Kompas.com - 10/01/2020, 20:08 WIB
Warga Rawa Buaya terdampak banjir mengevakuasi barang ke SMPN 264 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (3/1/2020). membeludaknya warga di posko pengungsian di SMPN 264 membuat sebagian warga bertahan di kolong tol. KOMPAS.com/M ZAENUDDINWarga Rawa Buaya terdampak banjir mengevakuasi barang ke SMPN 264 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (3/1/2020). membeludaknya warga di posko pengungsian di SMPN 264 membuat sebagian warga bertahan di kolong tol.

JAKARTA, KOMPAS.com- Hingga Kamis (9/1/2020) kemarin, sudah ada 600 warga DKI Jakarta yang mengajukan gugatan class action terkait banjir kepada Pemprov DKI Jakarta.

Anggota tim advokasi korban banjir Jakarta 2020, Alvon Kurnia Palma mengatakan bahwa dari 600 orang, yang sudah berhasil terinput sebanyak 243 pelapor.

"Dari 243 orang yang melaporkan ke tim advokat, sebanyak 186 orang nyampaikan nilai kerugian akibat banjir. Nilai total kerugian dari para pelapor telah mencapai Rp 43,32 miliar," ujar Alvon saat dikonfirmasi, Jumat (10/1/2020).

Untuk nilai kerugian terkecil yang tercatat oleh tim advokasi korban banjir adalah senilai Rp 890 ribu dan nilai terbesar mencapai Rp 8,7 miliar.

Berdasarkan wilayah pelapor, area Jakarta Barat menjadi yang terbanyak melaporkan gugatan ini.

Baca juga: Korban Banjir Bekasi Bakal Tempuh Class Action Gugat Pemerintah

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Jumlahnya mencapai 120 orang atau 49 persen dari total pelapor yang teridentifikasi. Kemudian area Jakarta Timur dengan 52 orang atau 21 persen yang melapor," kata dia.

Jika dilihat dari kecamatan, maka terdapat 49 kecamatan yang telah melapor kepada tim advokat gugatan class action banjir DKI Jakarta 2020.

Kecamatan yang paling banyak melapor adalah Kecamatan Cengkareng, dengan jumlah pelapor sebanyak 34 orang.

Diikuti oleh kecamatan Kebon Jeruk 31 orang, Kembangan 15 orang, dan Pulogadung sebanyak 12 orang.

Diketahui, banjir pada awal tahun 2020 merendam tujuh kelurahan dari empat kecamatan di Jakarta.

Baca juga: Warga Gugat Pemerintah karena Banjir Lewat Class Action, Ini Arti dan Syarat-syaratnya...

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tes Covid-19 di Cikarang, Warga Jakarta Dinyatakan Terpapar Omicron Usai Pulang dari Luar Negeri

Tes Covid-19 di Cikarang, Warga Jakarta Dinyatakan Terpapar Omicron Usai Pulang dari Luar Negeri

Megapolitan
Buruh Kembali Padati Area Patung Kuda, Tuntut Kenaikan Upah Minimum

Buruh Kembali Padati Area Patung Kuda, Tuntut Kenaikan Upah Minimum

Megapolitan
Pengendara Motor Tergelincir di Cengkareng, Kakinya Terlindas Crane

Pengendara Motor Tergelincir di Cengkareng, Kakinya Terlindas Crane

Megapolitan
UNJ Mintai Keterangan Dosen yang Diduga Lecehkan Mahasiswinya dengan Kirim Pesan Menggoda

UNJ Mintai Keterangan Dosen yang Diduga Lecehkan Mahasiswinya dengan Kirim Pesan Menggoda

Megapolitan
Situasi Terkini Demo Buruh di Jakarta, Massa Aksi Ricuh dan Memaksa Masuk Gedung MK

Situasi Terkini Demo Buruh di Jakarta, Massa Aksi Ricuh dan Memaksa Masuk Gedung MK

Megapolitan
Ngotot Sidang Digelar Offline, Kuasa Hukum Sebut Munarman Tak Bisa Melihat Jelas jika lewat Layar

Ngotot Sidang Digelar Offline, Kuasa Hukum Sebut Munarman Tak Bisa Melihat Jelas jika lewat Layar

Megapolitan
Polisi: Pembalap Liar Intimidasi dan Pukul Brigadir Irawan di Pondok Indah Pakai Pistol Korek

Polisi: Pembalap Liar Intimidasi dan Pukul Brigadir Irawan di Pondok Indah Pakai Pistol Korek

Megapolitan
Jalan Medan Merdeka Selatan Arah Gambir Jadi Tempat Parkir Kendaraan Massa Buruh

Jalan Medan Merdeka Selatan Arah Gambir Jadi Tempat Parkir Kendaraan Massa Buruh

Megapolitan
Peneliti ITB Sebut Sebagian Wilayah Jakarta Lebih Rendah dari Permukaan Laut: “Tertolong Tanggul”

Peneliti ITB Sebut Sebagian Wilayah Jakarta Lebih Rendah dari Permukaan Laut: “Tertolong Tanggul”

Megapolitan
Polda Metro Jaya: 6 Tersangka Pengeroyok Polisi di Pondok Indah Satu Geng yang Kerap Balap Liar

Polda Metro Jaya: 6 Tersangka Pengeroyok Polisi di Pondok Indah Satu Geng yang Kerap Balap Liar

Megapolitan
Demo di Sekitar Monas Mulai Ricuh, Buruh Tarik Kawat Berduri, Polisi Beri Peringatan

Demo di Sekitar Monas Mulai Ricuh, Buruh Tarik Kawat Berduri, Polisi Beri Peringatan

Megapolitan
5 Orang Tewas dalam Kebakaran di Tambora, Warga: Udah Gedor Gerbang, Teriak, biar Bangun...

5 Orang Tewas dalam Kebakaran di Tambora, Warga: Udah Gedor Gerbang, Teriak, biar Bangun...

Megapolitan
Polda Metro Jaya Tetapkan 6 Pelaku Balap Liar Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan Polisi di Pondok Indah

Polda Metro Jaya Tetapkan 6 Pelaku Balap Liar Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan Polisi di Pondok Indah

Megapolitan
Terobos Penutup Jalan Medan Merdeka Barat, Massa Buruh Berupaya Dekati Gedung MK

Terobos Penutup Jalan Medan Merdeka Barat, Massa Buruh Berupaya Dekati Gedung MK

Megapolitan
Seorang Dosen UNJ Diduga Lakukan Pelecehan Seksual ke Mahasiswinya dengan Kirim Pesan Menggoda

Seorang Dosen UNJ Diduga Lakukan Pelecehan Seksual ke Mahasiswinya dengan Kirim Pesan Menggoda

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.