Pemkot Tangsel Beri Santunan Rp 2 Juta untuk Korban Jiwa Bencana Banjir

Kompas.com - 15/01/2020, 18:33 WIB
Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, telah memberikan bantuan uang tunai Rp 2 juta terhadap para keluarga korban tewas akibat banjir yang melanda wilayah Tangsel. Hal itu dikatakan pada saat berada di wilayah Serpong, Tangsel, Rabu (15/1/2020). KOMPAS.com/Muhamad Isa BustomiWakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, telah memberikan bantuan uang tunai Rp 2 juta terhadap para keluarga korban tewas akibat banjir yang melanda wilayah Tangsel. Hal itu dikatakan pada saat berada di wilayah Serpong, Tangsel, Rabu (15/1/2020).

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan telah memberikan bantuan berupa uang tunai Rp 2.000.000 kepada ahli waris empat korban jiwa dalam bencana banjir yang melanda wilayah Tangsel, Rabu (1/1/2020) lalu.

"Untuk yang meninggal sudah dibantu secara finansial, alakadar. Santunan saja, itu sikapnya, Rp 2 jutaan," ujar Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie saat ditemui di kawasan Serpong, Tangsel, Rabu (15/1/2020).

Menurut Benyamin, selain memberikan santuanan berupa uang tunai para keluarga korban juga menerima bantuan berupa pelayanan akte kematian yang Dukcapil Tangsel.

"Kita juga melayani mereka soal akte kematiannya," ucap dia.

Baca juga: Empat Orang Meninggal Saat Banjir, Ketua DPRD Tangsel Sebut sebagai Musibah

Sementara soal perumahan yang mengalami kerusakan pascabanjir, Pemkot Tangsel sedang melakukan koordinasi dengan dinas terkait karena harus menggunakan anggaran APBD 2020.

"Sedang dilakukan penelitian dulu. Kami kan punya belanja tidak tetap nih, kami (dapat) gunakan untuk hal-hal yang seperti ini. Sedang disusun Peraturan Wali Kotanya untuk mewadahi bantuan-bantuan itu," ucapnya.

Sebelumya, tercatat ada empat korban meninggal dunia akibat banjir yang tersebar di tujuh kecamatan wilayah Tangerang Selatan.

Penyebab meninggalnya empat orang korban tersebut berbeda-beda saat kondisi banjir melanda rumah mereka masing-masing.

Seperti yang dialami oleh korban warga Kecamatan Pondok Aren bernama Sutrisno meninggal karena tenggelam saat benjir.

Baca juga: Identitas Empat Warga Tangerang Selatan yang Tewas akibat Banjir

"Korban bernama Arfan yang tinggal di Jalan Puskesmas, Kecamatan Pondok Aren itu meninggal karena diduga kelelahan," kata Benyamin, Jumat (3/1/2020).

Sementara dua korban lainnya yakni Kasiem (60) dan Taufik (37) mengalami nasib yang sama.

Untuk korban Kasiem yang bertepat tingg di Jalan Panti Asuhan, Ceger, Jurangmangu Timur, meninggal karena diduga terpeleset.

"Korban Taufik warga Glatik, Ciputat Timur meninggal itu karena tersetrum. Itu juga saat banjir di rumahnya tanggal 1," ucapnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ancol Siapkan Pengibaran Bendera Merah Putih di Dalam Air

Ancol Siapkan Pengibaran Bendera Merah Putih di Dalam Air

Megapolitan
Penusuk Pria hingga Tewas di Warnet Duren Sawit Ditangkap

Penusuk Pria hingga Tewas di Warnet Duren Sawit Ditangkap

Megapolitan
UPDATE 15 Agustus Depok: 47 Kasus Baru Covid-19, Penambahan Tertinggi Selama Pandemi

UPDATE 15 Agustus Depok: 47 Kasus Baru Covid-19, Penambahan Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
Cegah Kembali Kasus Covid-19, Mal AEON BSD Antar Jemput Karyawan hingga Rapid Test Berkala

Cegah Kembali Kasus Covid-19, Mal AEON BSD Antar Jemput Karyawan hingga Rapid Test Berkala

Megapolitan
UPDATE 15 Agustus: Bertambah 598 Kasus Covid-19 di Jakarta

UPDATE 15 Agustus: Bertambah 598 Kasus Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Pedagang Kelontong di Bekasi Tewas oleh Perampok, Seorang Bocah Sempat Lihat Pelaku

Pedagang Kelontong di Bekasi Tewas oleh Perampok, Seorang Bocah Sempat Lihat Pelaku

Megapolitan
Buat Gaduh di Pesawat Garuda, Mumtaz Diingatkan Hanum Rais

Buat Gaduh di Pesawat Garuda, Mumtaz Diingatkan Hanum Rais

Megapolitan
Pedagang Kelontong di Bekasi Dibunuh, Uang dan Rokok Dirampas Pelaku

Pedagang Kelontong di Bekasi Dibunuh, Uang dan Rokok Dirampas Pelaku

Megapolitan
Airin Minta ASN di Tangsel Ikut Lomba Tiktok Meriahkan HUT ke-75 RI

Airin Minta ASN di Tangsel Ikut Lomba Tiktok Meriahkan HUT ke-75 RI

Megapolitan
Pegawai Giant Positif Covid-19, Jumlah Pengunjung Margo City Depok Menurun

Pegawai Giant Positif Covid-19, Jumlah Pengunjung Margo City Depok Menurun

Megapolitan
Jasad Pria Ditemukan di Kamar Mandi Rumah di Bekasi, Ada Luka di Leher dan Perut

Jasad Pria Ditemukan di Kamar Mandi Rumah di Bekasi, Ada Luka di Leher dan Perut

Megapolitan
Libur Panjang, 167.414 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Jumat Kemarin

Libur Panjang, 167.414 Kendaraan Tinggalkan Jakarta Jumat Kemarin

Megapolitan
Polisi: Ada Saksi yang Sempat Bicara dengan Penembak Pengusaha di Kelapa Gading

Polisi: Ada Saksi yang Sempat Bicara dengan Penembak Pengusaha di Kelapa Gading

Megapolitan
Bocah 5 Tahun Terjepit di Antara Tiang dan Dinding Saat Main Petak Umpet

Bocah 5 Tahun Terjepit di Antara Tiang dan Dinding Saat Main Petak Umpet

Megapolitan
Urai Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, Contraflow Diberlakukan di Km 47

Urai Kepadatan di Tol Jakarta-Cikampek, Contraflow Diberlakukan di Km 47

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X