Cerita Petugas Kebersihan di Pintu Air, Berjibaku dengan Gunungan Sampah Sisa Banjir

Kompas.com - 14/01/2020, 06:59 WIB
Kondisi Banjir Kanal Barat, Kali Ciliwung, Karet, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020). KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVAKondisi Banjir Kanal Barat, Kali Ciliwung, Karet, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020).


JAKARTA, KOMPAS.com - Sampah masih menggunung di Banjir Kanal Barat, Kali Ciliwung, tepatnya di kawasan Karet, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Senin (14/1/2020).

Pantauan Kompas.com, gunungan sampah itu berisi kayu-kayu pepohonan, kasur, sofa, dan sampah rumah tangga lainnya.

Para petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) UPK Badan Air Pintu Air Karet tampak bahu membahu mengangkat tumpukan sampah yang menggenang di kali ke darat.

Ada yang bertugas mengangkat sampah menggunakan eksavator, ada pula yang bertugas mengambil sampah menggunakan jepitan besi.

Bahkan, ketika sampah itu sulit untuk diambil, petugas tidak segan-segan untuk menceburkan diri dan menyelam untuk mengambil sampah di dalam air kali yang coklat dan penuh sampah.

Meski kala itu terik matahari campur gerimis hujan jatuh, tidak tampak sekalipun mereka berhenti bekerja.

Mereka tetap mengeruk kali itu, seolah sampah-sampah itu merupakan bongkahan berlian yang harus diselamatkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Disidak Anggota DPRD, Petugas Keluhkan Banyaknya Sampah yang Tersangkut di Pompa

Para petugas tampak semangat memunguti sampah-sampah itu dan meletakkannya di daratan.

Setelah sampah itu diletakkan di daratan, kemudian ada satu truk besar pengangkut sampah.

Nantinya sampah akan dikeringkan dan dibawa ke Bantar Gebang.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Usut Kasus Warga Bekasi yang NIK-nya Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi Covid-19

Polisi Usut Kasus Warga Bekasi yang NIK-nya Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Terobos Palang di Perlintasan KA Pesing, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta

Terobos Palang di Perlintasan KA Pesing, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta

Megapolitan
47.324 Warga Jakbar Terima Vaksin Covid-19 di 209 Posko Vaksin Merdeka

47.324 Warga Jakbar Terima Vaksin Covid-19 di 209 Posko Vaksin Merdeka

Megapolitan
NIK Warga Bekasi Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi, Ini Langkah Pembenahan Pemerintah

NIK Warga Bekasi Dipakai Orang Lain untuk Vaksinasi, Ini Langkah Pembenahan Pemerintah

Megapolitan
Mulai Dibuka, Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil di Jakarta Barat

Mulai Dibuka, Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil di Jakarta Barat

Megapolitan
Pria di Cengkareng Aniaya Mertua hingga Tewas karena Sakit Hati

Pria di Cengkareng Aniaya Mertua hingga Tewas karena Sakit Hati

Megapolitan
Wagub DKI Minta Pasien Covid-19 yang Isoman di Rumah Pindah ke Tempat Isolasi Terkendali

Wagub DKI Minta Pasien Covid-19 yang Isoman di Rumah Pindah ke Tempat Isolasi Terkendali

Megapolitan
Ibu Hamil di Jakarta Utara Sudah Bisa Divaksinasi Covid-19, Ini Syaratnya

Ibu Hamil di Jakarta Utara Sudah Bisa Divaksinasi Covid-19, Ini Syaratnya

Megapolitan
Warga Bekasi yang NIK-nya Dipakai Orang Lain Akhirnya Boleh Ikut Vaksinasi Covid-19

Warga Bekasi yang NIK-nya Dipakai Orang Lain Akhirnya Boleh Ikut Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Jadi Tersangka Kasus Penimbunan Obat Covid-19, Komisaris Utama PT ASA Diperiksa Hari Ini

Jadi Tersangka Kasus Penimbunan Obat Covid-19, Komisaris Utama PT ASA Diperiksa Hari Ini

Megapolitan
Ketua DPC Partai Demokrat Tangsel Meninggal Dunia karena Terpapar Covid-19

Ketua DPC Partai Demokrat Tangsel Meninggal Dunia karena Terpapar Covid-19

Megapolitan
Mobilitas Warga Meningkat Saat PPKM Level 4 di Jakarta, Polisi Kembali Perketat Titik Penyekatan

Mobilitas Warga Meningkat Saat PPKM Level 4 di Jakarta, Polisi Kembali Perketat Titik Penyekatan

Megapolitan
PPKM Level 4 Diperpanjang, Ganjil Genap di Kota Bogor Terus Berlanjut

PPKM Level 4 Diperpanjang, Ganjil Genap di Kota Bogor Terus Berlanjut

Megapolitan
UPDATE 4 Agustus: Kini Tersisa 2.197 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet

UPDATE 4 Agustus: Kini Tersisa 2.197 Pasien Covid-19 di Wisma Atlet

Megapolitan
Mobilitas di Jakarta Kembali Meningkat, Polisi Duga Ada Kantor yang Tak Lagi Terapkan WFH

Mobilitas di Jakarta Kembali Meningkat, Polisi Duga Ada Kantor yang Tak Lagi Terapkan WFH

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X