Kivlan Zen Sebut Tito Karnavian dan Wiranto Buat Kegaduhan

Kompas.com - 14/01/2020, 20:14 WIB
Kilvlan Zen hadiri sidang Habip Marati dan Iwan di PN Jakpus, Selasa (7/1/2020). KOMPAS. COM/CYNTHIA LOVAKilvlan Zen hadiri sidang Habip Marati dan Iwan di PN Jakpus, Selasa (7/1/2020).
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mayjen (Pur) Kivlan Zen, terdakwa kasus penguasaan senjata api ilegal mengatakan, Tito Karnavian dan Wiranto telah membuat kegaduhan di masyarakat setelah membocorkan penyelidikan kasus rencana pembunuhan terhadap sejumlah tokoh.

Saat itu, Kivlan dituduh berencana membunuh Wiranto, Luhut Binsar Panjaitan, Budi Gunawan, Gories Mere, serta Yunarto Wijaya.

Hal itu disinggung Kivlan saat membacakan eksepsi atau penolakan atas dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020).

"Masih ingat jelas dalam ingatan saya mengenai ucapan Kapolri (saat itu) Jenderal Tito Karnavian, mantan Kapolri bersama Wiranto, mantan Menko Polhukam yang menyebutkan berdasarkan BAP tersangka ada rencana pembunuhan (yang dilakukan oleh Kivlan) dengan target Wiranto, Luhut Binsar Panjaitan, Budi Gunawan, dan Gories Mere," ujar Kivlan.


Baca juga: Kivlan Zen Mengaku Jadi Target Pembunuhan Wiranto, Luhut, Budi Gunawan, dan Gories Mere

Menurut dia, kegaduhan tersebut dirasakan oleh keluarga besarnya dan Purnawirawan TNI.

Saat itu, Tito maupun Wiranto membeberkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka yang kala itu terjerat dalam kasus yang sama dengan Kivlan.

"Telah membocorkan isi BAP kepada masyarakat sehingga timbul kegaduhan," kata dia.

Oleh karena itu, ia meminta Wiranto, Luhut Binsar, Budi Gunawan, Gories Mere, dan Yunarto Wijaya untuk dihadirkan di dalam persidangan.

Baca juga: Habil Marati Singgung Keluhan Kivlan yang Tak Dibayar Negara Bebaskan 10 Sandera di Filipina

"Dengan mereka dipanggil ke pengadilan untuk dimintai ketetangannya," tuturnya.

Kivlan didakwa telah menguasai senjata api ilegal. Ia disebut telah menguasai empat pucuk senjata api dan 117 peluru tajam secara ilegal.

Ia didakwa dengan dua dakwaan. Dakwaan pertama, Kivlan dinilai telah melanggar Pasal 1 Ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12/drt/1951 juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Dakwaan kedua yaitu dia didakwa telah melanggar Pasal 1 Ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12/drt/1951 juncto Pasal 56 Ayat 1 KUHP.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Kelas di SMKN 24 Jakarta Rusak, Sudin Pendidikan Klaim KBM Tak Terhambat

8 Kelas di SMKN 24 Jakarta Rusak, Sudin Pendidikan Klaim KBM Tak Terhambat

Megapolitan
Bekasi Sulit Sediakan 30 Persen Ruang Terbuka Hijau

Bekasi Sulit Sediakan 30 Persen Ruang Terbuka Hijau

Megapolitan
300 Personel Polantas Disiagakan di Sekitar Monas Selama Aksi 212

300 Personel Polantas Disiagakan di Sekitar Monas Selama Aksi 212

Megapolitan
BPOM: Obat Hexymer 2 yang Disita Polisi Seharusnya Tak Lagi Beredar Sejak 2016

BPOM: Obat Hexymer 2 yang Disita Polisi Seharusnya Tak Lagi Beredar Sejak 2016

Megapolitan
Bangunan SMKN 24 Jakarta Rusak Berat, Atap 8 Kelas Roboh

Bangunan SMKN 24 Jakarta Rusak Berat, Atap 8 Kelas Roboh

Megapolitan
9 Warga Batan Indah Diperiksa Kesehatannya, 2 Orang Terkontaminasi Radioaktif

9 Warga Batan Indah Diperiksa Kesehatannya, 2 Orang Terkontaminasi Radioaktif

Megapolitan
Anies Ajak Murid-murid Sang Ibu Kirimkan Kisah sebagai Kado Ulang Tahun

Anies Ajak Murid-murid Sang Ibu Kirimkan Kisah sebagai Kado Ulang Tahun

Megapolitan
Siap Dilamar, Eks Calon Independen di Pilkada Depok 2020 Akan Dekati Elite Parpol

Siap Dilamar, Eks Calon Independen di Pilkada Depok 2020 Akan Dekati Elite Parpol

Megapolitan
Pemkot Tangerang Laporkan Wartawan Gadungan yang Buat Keributan di Sekolah ke Polisi

Pemkot Tangerang Laporkan Wartawan Gadungan yang Buat Keributan di Sekolah ke Polisi

Megapolitan
Ingin Jalanan Rusak Diperbaiki? Ini Cara Mengadu ke Bina Marga

Ingin Jalanan Rusak Diperbaiki? Ini Cara Mengadu ke Bina Marga

Megapolitan
Ada Aksi 212, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas Agar Tak Kena Macet

Ada Aksi 212, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas Agar Tak Kena Macet

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Sudah Sosialisasikan Pergub Larangan Kantong Plastik di 55 Pusat Perbelanjaan

Pemprov DKI Klaim Sudah Sosialisasikan Pergub Larangan Kantong Plastik di 55 Pusat Perbelanjaan

Megapolitan
Klinik yang Jual Jutaan Butir Psikotropika di Koja Sudah Beroperasi Selama Tiga Tahun

Klinik yang Jual Jutaan Butir Psikotropika di Koja Sudah Beroperasi Selama Tiga Tahun

Megapolitan
Tangkap Aulia Farhan, Polisi Duga Ada Artis Lain yang Konsumsi Narkoba

Tangkap Aulia Farhan, Polisi Duga Ada Artis Lain yang Konsumsi Narkoba

Megapolitan
Polisi Grebek Klinik Penjual 2,5 Juta Butir Psikotropika di Koja

Polisi Grebek Klinik Penjual 2,5 Juta Butir Psikotropika di Koja

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X