Perobohan Sisa Gedung Ambruk di Slipi Butuh Waktu 3 Minggu

Kompas.com - 15/01/2020, 11:13 WIB
Petugas dari Puslabfor Bareskrim Polri mengecek bangunan gedung yang runtuh di kawasan Slipi KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJARPetugas dari Puslabfor Bareskrim Polri mengecek bangunan gedung yang runtuh di kawasan Slipi

JAKARTA, KOMPAS.com - Proses perobohan sisa gedung yang ambruk di Jalan Brigjen Katamso, kawasan Slipi, Jakarta Barat diperkirakan akan memakan waktu 2 sampai 3 minggu.

Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Barat, AKP Rensa Aktadivia mengatakan, proses itu sudah mulai berjalan saat ini.

"Sudah mulai proses diratakan oleh PT Wahana Infonusa. Prosesnya diperkirakan dua sampai tiga minggu," kata Rensa, Rabu (15/1/2020).

Baca juga: Pekerja Mulai Ratakan Sisa Bangunan yang Roboh di Palmerah

Rensa juga menyebutkan, polisi sudah memeriksa pemilik gedung dan orang jadi korban saat gedung itu ambruk.

Guna melengkapi berkas, pemeriksaan korban dilakukan di RS Tarakan, tempat seorang korban dirawat.

"Korban sudah kami periksa, kami datang ke RS Tarakan," ujar Rensa.

Gedung berlantai empat tersebut ambruk pada 6 Januari 2020.

Sebanyak 11 orang menjadi korban saat gedung itu roboh. Mereka adalah pegawai di gedung yang roboh, penjaga dan pengunjung minimarket yang teletak di samping gedung itu, dan orang yang melintas.

Dari semua korban, satu oang dirawat inap di rumah sakit, yaitu seorang pengemudi ojek online yang kebetulan melintas dekat lokasi itu.

Menurut polisi, sisa gedung tersebut harus dirobohkan karena sudah tidak layak.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gate 13 Stadion Patriot Kini Disulap Jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19

Gate 13 Stadion Patriot Kini Disulap Jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19

Megapolitan
Anies Terbitkan Ingub Pengendalian Banjir di Musim Pancaroba

Anies Terbitkan Ingub Pengendalian Banjir di Musim Pancaroba

Megapolitan
2.832 Meter Kubik Sampah Diangkut dari 2 Pintu Air di Jakarta, Kemarin

2.832 Meter Kubik Sampah Diangkut dari 2 Pintu Air di Jakarta, Kemarin

Megapolitan
[Update Covid-19 Depok 22 September]: 102 Kasus Baru, 3 Pasien Meninggal

[Update Covid-19 Depok 22 September]: 102 Kasus Baru, 3 Pasien Meninggal

Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Hari Ini, Bogor Hujan

BMKG: Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Hari Ini, Bogor Hujan

Megapolitan
Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Megapolitan
Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Megapolitan
Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Megapolitan
Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Megapolitan
57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

Megapolitan
Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Megapolitan
Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X