Kompas.com - 13/01/2020, 20:25 WIB
Pelaku pemerasan supir angkutan umum di Jembatan Serong ditangkap Kepolisian Metro Depok, Senin (13/1/2010) KOMPAS.com/ANGGITA NURLITASARIPelaku pemerasan supir angkutan umum di Jembatan Serong ditangkap Kepolisian Metro Depok, Senin (13/1/2010)

DEPOK, KOMPAS.com - Dua pelaku pemalakan di Jembatan Serong, Depok, Jawa Barat telah ditangkap Kepolisian Metro Depok. Mereka ditangkap di wilayah jalan tersebut.

Perlu diketahui, kerap terjadi pemerasan terhadap sopir angkutan umum dan warga yang melintas di wilayah Jembatan Serong.

"Meskipun uangnya hanya Rp 2.000 sampai Rp 10.000 tetapi dia rutin di situ, jadi memeras warga yang lewat. Oleh sebab itu kami bertindak dan berhasil mengamankan dua orang ini di Jembatan Serong," ujar Kapolres Depok Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah dalam rilis di Polres Metro Depok, Senin (13/1/2020).

Baca juga: Viral di Medsos, Dua Pemalak Sopir Angkot di Depok Ditangkap Polisi

Azis menambahkan, kedua pelaku tertangkap setelah video rekaman yang menampilkan aksi pemalakannya beredar dan viral di media sosial.

"Mereka ini viral, lantaran videonya viral, direkam oleh warga, dan mereka mengakui meminta uang pada sopir angkutan umum," ujar Azis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam video tersebut tamoak salah satu pelaku mengenakan pakaian organisasi masyarakat, namun ketika disinggung lebih lanjut mengenai keterlibatan ormas itu, pelaku mengatakan bahwa dirinya hanya simpatisan

"Cuma pakai doang. Simpatisan, bukan anggota," ujar pelaku.

Menurut pengakuan pelaku, uang tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan dengan ancaman tujuh tahun penjara.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

LBH Jakarta Nilai Draf Revisi Perda Covid-19 DKI Jakarta Bias Kelas

LBH Jakarta Nilai Draf Revisi Perda Covid-19 DKI Jakarta Bias Kelas

Megapolitan
Krematorium di TPU Tegal Alur Beroprasi, Kapasitas 5 Jenazah per Hari

Krematorium di TPU Tegal Alur Beroprasi, Kapasitas 5 Jenazah per Hari

Megapolitan
Anies Ajak Warga yang Sudah Divaksin Covid-19 Ikut Sosialisasikan Vaksinasi

Anies Ajak Warga yang Sudah Divaksin Covid-19 Ikut Sosialisasikan Vaksinasi

Megapolitan
Buaya Sepanjang 1,7 Meter Ditemukan di Selokan di Tambora

Buaya Sepanjang 1,7 Meter Ditemukan di Selokan di Tambora

Megapolitan
Polisi: Pelaku Pembacokan Tukang Sayur di Serpong Utara 5 Orang

Polisi: Pelaku Pembacokan Tukang Sayur di Serpong Utara 5 Orang

Megapolitan
Geng Motor Bacok Tukang Sayur di Serpong Utara, Rampas Ponsel dan Uang

Geng Motor Bacok Tukang Sayur di Serpong Utara, Rampas Ponsel dan Uang

Megapolitan
Boarding Pass KA Jarak Jauh Kini Terintegrasi Aplikasi Peduli Lindungi

Boarding Pass KA Jarak Jauh Kini Terintegrasi Aplikasi Peduli Lindungi

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Tangsel Meningkat pada Pekan Terakhir PPKM Level 4, Seperti Apa Penularannya?

Kasus Covid-19 di Tangsel Meningkat pada Pekan Terakhir PPKM Level 4, Seperti Apa Penularannya?

Megapolitan
Tabrak Pembatas Jalur Sepeda Sudirman, Mobil Berpelat RFS Terguling di Dekat Gedung Kemenpan-RB

Tabrak Pembatas Jalur Sepeda Sudirman, Mobil Berpelat RFS Terguling di Dekat Gedung Kemenpan-RB

Megapolitan
Cara Mendaftar Vaksin Dosis Kedua Via JAKI

Cara Mendaftar Vaksin Dosis Kedua Via JAKI

Megapolitan
Tak Punya Uang, Pemkot Bekasi Belum Bayar Insentif Nakes Januari-Mei 2021

Tak Punya Uang, Pemkot Bekasi Belum Bayar Insentif Nakes Januari-Mei 2021

Megapolitan
Kepala Puskesmas di Tangerang Gugur setelah Terinfeksi Covid-19

Kepala Puskesmas di Tangerang Gugur setelah Terinfeksi Covid-19

Megapolitan
Meski Kasus Covid-19 Turun, Jakarta Masih Kekurangan Nakes

Meski Kasus Covid-19 Turun, Jakarta Masih Kekurangan Nakes

Megapolitan
Tingkat Keterisian Rumah Sakit di Jakarta Turun Jadi 77 Persen

Tingkat Keterisian Rumah Sakit di Jakarta Turun Jadi 77 Persen

Megapolitan
UPDATE 24 Juli: Depok Tambah 712 Kasus Positif Covid-19

UPDATE 24 Juli: Depok Tambah 712 Kasus Positif Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X