupiah untuk Berdamai

Megapolitan
BMKG: Wilayah Jabotabek Diprediksi Hujan Disertai Angin Kencang Malam Ini

BMKG: Wilayah Jabotabek Diprediksi Hujan Disertai Angin Kencang Malam Ini

Megapolitan
DPR Panggil Ketua DPRD DKI untuk Diskusi soal Revitalisasi TIM

DPR Panggil Ketua DPRD DKI untuk Diskusi soal Revitalisasi TIM

Megapolitan
Dipicu Masalah Kredit Motor, Mata Elang dan Pengemudi Ojol Ribut di Rawamangun

Dipicu Masalah Kredit Motor, Mata Elang dan Pengemudi Ojol Ribut di Rawamangun

Megapolitan
Pembuat Kosmetik Ilegal di Depok Racik Bahan Kimia Berdasar Pengalaman Kerja

Pembuat Kosmetik Ilegal di Depok Racik Bahan Kimia Berdasar Pengalaman Kerja

Megapolitan
Pemukul Kucing hingga Mati di Bekasi Tidak Ditahan

Pemukul Kucing hingga Mati di Bekasi Tidak Ditahan

Megapolitan
Kosmetik Ilegal Produksi di Depok Diedarkan ke Dokter Kulit hingga Klinik Kecantikan di Jakarta

Kosmetik Ilegal Produksi di Depok Diedarkan ke Dokter Kulit hingga Klinik Kecantikan di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X