Sudin SDA Jakbar Ungkap Alasan Pompa Air Tak Dinyalakan saat Banjir di Awal Tahun

Kompas.com - 14/01/2020, 05:43 WIB
Pompa Mobile di Tempar Pembuangan Sampah Sementara di dekat Daan Mogot City, Jakarta Barat, Kamis (9/1/2020) KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARPompa Mobile di Tempar Pembuangan Sampah Sementara di dekat Daan Mogot City, Jakarta Barat, Kamis (9/1/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Kasudin SDA) Jakarta Barat, Purwanti memberikan alasan kenapa pihak SDA tidak menyalakan mesim pompa saat air meluap dari kali Mookevart, di tepi Jalan Raya Daan Mogot, Jakarta Barat.

Kali tersebut meluap akibat hujan deras di awal tahun yang menyebabkan banjir.

Saat banjir air di kali Mookevart meluap, bila mesin pompa dipaksa untuk bekerja, khawatir mesin akan jebol dan airnya akan limpas kembali ke jalan.

"Itu buang-buang tenaga, malah jebol pompanya karena debit air luar biasa," kata Purwanti di ruang Pola Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kembangan, Senin (13/1/2020).

Baca juga: Kasudin SDA Jakbar Dipanggil Polisi Terkait Tidak Berfungsinya Pompa Air

Selain karena debit air yang tinggi, tumpukan sampah juga menjadi persoalan serius ketika pompa bekerja.

Jika sampah itu tersedot ke pompa, justru menghambat proses jalannya air.

Meski begitu, Purwanti berniat mengakali dengan menggunakan pompa mobile.

Namun, sayangnya saat itu jalan Daan Mogot tergenang sehingga tidak bisa dilalui kendaraan yang mengangkut pompa air mobile.

"Itu sampah merusak pompa begitu jadi yang operasi tanggal 1 Januari, teman-teman itu bilang sampah banyak sekali teman-teman dari operator bilang kalau dipaksakan juga rusak dan jebol," ucap Purwanti.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Inggard Joshua kecewa karena adanya pemanggilan dari pihak Polda Metro Jaya kepada Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat, Purwanti.

Inggard bertanya-tanya penyebab polisi memanggil pejabat DKI terkait banjir awal tahun ini.

"Saya sangat kecewa atau gelisah kenapa SDA ini sampai diperiksa polisi, pasti ada sesuatu yang bermasalah. Enggak mungkin juga polisi akan memeriksa, kalau tidak ada sesuatu yang berkembang," ucapnya di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kembangan, Senin.

Baca juga: Evaluasi Banjir, Anggota DPRD DKI Singgung Kasudin SDA Jakbar yang Dipanggil Polisi

Purwanti membantah pemeriksaannya di Polda terkait tidak berfungsinya pompa air di sejumlah titik rawan banjir di Jakarta Barat.

"Jadi memang saya ke Polda. Semua pompa kita sebelum banjir kita operasikan, sebelum melimpah di Kali Mookevart begitu dia meluap walau tidak terendam itu enggak difungsikan. Kenapa? Karena mau dibuang ke mana airnya? Karena kalau air dari saluran mikro ke makro dibuang itu limpas lagi," kata Purwanti.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Depok di Ambang Kewalahan Tangani Covid-19?

Megapolitan
Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Megapolitan
Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Megapolitan
PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

Megapolitan
Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Megapolitan
BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

Megapolitan
Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Megapolitan
Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Megapolitan
Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Megapolitan
Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Megapolitan
Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Megapolitan
Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X