Dinas Pendidikan DKI Berharap Ada Bantuan Seragam untuk Siswa Korban Banjir

Kompas.com - 14/01/2020, 19:05 WIB
Sejumlah siswa SDN Kramat Jati 19 Pagi tak pakai seragam sekolah, Kamis (9/1/2020). Dokumentasi SDN Kramat Jati 19 PagiSejumlah siswa SDN Kramat Jati 19 Pagi tak pakai seragam sekolah, Kamis (9/1/2020).
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com -Masih banyak siswa di sekolah Jakarta Timur yang tidak menggunakan seragam saat belajar pascabanjir.

Seragam para murid hanyut akibat banjir yang melanda rumahnya pada 1 Januari 2020 lalu.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur Ade Narun mengatakan, pihaknya saat ini berharap ada bantuan dari corporate social responsibility (CSR) pihak swasta untuk membagikan seragam sekolah kepada para murid korban banjir.

"Kami mencari donatur atau CSR yang bersedia membantu menyediakan seragam sekolah," kata Ade saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (14/1/2020).

Baca juga: Gojek Bagikan Seragam dan Paket Kebersihan untuk Korban Banjir Jakarta

Ade menjelaskan, pihaknya juga tengah menggalang dana di kalangan pegawai Pemkot Jakarta Timur dan hasilnya nanti untuk membeli seragam sekolah untuk murid korban banjir.

"Kami masih menggalang dana dengan rekan-rekan karyawan pemkot untuk membantu seragam sekolah," ujar Ade.

Sejauh ini, Sudisdik Jakarta Timur baru mengirim bantuan berupa buku tulis ke sejumlah sekolah yang terdampak banjir.

Baca juga: Terendam Banjir 2 Meter, SDN Kramat Jati 19 Pagi Butuh Bantuan Seragam hingga Buku

Total sebanyak 15.400 buku tulis telah dibagikan ke SD dan SMP di Jakarta Timur.

Adapun hingga saat ini, murid korban banjir yang sudah tidak memiliki seragam sekolah diperbolehkan masuk sekolah tanpa mengenakan seragam.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Tiga Kegiatan Ini Diperbolehkan Selama PSBB di DKI, Simak Syaratnya...

Megapolitan
Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Begini Pembatasan Operasional Kendaraan Pribadi Selama PSBB di Jakarta

Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Pemprov DKI Jakarta Buka Peluang Kucurkan Insentif bagi Pelaku Usaha Terdampak PSBB

Megapolitan
PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

PT KAI Akan Kembalikan Penuh Biaya Tiket Penumpang Kereta yang Kena Dampak PSBB Jakarta

Megapolitan
Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Selama PSBB, Penggunaan Kendaraan Pribadi Hanya untuk Beli Kebutuhan Pokok

Megapolitan
BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

BMKG: Siang Nanti Jabodetabek Bakal Diguyur Hujan

Megapolitan
Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Selama PSBB, Hanya Ada 7 Keberangkatan Kereta Jarak Jauh dari Jakarta

Megapolitan
Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Warga Dilarang Berkerumun Lebih dari 5 Orang Selama PSBB

Megapolitan
Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Selain Jam Operasional, Jumlah Penumpang di KRL Juga Dibatasi Selama PSBB

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Penumpang Mobil Pribadi Dibatasi Hanya 50 Persen

Megapolitan
Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Semua Fasilitas Umum Ditutup Selama PSBB di Jakarta, Tak Boleh Ada Kerumunan

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Selama PSBB Jakarta, Kendaraan Pribadi Hanya Boleh Diisi Penumpang 50 Persen

Megapolitan
Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Anies: PSBB Keputusan Besar, tetapi Bukan Keputusan yang Berat

Megapolitan
Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Selama PSBB, Anies Minta Kegiatan Ibadah dan Keagamaan Dilakukan di Rumah

Megapolitan
Anies: Jadikan PSBB untuk Mempererat Solidaritas, Bukan Penderitaan

Anies: Jadikan PSBB untuk Mempererat Solidaritas, Bukan Penderitaan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X